Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 17


__ADS_3

Keringat dingin bercucuran membasahi pelipis Ais membuat Ais tidak nyaman dalam tidurnya. Bayangan menakutkan itu terus menghantui pikirannya.


Semakin dekat dan dekat membuat Ais gemetar ketakutan dia datang lagi.


"Tidak... tolong.. tolong hik... "


"Hik... jangan... jangan... hik... "


Deg...


Prang...


Aiman begitu terkejut mendengar teriakan sang istri dengan replex membanting gelas yang ada di tangannya dan langsung berlari menghampiri sang istri.


"Khumairo.. hey... bangun.. bangun... "


"Sayang... bangun.. "


"Ah..... pergi.. pergi... "


Jeritt Ais bangun dalam tidurnya dan langsung memberonta memukul dada Aiman yang memegang kedua tangannya kuat.


"Istigfar sayang... istigfarrr... "


"Tidak... jangan.... Ais mohon.. hikk "


"Ini saya.... bukan laki-laki itu... "


Grep....


Aiman langsung memeluk tubuh sang istri yang gemetar hebat hingga tubuh dirinyapun terbawa gemetar dengan punggung yang terus di pukul tangan mungil Ais. Walau sakit tapi Aiman tidak memperdulikaannya yang penting istrinya aman.


Lama tenaga Ais melemah membuatnya berhenti memukul punggung Aiman tapi tubuh Ais masih gemetar hebat membuat Aiman melonggarkan pelukannya pelan,lalu di tangkupnya kedua pipi Ais lembut.


Kedua mata mereka saling tatap menusuk kedalam bola mata masing-masing, ada rasa takut, sedih, rindu dan kasih menjadi satu.


"Lihatlah... Saya Aiman suami khumairo.. "


"Su.. suamiii... "


" Iya, saya akan menjaga khumairo.. jangan takut... "


"Ta.. tapi... dia.. "


Cup...


Aiman mencium bibir gemetar itu dengan lembut menyalurkan kasih sayang membuat Ais membeku sambil melebarkan kedua matanya, tak lama tubuh Ais menegang kembali membuat Aiman tau.


"Jangan takut... lihatlah.. saya suami khumairo.. jangan takut... "


Lilir Aiman sambil membawa tangan gemetar Ais untuk menggenggam pipinya ,sedangkan Aiman terus mengunci tatapan ketakutan Ais yang mendalam.


"Suami.. jangan takut... "


"A.. ais.. ko..kotorrr... da.. dan.. hi... "


"Maka ijinkan suamimu ini meng.. menghapus jejaknya... "


Deg....


Ais tertegun di balik ketakutannya membuat dia diam dengan apa yang Aiman lakukan.


Cup... cup... cup....


Aiman mencium seluruh wajah Ais tampak terlewati dan terakhir Aiman mencium bibir Ais yang masih terlihat biru dengan sangat lembut takut sang empu kesakitan.


"Dimana lagi dia menjamahnya... "


Dengan replex Ais menunjuk bekas jamahan itu dengan tangannya.Telinga,leher,dada dan terakhir perutnya tapi tatapan Ais masih tenggelam dalam sorot mata Aiman yang memancarkan cinta, kasih dan kelembutan membaut Ais sedikit terbuai .


Entah sejak kapan Aiman sudah membuka kerudung dan kancing baju tunik yang Ais pakai.


Cup.. cup...


Dengan lembut dan sangat hati-hati Aiman mencium telinga, leher dan dada Ais sesekali Aiman melirik Ais apa Ais masih takut atau tidak. Tangan Aiman mengepal kuat hatinya sangat sesak melihat masih ada rasa takut dari sorot mata Ais.


Sekelebat bayangan itu datang lagi di mana Bagas mencium perutnya membuat Ais gemetar kembali.


"Hikk.. jangan.. jang... "


"Saya suami mu... Khumairoo.. "


"Jangan takut... SAYA SUAMI MU... "

__ADS_1


Potong Aiman kembali mengunci tatapan Ais lagi dengan tangan menangkup lembut pipi Ais yang sudah basah lagi dengan air mata.


"Su.. suamiiii.... "


Aiman hanya mengangguk pelan membuat Ais terdiam.


Grep....


Ais memeluk erat Aiman membuat Aiman begitu terkejut dengan apa yang terjadi.Sebuah keajaiban istrinya memeluk dirinya.


Aiman membalas pelukan Ais tak kalah erat sambil menitikan air mata haru" Terimakasih ya Allah... ".


Elusan lembut yang Aiman berikan ke punggung Ais membuat Ais merasa tenang dan nyaman hingga kedua matanya terpenjam kembali. Dengan pelan Aiman membaringkan lagi Ais dan memasangkan kembali infusan yang sempat tercabut karna berontaan Ais tadi.


Terdengar dengkuran halus di bibir mungil Ais membuat Aiman menyunggingkan senyum ,kedua matanya tak lepas dari wajah sang istri lalu berhenti pada bibir Ais yang masih membiru karna tamparan.


Bercak kemerahan yang ada di leher dan dada Ais mulai memudar membuat Aiman memejamkan kedua matanya sesak.


"Aku berjanji akan menghapus jejak itu dalam bayanganmu.. hingga hanya aku yang ada di pikaranmu bukan ketakutan."


"Ijinkan aku untuk selalu menjaga dan melindungimu dengan segenap kemampuanku.... dan tak akan ku biarkan kau terluka.. "


Gumam Aiman lalu berbaring di samping Ais. Aiman menarik pelan pinggang Ais supaya merapat ketubuhnya.


Ada guratan aneh di wajah Aiman,entah apa?. Seperti ada sesuatu yang di takutkan terjadi.


"Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita..Tidak akan. "


Cup....


Aiman mencium pipi Ais membuat Ais sedikit terusik dalam tidurnya lalu terlelap kembali.




Jauh di negara orang seorang gadis nampak mengamuk membanting semua barang yang ada di dekatnya, hingga kamar yang begitu indah menjadi berantakan tak terbentuk.



Kedua matanya memerah dengan sorot mata tajam melihat sebuah poto seseorang yang sedang duduk di atas motor sport berwarna hitam.




"Ha.. ha... dan jika aku tidak bisa mendapatkanmu... maka siapapun tak boleh. "



Tegasnya dalam bahasa Turki dengan senyum seringai.



Cup...



"Kau miliku... "



Di peluknya poto itu seperti barang yang sangat berharga membuat gadis itu akan gila jika tidak mendapatkannya.



Sedangkan kedua orang tua gadis itu nempak kewatir dengan keadaan anaknya yang mengamuk bak orang gila.



Dor... dor....



"Emeliii.... buka pintunya baby.. "



"Jangan sakiti dirimu... nak...momy mohon.. "



Teriak orang tua Emeli tapi sayang Emeli hanya menuli dengan bibirnya yang terus tersenyum mengelus-elus poto tersebut.

__ADS_1



"Sayang gimana ? aku takut terjadi sesuatu.. "



Ucap Alev sang ibu Emeli sedangkan Murat sang ayah hanya diam saja dengan rautannya sendiri. Murat tau anaknya tidak akan berbuat nekad yang akan mencelakakan dirinya sendiri.



"Tenangkan dirimu... Aku tau Emeli hanya emosi saja.. dia tidak apa-apa.. "



"Ta.. tapi aku takut hik... "



Murat memeluk sang istri yang nampak kewatir dengan keadaan anaknya yang terus mengamuk.



Emeli anak tunggak dari pasangan Murat dan Alev gadis penuh ambisius dan tantangan di dalam kamus nya tak ada kata menyerah sebelum berjuang.



Terkadang memang Emeli akan bersikap tempramen jika apa yang dia inginkan tak bisa dia dapatkan.



Cklek....



Pintu kamar terbuka membuat Alev langsung membuka pelukan suaminya dan menghambur memeluk anaknya yang nampak kusut dengan mata bengkaknya karna dari tadi menangis.



"Baby kamu gak papah kan, apa ada yang terluka sayang.. "



Ucap Alev kewatir sambil membulak-balik tubuh anaknya takut ada kulitnya yang tergores.



"Aku baik-baik saja Mom.. "



Jengkel Emeli pusing karna ibunya terus memutar-mutar tubuhnya sedangkan Murat hanya menggeleng kepala saja.



"Syukurlah kalau begitu.. "



"Aku mau pergi ke Indonesian.. "



"Apa!!! "



Pekik Alev dan Murat membuat Emeli menutup telinganya karna sakit.



"Mau apa kamu kesana"



Telisik Murat karna ada yang aneh dengan gelagat anaknya.



"Merebut apa yang harus jadi miliku... "



Deg....

__ADS_1


__ADS_2