Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Episode 127 Ungkapan Cinta


__ADS_3

Aiman bernafas lega ternyata sang istri tidak marah pada dirinya,padahal Aiman sudah menyiapkan mental akan amarah dan makiaan sang istri.


Tapi ternyata pikirannya melesat jauh,walau beberapa pertanyaan harus Aiman jawab dengan jujur.


Tidak ada alasan bagi Ais untuk marah karna alasan sang suami membuat Ais bisa menerimanya. Ais percaya apapun yang dilakukan sang suami pasti yang terbaik untuk dirinya.


Sudah menjelaskan semuanya Aiman mengajak sang istri kembali lagi kekamar, Ais hanya mengangguk tanda setuju.


Tapi ada satu yang Aiman kewatirkan dimana ucapan sang istri bak titah tak boleh dibantah. Aiman hanya takut bagai mana kalau anak keduanya perempuaan apa Aiman harus menyetujuinya atau tidak, kalau Aiman perotes takut sang istri semakin murka.


"Emmz.. sayang.. apa tak ada syarat yang lain! "


Ucap Aiman duduk disisi ranjang bersama sang istri, Ais hanya menggeleng tanda ucapannya tidak mau dibantah.


"Sayang.. bagai mana kalau anak kita perempuaan masa harus kaya laki-laki.. "


"Jangan yang itu ya... ganti aja syaratnya ! "


"No, By.. Itu sudah keputusan Ais. Salah siapa hubby tidak bertanya dulu sebelum mengembangkan bakat Fatih! "


"Aduh sayang kan itu hal yang berbeda! "


"Sudah... Ais mau tidur.. "


"Janti dulu syaratnya ! "


"Tidak. "


"Yang... "


"Astagfirullah... Hubby... Ais ngantuk. Kasihan baby kalau hubby ajak berdebat lagi. "


"Tapi syarat sayang tidak masuk akal, gimana kalau nanti dia berubah jagi kejam. "


"Ittss hubby jangan ngaur, masa ngomong begitu. Ais hanya ingin dia jadi wanita tangguh.. "


"Tapi tidak begitu juga caranya sanyang.. "


Grep...


Ais dengan kesal membaringkan sang suami hingga terlentang dengan cepat Ais langsung menarik sang suami kedalam pelukannya.


"Sudah malam, ayo tidur.. "


"Ta.. "

__ADS_1


"Suttt bisa diam gak hubby jangan berisik, Ais ngantuk nih by.. "


Lilir Ais mulai melemah membuat Aiman hanya menghela nafas pelan, bukannya tidur tapi Aiman sungguh tidak bisa memejamkan kedua matanya. Bagai mana Aiman bisa tidur dengan posisi seperti ini, sengaja atau tidak kenapa sang istri sangat ceroboh.


Emmmz...


Ais menggeliat mencari posisi nyaman, tapi gerakan Ais malah membuat Aiman memanas, apalagi kepala Aiman berada di dada sang istri.


"Sayang.. "


Ucap Aiman pelan sambil berusaha melepaskan pelukan sang istri dikepalanya.


Sitt... jika begini mana tahan, jerit batin Aiman.


Ais merasa tidak nyaman dengan tidurnya seakan ada sesuatu yang menggelitik membuat Ais terpaksa membuka kedua matanya.


"Settt.. ah.. emmz.. "


Dengan cepat Aiman membungkam mulut sang istri dengan bibirnya membuat Ais langsung mebelalakan kedua matanya saking terkejut.


"Jangan teriak nanti orang rumah bangun semua.. Maafkan hubby. "


Bisik Aiman merasa bersalah karna sudah mengganggu tidur sang istri padahal Aiman tau sang istri dari tadi kelelahan.


Ais yang mendengar bisikan sang suami merasa terenyuh, istri macam apa Ais tak bisa mewujudkan keinginan sang suami dia tadi malah tertidur saking kantuknya.


"Lakukanlah .."


"Yakin sayang.. "


Bibir Aiman tertarik kesamping tetkala sang istri mengangguk sambil membelai pipinya.


Dan pada akhirnya sepasang suami istri itu sedang berbagi kenikmatan dunia semoga apa yang mereka lakukan dilimpahkan rahmat Allah pada mereka. Aiman dan Ais semata-mata mencari ridho Allah dengan sentuhan kulit satu sama lain semoga menjadikan peng gugur dosa-dosa mereka.


"Terimakasih sayang, Tidurlah.. "


Ucap Aiman hos-hosan sambil membelai pipi sang istri, Ais hanya mengangguk saja karna sungguh berat untuk sekedar mengucap. Tampa diperintah lagi Ais sudah terlelap kembali membuat Aiman langsung menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya.


"Kau wanita luar biasa sayang.. "


Gumam Aiman sambil memejamkan kedua matanya ikut menyusul mimpi sang istri.


"Ya Allah ampunillah dosa-dosa hamba dan dosa-dosa suami hamba, hamba tau enggaku yang mengetahui perkara gaib.Berikanlah kesabaran dan keikhlasan bagi hamba menjalani rumah tangga ini. Jadikanlah hamba istri yang baik bagi suami hamba, jadikan hamba istri yang selalu mendukung apapun keputusan dia, yakinkan hati ini bahwa apa yang dia putuskan adalah yang terbaik bagi keluarga kecil hamba. Dan lindungilah keluarga kecil dari sesutu yang tidak diinginkan. Haya kepadamu hamba berserah, jangan jadikan ketakutan hamba menjadi bumerang bagi hamba dan suami hamba. Kau maha tau segalanya kuatkan hati ini ya Allah... "


Amin...

__ADS_1


Deg..


Ais terlonjat kaget ketika doanya ada yang mengamini.Ais berbalik ternyata sang suami sudah bangun sambil tersenyum dengan muka bantalnya.


Aiman berjalan kearah sang istri lalu duduk disebelahnya, ditatapnya wajah sang istri yang sangat cantik dibalut mukenanya tapi hati Aiman teriris tetkala melihat pada mata sang istri yang memerah habis menangis.


" Maafkan hubby jika apa yang hubby lakukan malah menyakiti sayang.Apa yang harus hubby lakukan supaya sayang tidak bersedih lagi? "


"Tidak by, mungkin akhir-akhir ini pikiran dan hati Ais sedang bermasalah. Cukup hubby selalu ada disamping Ais dan berjanji tidak akan pernah terluka lagi. "


Grep...


Aiman menarik sang istri kedalam pelukannya sesekali Aiman mencium puncak kepala sang istri yang masih dibalut mukena.


"Maafkan hubby yang selalu membuat sayang kewatir, bersabarlah semua kejadiaan ini tidak akan terulang kembali. Dan maafkan hubby yang selalu menempatkan sayang diposisi seperti ini, hubby juga tidak mau tapi mau bagai mana lagi. Allah memberikan sesuatu entah ini anugrah atau kesialan bagi hubby ,tapi hubby bersyukur Allah mengirimkan bidadari menjadi penguat bagi hubby. Tidak ada alasan bagi hubby untuk tidak mensyukurinya, Allah maha baik hubby hanya bisa menerima anugrah ini walau hidup hubby penuh ancaman dan bahaya tapi ada sayang di sisi hubby membuat hubby semakin yakin kalau ini adalah anugrah bukan kesialan. "


"Dan mungkin garis takdir hubby tak seindah masa kecil sayang tapi hubby bahagia hadirnya sayang dihidup hubby. Menjadi pelangi disaat hati ini sedih, menjadi penguat disaat hubby rapuh dan menjadi ladang pahala disaat hubby lalai."


Ais tak henti-hentinya meneteskan air mata mendengar apa yang keluar dari mulut sang suami, seberuntung itukah Ais mendapatkan suami seorang Aiman yang begitu sabar dalam menghadapi segala cobaan.


Bukankah Ais disini yang beruntung mendapatkan suami seperti Aiman bukan Aiman yang beruntung mendapatkan Ais. Ais hanya seseorang yang lemah akan iman, tapi beruntungnya Ais mendafat suami yang selalu menasehati dan mengajarkan apa itu ujian.


Aiman selalu menjadi lindung disaat Ais rapuh benjadi kekuatan disaat Ais lemah menjadi ladang pahala disaat Ais lalai.


"Entah apa yang harus Ais katakan! bahwa Ais sangat mencintai hubby. Walau Ais tau cinta Ais tak sebesar cinta yang Hubby berikan. Jangan pernah lelah untuk terus mengingatkan dan membingbing Ais supaya kita beriringan menuju surga-Nya. "


"Ais mencintai Seorang Aiman Mahmued.. "


"Dan Cinta Aiman hanya untuk Aisyah Khoer El-qolayuby. "


Ungkapan Cinta tak henti-hentinya Ais dan Aiman ungkapkan, semoga apa yang Aiman dan Ais lakukan menjadi kekuatan rumah tangga mereka.


Amin...


.


.


.


.


Bersambung....


**Mana Votenya he.. he...

__ADS_1


Dan jangan lupa juga Like, Komen, dan Hadiahnya.


Terimakasih**..


__ADS_2