Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 84 I Love You


__ADS_3

Remengan sinar Bulan membuat suasana nampak sunyi dalam kenyamanan. Ditambah hembusan angin menggelincir menerpa kulit putih halus seseorang yang sedang memejamkan mata menikmati suasana malam yang sunyi ini.


Sudah lama dia tak merasakan ketenangan ini, mungkin dia ingat kapan terakhir kali dia mendapat ketenangan seperti ini. Enam tahun yang lalu ketenangan itu terkubur dengan banyak luka. Tapi sekarang ketenangan ini dia rasakan kembali walau hati tak bisa dikontrol.


Tangannya direntangkan membuat angin lebih mudah menerpa tubuhnya yang sedang berdiri dengan kepala yang menengadah keatas langit.


"Apa kamu suka? "


Pertanyaan mengalun indah di telinga Ani membuat Ani membuka kedua matanya dengan bibir yang melengkung sabit. Badannya berbalik melihat siapa yang sedang berdiri dihadapannya dengan setelan jas hitam ,rambut tertata rapih dan satu tangannya di masukan kedalam saku celananya membuat dia terkesan Coll dengan satu tangan menggenggam sebuat baket.


"Ini untuk mu.. "


"Terimakasih.. "


Senyum indah terukir di bibir Ani sambil mengambil baket bunga yang Andi berikan pada dirinya.Mata mereka saling tatap dengan gebuan cinta yang terpancar dari sorot mata masing-masing.


"Ka.. kau.. "


"Maukah kau menjadi Istriku dan ibu buat Almira? "


Ucap Tegas Andi sambil berlutut dengan satu tangan membuka kota kecil menampakan sebuah cincin berlian indah berkilau didalamnya.


Ani membekam mulutnya tak percaya melihat apa yang Andi lakukan. Ani pikir Andi membawanya ke Puncak hanya ingin berlibur saja bersama Almira dan Vina tapi nyatanya Ani salah.


"Ya... "


Ani mengangguk dengan tetesan cairan bening keluar dari pelupuk matanya, Entahlah rasanya kebahagiaan itu tak bisa Ani jabarkan.


Prok.. prok...


"Wow selamatnya... "


Deg...


Seketika mata Ani membulat tetkala melihat siapa yang datang dengan rombongan di belakangnya.


Semua keluarga Khoer ada beserta Ais dan Aiman dengan baby Fatih yang Aiman gendong.


Andi memang sudah merencanakannya dari jauh-jauh hari ketika Ais meneleponnya menyatakan kalau dirinya menerima Andi untuk menjadi pendamping Ani.


"A.. ais.. "


"Yah.. selamat yah. Semoga lancar semuanya.. "


Ucap Ais memeluk sahabatnya dengan mata berkaca-kaca begitupun Ani yang sudah menangis haru dipelukan Ais.


Ani merasa bahagia ditengah-tengah kesendiriaan nya ada keluarga Khoer yang selalu ada buat dirinya terutama Ais dan umi Rahma yang sudah seperti mamahnya sendiri.


"Ja.. jadi se.. "


"Aku hanya menguji kesetian dan perjuangan dia aja.. "


Ketus Ais sambil melihat Andi yang hanya tersenyum saja. Membuat Ani memeluk erat Ais kembali.


"Berbahagialah, Nak. "


"Terimakasih Umi.. "


Ucap Ani tulus sambil memeluk umi Rahma ,Rasanya kebahagiaan itu tak bisa Ani jabarkan dengan kata.


Sungguh semuanya diluar pikirannya yang ternyata dibalik sikap dinginnya Ais merencanakan semuanya yang berhasil membuat Ani terharu.


"Kapan kalian akan melangsungkan pernikahannya? "


Tanya tegas Azam ketika sudah berkumpul di dalam Villa yang Andi sewa untuk menginap disana.


Semua mata sekarang tertuju pada Andi membuat Ani bersemu.


"Insyaallah kalau Ani siap minggu depan Om.. "

__ADS_1


"Wow secepat itu.. "


Timpal Air yang dari tadi mengunyah apel.


"Iya Bang, apa gak terlalu cepat.. "


Kini giliran Vina ikut bergabung setelah menidurkan Almira kekamar.


"Lebih cepat lebih baik.. "


"Benar itu.. "


Sahut umi Rahma setuju akan ucapan suaminya membuat Ani semakin bersemu saja, Ais yang melihat itu hanya tersenyum saja dengan Aiman yang sibuk bermain dengan baby Fatih.


"Ak.. emmz.. "


"Tapi bang Bagas belum dikasih tau Bang! "


Deg...


Seketika ruangan itu jadi hening ketika Vina menyebut nama Itu, Semua orang melirik kearah Ais yang hanya diam dengan rautan wajahnya sendiri.


Vina merasa bersalah sudah menyebut nama abang Bagas di depan Ais yang Vina tau Ais belum mau bertemu Bagas.


"Ma..ma'af Vi.. vina hany..."


"Tidak apa-apa, sebentar lagi dia datang.. "


Ucap lembut Ais sambil tersenyum kearah Vina yang merasa bersalah.


Aiman tersenyum mendengar jawaban sang istri, yang artinya kalau sang istri sudah memaafkan semuanya.


"Aku disini.. "


Jderr...


Air menatap lekat wajah sang kakak yang hanya diam dengan wajah datarnya tapi Air menangkap sesuatu dibalik wajah baik-baik itu. Air tau siapa kakak kembarnya yang sangat sulit memaafkan.


"Sayang.. "


"Eh i.. iya By.. "


Ucap Ais berusaha menormalkan detak jantungnya yang kembali berdetak tak terkontrol. Sekuat tenaga Ais mengendalikan ketakutan itu, Ais hanya ingin berdamai dengan semuanya walau itu sangatlah sulit bagi Ais tapi Ais tidak takut karna ada Aiman yang selalu setia menemaninya.


Yah Aiman memang menyarankan sang istri supaya berdamai dengan masa lalunya jika ingin sembuh walau itu butuh peroses yang tak mudah bagi Ais.


"Kuatkan Ais ya Allah"


Jerit batin Ais berusaha tersenyum dan bersikap biasa.


"Ais tidak apa-apa ko, Ais sudah memaafkannya.. "


Ucap Tegas Ais membuat semua orang tersenyum lega, Bagas melangkah masuk lalu duduk disamping adik nya.


"Alhadulillah, sekarang bagai mana, Nak! "


Ucap umi Rahma lembut membuyarkan suasana canggung.


Kini semua orang kembali pokus pada pembahasan awal.


"An.. ani siap.. "


"Alhamdulillah.. "


Ucap Andi gembira karna Ani setuju minggu depan akan melangsungkan pertikahan.


Sungguh kebahagiaan yang tak bisa Ani jelaskan.Dan yang paling membuat Ani bahagia kalau sang sahabat sudah sembuh dengan kedatangan Bagas, itu semua membuktikan bahwa Ais sudah sembuh dari teromanya.


Apalagi melihat Ais tersenyum membuat semua orang yakin kalau Ais benar-benar sembuh .

__ADS_1


Sungguh Ais hanya sedang berusaha baik-baik saja, karna Ais tak mau merusak acara lamaran itu dengan ke-Egoisan dirinya.Membuat Ais mengijinkan Bagas datang , walau itu Aiman yang berbicara.


"Saya istirahat duluan,kasihan Fatih sudah tidur.. "


"Silahkan, Nak. "


Aiman langsung menggendong baby Fatih dengan Ais langsung mengikuti dari belakang. Aiman menidurkan baby Fatih hati-hati di atas kasur yang sudah di siapkan.


Grep...


"Hik.. hik.. By.. "


Lilir Ais gemetar, tumpah sudah pertahanan Ais dipelukan sang suami yang langsung memeluknya erat menyalurkan ketenangan kalau semuanya baik-baik saja.


"Sayang sudah bisa, Percayalah. Hubby bangga "


"Percaya Ok semua akan baik-baik saja, Rasa takut itu akan hilang dengan sendirinya, Teruslah lawan. "


Ucap Aiman lembut sambil menghapus cairan bening yang keluar dipelupuk matanya.


"Ta.. tapi ba.. bayangan it.. "


"Suttt...Maka bayangkan wajah ini jika ingatan itu kembali datang.. "


Ucap Aiman tegas sambil menangkup pipi sang istri lembut.


"Ta..ta.. hik.. "


"A.. "


Cup...


Aiman langsung membungkam bibir sang istri yang gemetar karna tak sanggup jika harus melihat sang istri yang penuh kesakitan.


"Rasakan dan bayangkan kalau rasa ini adalah Hubby bukan orang lain.. "


"Hubby yakin sayang pasti bisa.. "


Ucap Aiman disela-sela ciumannya membuat Ais mencengkram erat pinggang sang suami sambil memejamkan kedua matanya merasakan dan membayang bahwa hal menjijikan itu tidak ada yang ada hanyalah kasih sayang dan cinta dari sang suami.


Plup...


Aiman melepas pangutannya membut Ais langsung menatap netra sang suami yang memancarkan keteduhan dan kenyamanan.


"Hik.. By "


"Iya ini Hubby.. "


"I Love You.. "


.


.


.


.


Tamat...


.


.


Tamatin gak yah ?? Tamat aja he.. he..


Janga. lupa Like, Komen,dan Vote


Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2