Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 105 Roda Kehidupan


__ADS_3

Jika keputusan kemaren malam adalah yang terbaik bagi Ais dan keluarganya, maka Ais akan ikut kemanapun sang suami pergi walau itu harus jauh dari sang abi.


Karna bagi Ais ridho sang suami adalah nomor satu dari apapun.


Dan Ais juga tidak mau menjadi penghalang apa yang sang suami lakukan, berbuat kebaikan demi orang lain adalah hal mulya yang harus Ais dukung.


Jadi dokter itu tidaklah mudah karna sesungguhnya dia juga memikul beban yang berat dimana seorang dokter harus berjuangan demi menyelamatkan beribu-ribu nyawa orang disetiap harinya yang masuk rumah sakit.


Ais hanya ingin menjadi istri yang kuat mendukung apaun yang sang suami lakukan apalagi hal itu hal yang mulia.


Jika Ais tak mendukung bagai mana Aiman akan terus berjuang jika saja belahan jiwanya tak ikut bersamanya.


Hal pertama adalah kebahagiaan keluarga yang Aiman lakukan karna keluarga adalah sumber kebahagiaan Aiman sendiri.


Begitulah suami istri harus saling mendukung satu sama lain jangan saling egois hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.


Sejatinya istri menurut apapun yang sang suami katakan jika itu ucapan hal kebaikan kecuali jika suaminya mengarahkan kepada keburukan maka Haram bagi sang istri menurutinya.


Karna Allah tidak pernah memerintahkan pada setiap hambanya kepada keburukan. Halnya yang pernah Rosulullah Salallahalaihi Wasalam katakan " La Thoa'at Filmaksiat 'Tidak ada kethoaatan(menurut) dalam kemaksiatan "


Selagi sang suami mengajak kebaikan bahwa itu adalah kemaslahatan untuk keluarganya maka wajib sang istri untuk mendukung dan mendoakannya.


Pada dasarnya kesuksesan seorang suami karna ada seorang istri hebat dibelakngnya. Begitupun sebaliknya, Kesholehahan sang istri karna ada suami yang membingbingnya Menuju jalan ridhonya Allah.


Membangun rumah tangga bukan juga masalah Finansial melainkan Iman yang harus kokoh terlebih dahulu.


Karna kehidupan itu terdiri dari banyak pilihan ada yang baik ada yang buruk, jangan larut dalam penyesalan. Perubahan pasti datang pelan-pelan,jangan memaksa untuk sebuah keadaan jalani saja dengan penuh kepasrahan.


Tapaki kehidupan selangkah demi selangkah sambil bersyukur berharap sebuah berkah.Berhasil atau gagal dalam rumah tangga itu adalah satu paket karna semua adalah ujian dalam kehidupan rumah tangga.


Tetaplah optimis jangan buat hati menjadi redup ,hidup ini terlalu singkat untuk sebuah penyesalan, masa lalu dan kesedihan maka keluarlah dari lembah kebodohan itu.


Jangan mau terjebak oleh halusinasi yang membuat kita lupa diri, sebenarnya siapa sih kita ini!.


Kita adalah Hamba! atau seoarang Anak, Mahasisawa atau seoarng istri bisa juga seoarang suami.


Maka tamankanlah keimanan adalah kunci keselamatan dalam membangun rumah tangga yang sakinah,Mawadah, dan Warohmah.


Rumah tangga yang Sakinah, Mawadah, dan Warohmah adalah keinginan semua orang begitupun Ais dan Aiman yang selalu berusaha menjadi suami yang baik.


Sudah Ais tekadkan dia akan ikut sang suami ke-Turki dan akan menetap disana dua bulan lagi karna banyak yang harus Aiman urus dahulu sebelum keberangkatannya ke-Turki.


Dan besok Ais dan Aiman akan berkunjung kerumah Abi dan memberitahu akan keinginan Aiman yang akan pindah.


Tapi ada sedikit yang Aiman takutkan kalau sang istri tidak betah atau kangen pada abi Azam yang membuat sang istri bersedih.


"Sayang tidak apa-apa kan, Sayang bertemu dengan nya? "

__ADS_1


Tanya Aiman hati-hati karna sang istri takut masih trauma.


"Gak apa-apa By, doakan saja semoga trauma itu sudah sembuh.. "


"Amin Semoga sayang.."


Tok... tok...


Ketukan pintu membuat Aiman langsung berjalan kearah pintu dan membukanya.


Cklek...


"Maaf tuan Tamu tuan sudah datang.. "


"Baik Bi,Tolong kasih minum dulu sebentar lagi saya turun.. "


"Baik Tuan.. "


Ucap Bi Sumi langsung kembali kebawah lagi menyiapkan apa yang Aiman suruh.


"Sayang ayo, katanya sudah datang.. "


"Bentar By, Ais pakai kerudung dulu.. "


Sesudah selesai memakai kerudung Aiman langsung menggandeng tangan sang istri turun kebawah.


Langkah kaki Aiman dan Ais membuat sang tamu langsung melirik lalu tersenyum melihat begitu serasinya mereka.


"Maaf membuat kalian menunggu.. "


"Tidak apa-apa Dok,Tapi boleh saya tau kenapa saya disuruh datang kesini sama Dokter Hendra.. "


" Bacalah... kalau sudah, bisa kamu putuskan dan tentu semua itu butuh keputusan abang kamu juga.. "


Ucap Aiman membuat Vina sedikit takut tapi Vina tetap membukanya dan membaca lembar demi lembar berkas yang Aiman berikan.


Mata Vina langsung melotot membaca berkas itu tak percaya dengan apa yang dia baca.


"Ba.. bang... "


Lilir Vina entah harus bahagia atau apa, rasanya Vina saat ini ingin berteriak saja.


"Bagai mana? "


Vina langsung melirik sang abang yang ada disampingnya.


"Ini adalah impiaan Adek, abang akan mendukungnya dan abang yakin bang Andi juga akan setuju . Mamah dan Ayah pasti bangga sama Adek.. "

__ADS_1


Ucap lembut Bagas sambil mengelus kepala sang adik yang dibalut kerudung. Kehangatan yang Bagas ciptakan membuat Ais sedikit terharu tarnyata Bagas yang dulu telah kembali.


"Jadi! "


Tanya Aiman memastikan jika Vina memang menerima tawarannya.


"Suatu kehormatan bagi saya untuk menerima kontrak ini, Dok. Insyaallah saya setuju, dan mohon bingbingannya nanti.. "


"Alhamdulilalh.. kalau begitu Minggu depan saya akan urus keberangkatan kamu, dan kamu jangan kewatir disana juga ada Emely yang membantu kamu mengurus semuanya.."


Ucap Aiman sudah memutuskan kalau akan mengontrak Vina bekerja di rumah sakit terbesar di Turki dimana Sang Ayah yang memegang rumah sakit itu. Karna Aiman butuh dokter-dokter muda Hebat untuk membantunya nanti disana.


Nampaknya suasan semakin hangat karna Ais sudah sembuh dari Tromanya dan tidak ketakutan lagi ketika melihat Bagas membuat Aiman tersenyum melihat sang istri yang nampak asik mengobrol dengan Vina.


Ais sudah memaafkan Bagas sudah lama ketika kejadiaan penculikan dimana dalang dari semuanya adalah Paman sang suami sendiri. Dan bahkan yang paling Ais terkejut ternyata Aiman dan Vina masih terikat saudara membuat Aiman merekomondasikan Vina untuk bekerja di Turki.


Begitupun dengan Emely sudah tak ada ketentangan lagi karna Emely mengaku menyerah walau bagai manapun Aiman hanya menganggap Emely sebagai adiknya sendiri.


Emely dan kedua orang tuanya minta Maaf sebelum mereka terbang ke Turki lagi pada waktu itu Ais sedang dirawat dirumah sakit.


Saling memaafkan bukan perkara mudah tapi dengan memaafkan hati kita akan tenang. Begitulah yang Ais rasakan sekarang, melepas semuanya berawal dari memaafkan karna dengan memaafkan hati kita akan terasa damai.


Tak ada ketakutan atau kesedihan karna kita terlarut dari rasa sakit itu sehingga sulit bagi kita melupakannya tapi jika kita menerima dan memaafkan semuanya maka Allah gantikan dengan ketenangan dan kebahagiaan.


Karna itu semua hanya roda kehidupan!


" Kapan Anda menikah, saya rasa umur anda sudah cukup.. "


Uhukk.. uhukkk


Celetuk Aiman membuat semua mata tertuju pada Bagas yang sedang berbatuk karna terkejut dengan ucapan suami orang yang dulu Bagas cintai.


"Emmz Saya belum menemukan yang pas.. "


"Jangan menunggu yang pas, karna Jodoh bukan dilihat dari pas pantasnya dirinya atau tidak untuk kita, tapi bagai mana kita menjadikan dia Pantas berada di samping kita. "


"Doakan saja semoga Jodoh saya sudah dekat.. "


Amin...


Ucap semua orang sambil terkekeh karna jawaban mereka sama.


"Pantas saja Ais memilih Aiman karna dia begitu sempurna dalam segi apapun berbeda dengan ku .Semoga kalian selalu bahagia.. "


"Aku tak sempurna seperti apa yang kamu pikirkan.. "


Deg...

__ADS_1


Bagas terlonjat kaget karna Aiman mengetahui isi pikirannya. Bagas lupa kalau Aiman bukan sekedar dokter bedah tapi dia juga seorang spikolog.


__ADS_2