
Sebuah Villa yang sudah dihias sebegitu cantiknya dengan lilin-lilin yang membentang jalan. Sebuah meha bulat yang nampak cantik dihiasi berbagai menu makanan pembuka dan penutup dengan kelopak bunga segar di tengah meja bulat itu.
Lampu-lampu Temrel menyala kelap-kelip menghiasi pepohonan kecil dan taman membuat suasana taman tampak indah di tambah remengan cahaya bulan membuat suasana begitu sempurna.
Bunga mawar bertaburan menguak sampai keindra penciuman tapi sayang Ais tak bisa melihat karna kedua matanya ditutup kain merah.
Ais bisa merasakan udara dingin tapi segar dengan bau aroma bunga masuk keindra penciumannya membuat Ais tidak sabar untuk membuka penutup matanya.
"By boleh Ais membukanya.."
"Tidak.."
Satu kata yang keluar dibibir Aiman membuat Ais jengkel karna tak sabar dimana sekarang dia berada.
"Terus jalan sayang.."
Ucap Aiman melembuat membuat Ais memeleh dibuatnya dengan pinggang yang Aiman peluk erat dan satu tangannya lagi menggendong sang putra.
Baby Fatih hanya diam dengan keindahan didepan matanya,seolah paham jangan bersua karna ini sebuah kejutan untuk sang Ummah.
Harusnya baby Fatih berbicara dengan kebahagiaannya melihat pemandangan indah itu tapi baby Fatih hanya diam membuat Ais jengkel kenapa putranya berbeda dengan orang lain.
Biasanya anak kecil selalu bersorak tapi ini malah diam dengan senyum yang terus mengembang.
Aiman memberhentikan langkahnya tepat didepan meja bundar dengan baby Fatih Aiman dudukan duluan mengisyaratkan baby Fatih untuk diam,Fatih hanya mengangguk saja dengan isyarat sang Baba.
"By.."
Pangil Ais karna merasa tak ada suara sang suami.Aiman langsung berjalan pelan kebelakang sang istri.
" Happy third wedding anniversary, dear.."
Deg...
Seketika tubuh Ais menegang dengan mata yang membulat melihat pemandangan didepan matanya.
Kerlap-kerlip lampu temrel menghiasi pepohonan dengan poto-poto yang menggantung disana. Dimana poto pernikahan ,keseharian,waktu hamil dan poto dimana ada baby Fatih diantara mereka.
"By.."
Lilir Ais bergetar sambil membekam mulutnya dengan kedua tangan,cairan bening dari tadi sudah keluar dari pelupuk netra indah sang istri.
"Apa sayang suka.."
Ais hanya mengangguk karna tak bisa menjawab tenggorokannya tercekat karna terkejut dengan keharuan sambil menatap sang suami.
"Ka..kapan hubby menyiapkan ini semua ?? "
"Satu minggu yang lalu,Hubby sengaja nyiapin di sini karna tempat ini tempat dimana kita dulu berbagi kasih.."
Bluss...
Seketika pipi Ais memerah membuat Aiman terkekeh geli melihat tingkah sang istri yang malu-malu.
"Fatih mana By ? "
Tanya Ais cepat karna tak melihat sang putra.
"Ad..."
Deg...
Seketika Aiman melotot melihat apa yang putranya lakukan, menghancurkan kue yang ada di meja dengan makanan yang sudah berserakan bahkan baju baby Fatih sudah kotor semua dengan bibir belepotan .
"Astagfirullah Fatih..kamu menghancurkan acara Baba.."
Celetuk Aiman sambil menggendong sang putra yang malah tersenyum dengan bibir yang masih mengunyah.
Ais hanya tersenyum melihat wajah sang putra yang seperti badut ancol saja.
"Baba..Fatih mau.."
"Ya ampun Fatih..krimnya jangan dioles kemuka Baba.."
"Ha..ha..Baba lucu.."
"Yah muka baba jadi kotor..Fatih nakal.. "
Ais tertawa melihat muka sang suami yang ditekuk dengan wajah yang sudah dihiasi Krim oleh baby Fatih hingga tangan baby Fatih menjadi bersih.
"Kena.."
"Ahhh By..muka Ais jadi kotor..."
"Siapa suruh ketawa, Fatih serang Ummah..."
"Ah..Hubby curang.."
Mereka tertawa lepas sambil main kejar-kejaran menodai muka dengan Krim membuat baby Fatih tertawa melihat muka Ummah dan Babanya yang sudah seperti badut.
Hingga mereka menikmati makan malam dengan penuh kebahagiaan apa lagi ada baby Fatih diantara mereka.
Lengkap sudah kebahagiaan keluarga kecil Aiman membuat siapa saja yang melihat akan dibuat iri.
__ADS_1
"Ah...dasar brengsekkkk..."
Plak..plak....
"Menghabisi satu lawan saja tak becus hah..."
"Dasar tak berguna..Ah... "
Prang....
Teriakan dan makian seseorang menggema disuatu ruangan hingga menampar satu parsatu anak buahnya yang gagal mencelakai Aiman dan keluarga kecilnya.
Matanya memerah menatap tajam anak buahnya yang hanya diam menunduk karna takut akan kemarahan Bosnya.Sudah untung Bosnya tak membunuh mereka.
" Sekarang berikan telor pada mereka keakan-akan itu ulah wanita bodoh itu. Ha...ha...Mereka tak boleh hidup tenang.Sebelum mereka hancur semuanya dan apa yang harus jadi miliku maka semuanya harus kembali.."
"Dan kalian...."
Glek...
Tekana seseorang itu sambil mecengkram dagu-dagu anak buah bodohnya itu sambil menatapnya tajam.Membuat semua anak buahnya meneguk slavina kasar karna takut akan tatapan Bos mereka.
Deg...
Para anak buah bodoh itu bergidik geri mendengar ancaman bosnya yang tak main-main karna haus akan kekuasaan hingga otaknya tergeser.Tapi para anak buah itu hanya bisa pasrah dan mengiahkan titah Bosnya.
"Ba..bak Bos.."
Ucap salah satu anak buah seseorang itu yang tak lain adalah ketua dari para pereman itu.
"Ta...tapi...Orang yang kita incar mempunyai skil balapan Bo..bos membu...."
Buk....
"Ahwww..."
Ringis ketua pereman karna mendapat tendangan dari Bosnya itu sampai tubuhnya terjungkal kebelakang membuat yang lain semakin ngeri melihatnya.
Greppp...
Bos itu mencengkram kerah baju ketua pereman guat hingga membuat ketua pereman itu seakan tercekik.
"Berani Kau melawanku..."
__ADS_1
"Dasar lemah..."
Dorrrr....
Brukkk...
Tubuh kurus kering penuh tato itu terkapar dengan kepala yang ditembak membuat ketua pereman itu seketika Mati.Anak buah yang lain yang melihat kejadian itu hanya bisa diam dengan hati penuh ketakutan ternyata Bosnya tak main-main.
"Ha..ha..Lihatlah Jika kalian berani Melawan maka..Hidup kalian akan bernasib sama sepertinya..Ha..Ha..."
Tawa itu begitu menyeramkan membuat para pereman itu sungguh dibuat gemetar.Ternyata Bosnya bukan hanya orang Jahat tapi dia juga Pchicoprat yang haus akan darah dan kekuasaan.
"Sekarang pergilah...Ingat jangan sampai gagal.."
Semua pereman mengangguk hormat langsung mundur keluar ruangan penuh demdam, keangkuahan dan kekuasaan itu.
Salah satu dari pereman dari tadi menahan Amarah dan air matanya melihat apa yang dilakukan Bosnya.Dia hanya bisa diam tak bisa menolong membuat hatinya sesak dan sakit.Sedangkan yang lain paham akan hati yang sedang hancur itu tapi mereka tak bisa melawan karna Bosnya itu sangatlah berbahaya.
Mereka hanya pasrah menjalankan Titah, mereka hanya sayang pada nyawa mereka sendiri hingga mereka ketakutan jika pekerjaannya gagal maka nyawa merekalah yang jadi taruhannya.
Semua pereman itu melangkah menjauh dari ruangan kutukan itu menuju mobil masing-masing menjalankan titah Bos gilanya itu.
Tampa mereka sadari padahal dari tadi ada Seseorang yang mendengarkan percakapan mereka.
"Astagfirullahaladzim..."
Geram seseorang yang sendari tadi mendengar sadapan orang-orang itu katakan.Sungguh keji dan biadab ternyata lawannya cukup kuat.
"*Ya Allah lindungilah keluarga kecil hamba*.."
Batin Seseorang yang berhasil menyadap percakapan orang-orang yang akan mencelakai keluarganya.
.
.
.
Bersambung....
.
.
Jangan Lupa terus Like, Komen,dan Vote
Terimakasih...
__ADS_1