
Jangan lupa yah budidayakan
Like
Komen
Vote nya....
Selamat membaca dan semoga kalian sukaaaa........ he.. he...
Umi Rahma dan Abi Azam hanya tersenyum melihat kemesraan putrinya bersama sang suami.
Saling menyuapi satu sama lain, bahkan Aiman tak malu untuk menunjukan rasa cinta dan sayang nya pada Ais di hadapan sang mertua.
Sedangkan Adam hanya mengerucutkan bibirnya sangat sebal dengan kemesraan kakaknya.
"Khumairo sudah yah makannya.. ini pedes nanti sakit perut... "
Larang Aiman karna kewatir dari tadi sang istri sudah menghabiskan empat bungkus makanan pedas yang berbeda jenis dan sekarang masih memaksa ingin makan seblak yang membuat Aiman bergidik dengan warna pedasnya.
"No, Hubby... "
Tolak Ais merebut kap seblak yang di pegang Aiman. Pada akhirnya Aiman hanya pasrah saja membiarkan sang istri memakannya.
Umi Rahma tersenyum penuh arti melihat tingkah sang putri yang mengunyah seblak penuh binar.
"Kayanya sebentar lagi kita akan jadi Kakek dan Nenek,Mas..."
Gumam Rahma menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang suami.
"Sepertinya, Dek.. "
"Apa kita juga bikin lagi... "
Pletak...
He.. he...
Rahma memukul dada bidang Azam sambil melotot membuat Azam hanya terkekeh geli. Sambil mengecup puncak kepala Rahma dan kembali menyandarkan kepala sang istri ke dadanya.
Adam mendengus kesal melihat kemesraan dua pasangan itu, membuat Adam pergi keluar sambil membisikan sesuatu pada telinga Air.
"Bang cepet bangun Dede gak kuat jika harus jadi kambing kesepian melihat kemesraan dua pasangan yang Abang sayang... "
Sesudah berbisik Adam keluar menuju taman sambil melihat-lihat banyak pasien yang sedang berada di taman.
Berbeda lagi dengan seseorang yang tersenyum bahagia melihat bangunan di depan matanya.
Dia melangkah mendekati gerbang dan memencel tombol. Nampaklah pak Muh yang keluar dan menyerngit bingung melihat siapa yang bertamu pasalnya pak Muh tak mengenal.
"Maaf cari siapa Nona... "
"Maaf.. Non.. saya tidak menginjinkan orang luar masuk kedalam.. "
Cegah pak Muh membuat seseorang itu mendengus kesal karna jalannya di halangi.
"You.... Saya.. ingin bertemu sama calon suami saya... "
Pak Muh hanya menyerngit heran sambil melihat penampilan gadis yang masih berdiri di depan gerbang dengan raut sombongnya.
__ADS_1
Mau bertemu calon suami, emang di sini siapa calon suaminya? tuan kan sudah menikah!! masa Badar sih, batin pak Muh. karna bingung siapa yang gadis ini maksud dari tampangnya seperti orang berada masa iya Badar mempunyai pacar gadis, pikir pak Muh lagi.
"Minggir... "
Gret...
Pak Muh mencengkal lengan gadis itu dan menyeret lagi keluar dengan sedikit kasar karna gadis itu memberonta.
"Gak sopan masuk rumah orang sembarangan..... "
"Hey.. saya ini calon istrinya Aiman, saya ingin bertemu dengannya.. "
Bentak gadis itu membuat pak Muh malah tertawa.
Ha.. ha...
"Cantik-cantik gila... "
Brak...
Pak Muh langsung menutup kembali gerbang membuat gadis itu bertambah murka.
"You're crazy.... "
Dor... dor....
Teriak gadis itu murka sambil menendang-nendang pintu gerbang ingin masuk, namun pak Muh hanya menulikan telinganya masa bodo dengan teriakan gadis itu.
Gumam pak Muh langsung masuk tak peduli lagi dengan teriakan gadis itu.
Awalnya pak Muh terkejut dengan kedatangan gadis yang super cantik tapi tidak mengalahkan keimutan nona mudanya, mendengar mengaku calon istri tuannya pak Muh jadi tau siapa gadis itu.
Gadis yang tuan Mudanya larang jika datang apalagi memaksa masuk.
"Saya harus kasih tau tuan... "
Gumam pak Muh masuk kedalam dan menutup rapat pintu utama tak lama menguncinya takut gadis itu nekad karna Aiman sudah menjelaskan siapa gadis itu dan bagai mana karakter dan sifatnya. Hingga pak Muh memberitau bi Sumi dan Badar membuat mereka mengangguk mengerti.
"Ha.. ha... "
"Berhenti... sialan.... "
Teriak gadis itu pada sahabatnya dengan bibir yang mengerut dari tadi sahabatnya terus menertawakannya.
"Ely sudah lah... jangan ganggu rumah tangga orang,loe kan cantik, baik, dan pinter pasti banyak yang suka sama loe... "
"Brisikkkk.... Andiiii.... "
Teriak gadis yang di panggil Ely kedua matanya memerah menatap tajam sahabatnya yang terus mengoceh.
"Kakak Elyyy... "
Gemas Andi mencubit pipi Ely membuat pipi putih itu jadi memerah.
__ADS_1
"Ye.. ye... kak Andi... "
Kesal Ely sambil menepis tangan Andi yang akan mencubit pipinya lagi.Sedangkan Andi hanya terkekeh geli saja. Gadis keturunan Turki itu sangatlah keras kepala,bagai mana mungkin jauh-jauh ke Indonesia demi mengejar seseorang yang sudah milik orang lain, pikir Andi sambil menggeleng-gelengkan kepala.
"You mau kemana ? "
Tanya Ely menyerngit heran karna ini bukan jalan menuju Rumah sakit melainkan jalan menuju pemakaman Umum (TPU).
Ucapan Ely kadang membuat Andi terhibur sendiri, bahagi mana tidak suara Ely yang melapalkan bahasa Indonesia sungguh bak orang yang cadel.Kadang mengerti kadang tidak.
"Mau bertemu seseorang yang sudah membawa separuh hati dan jiwaku"
Jawab Andi dan langsung keluar mobil tampa menghiraukan ocehan Ely. Andi tak lupa membawa sebuket bunga tulip karna bunga itu kesukaan sang kekasih.
Ely hanya mendengus kesal karna Andi meninggalkannya, dengan cemberut Ely menyusul Andi menelusuri pemakaman.
Hingga Andi berhenti di salah satu gundukan yang terpangpang indah ukiran sang kekasih.
"Assalamualaikum.. Sayang... "
Ucap Andi menahan sesak di dadanya sekuat tenaga cairan bening itu Andi tahan tapi luluh juga.
"Ma.. ma'afkan aku.Kamu ta...tau... putri kita sudah besar dan cantik seperti kamu... "
"Semoga kamu baik-baik saja di alam sanah.. Ter.. terimakah kau sudah memberi warna dalam hidupku walau.. i.. itu hanya sesaat.. "
"Andai... waktu bisa ku ulang ra.. rasanya aku ingin memberi kenangan yang begitu manis bukan kepahitan yang kau dapat... Ma'af.
Apa kamu tau, kepergianmu berhasil membawa separuh hati dan jiwaku... Ak.. aku baru sadar bahwa aku sangat mencintaimu... "
Untaian kata dengan linangan air mata tak bisa Andi tahan, dadanya sungguh begitu sesak jika mengingat kenangan buruk yang Andi beri pada sang kekasih yang sudah tak bisa Andi dekap kembali.
Sudah mencurahkan isi hatinya Andi langsung berdoa.
Sedangkan Ely hanya diam dengan guratannya sendiri melihat dan mendengar ungkapan rasa yang Andi keluarkan dari mulut bergetarnya.
Ely kembali mengekor Andi dari belakang yang Andi kira Ely tidak mengikutinya.
"Jiarah kemakam siapa? "
Tanya Ely karna begitu penasaran dengan sosok yang Andi puja. Andi hanya tersenyum sambil masuk di ikuti Ely.
"Is.. istriku... "
Deg....
Ely tertegun mendengarnya, ada kesesakan ketika Andi mengucapkannya. Entahlah membuat Ely jadi penasaran siapa gadis yang sudah merubah seorang Andi Hermansyah.
Laki-laki dingin penuh kegelapan, Ely tau itu ketika Andi kuliah di Turki waktu itu Ely adik tingkatnya.
Suara canda tawa anak-anak semakin jelas di pendengaran Ely tetkala Andi membawa Ely ketaman kanak-kanak.
"Sayang... "
"Papah.... "
__ADS_1
Deg....