Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesod 6


__ADS_3

..."*Penyesalan memang selalu di ujung ...


...tapi...


... apalah daya, ...


...semua-nya sudah terjadi"...


...~A*~...


...**********...


Kehilangan memang menyakitkan tapi apalah daya,itu sudah menjadi kehendak-nya yang tidak bisa kita tolak.


Semua terjadi karna ku, kenapa aku selalu menyakiti umi dan abi, ada apa dengan ku ?.


Ya Tuhan jangan kau uji hamba dengan perkara yang hamba benci.


Kenapa semua nya jadi begini? kenapa aku membencinya? bukankah itu sudah takdir yang sering abi bilang tapi dengan bodoh nya aku malah kerasukan shetan yang terus menutup mata hatiku supaya membenci akan perjodohan!


Bukankah umi dan abi tidak akan membuat anak-nya menderita? inilah aku anak yang selalu disayang tapi malah menyakiti.


Anak yang penurut tapi malah membangkang pantaskah aku masih menjadi anak abi dan umi setelah apa yang aku lakukan.


Batin Ais penuh penyesalan dengan linangan air mata yang dari tadi tampa henti dengan tatapan kosong nya.


"Teh"


"Semuanya sudah takdir jangan terus menyalahkan diri teteh sendiri , dari tadi umi terus nanyain teteh. Apa teteh tidak mau menemui umi? "


"Bi.. "


"Stttt.... "


"Hik.. hik... teteh su.. sudah menyakiti hati u.. umi.."


" Abi sudah bilang ini adalah takdir sayang, jangan terus menyalahkan diri teteh terus. Umi jauh merasa sedih jika teteh terus begini.. "


"Hik.. bi.. "


"Stttt.... "


Azam terus mempererat pelukan nya pada sang putri sambil mengelus-elus punggung nya memberikan ketenangan dan kenyamanan pada anak manjanya.


Tiga puluh menitpun sudah.Sekarang Ais sedikit lebih tenang di pelukan abi-nya.Ais menghapus sisa air mata yang masih menggenang di pelupuk matanya pelan.


Azam menggenggam tangan Ais lembut bahwa semua baik-baik saja, jangan takut.


Ais menghela nafas kasar, dengan gemetar Ais membuka pintu ruang rawat Rahma yang sendari tadi menunggu anak manjanya.

__ADS_1


"Mi.. "


Lilir Ais gemetar ada rasa takut, sedih dan menyesal . Apa lagi Rahma hanya menatap datar Ais yang semakim gemetar menghampiri Rahma yang sedang berbaring.


Di sisi kiri ada Air yang sedang duduk menatap interaksi dua wanita yang hanya diam kaku. Azam melirik pada Air memmbuat Air langsung berdiri karna mengerti akan isyarat Azam.


"Mi.. "


"Ma.. maaf kan teteh.. "


Rahma hanya diam enggan untuk bicara membuat hati Ais semakin sesak penuh penyesalan tapi apalah daya beras sudah menjadi nasi tidak bisa kembali .


"Te.. teteh.. ha.. "


Deg....


Ais semakin di buat sesak saat Rahma memalingkan wajah nya ketika Ais sudah di samping nya . Membuat air mata Ais kian deras keluar tampa henti dengan tubuh yang gemetar hebat hingga isakan pun mulai terdengar.


" Apa itu hasil didikan umi sama abi.. "


Jeder...


Ais menggeleng-gelengkan kepala merasa sesak dengan apa yang Rahma ucapkan,hatinya begitu teriris apa lagi melihat kedua mata Rahma yang sudah mengembun. Sebegitu besarkah Ais membuat kesalahan.


"Ti.. tidak umi, semua salah teteh "


"Ma.. maaf kan teteh mi, maaf teteh sudah menyakiti hati umi.. sampai.."


"Umi tidak apa-apa Jika harus kehilangan dedek baby ta.. tapi... "


Rahma menjeda ucapan nya membuat Ais langsung mendongkak menatap Rahma. Apa yang akan Rahma ucapkan selanjut nya.


"Ta.. tapi umi kecewa ternyata teteh masih menyimpan rasa benci itu.. "


Deg...


Lagi-lagi Ais di buat menegang membuat sekujur tubuh nya jadi kaku.


Ternyata umi nya marah bukan karna gara-gara keguguran melainkan rasa benci itu. Tapi sungguh sakit jika Ais harus mengingat itu.


"Mi.. "


Lilir Ais semakin bergetar.


"Dengarkan umi nak.Kepergiaan Ana itu bukan salahmu atau salah orang lain, semuanya sudah menjadi kehendak-nya . Setiap manusia sudah mempunyai garis takdir-nya tersendiri begitupun dengan teteh. "


"Tidak semua di dasari perjodohan itu menyakitkan ada dasar nya kebahagiaan di balik nya. Jangan buat hati teteh terus terbelenggu dengan rasa benci dan sakit itu.


Rahma menarik tubuh anak manjanya kedalam pelukan nya lembut menyalurkan kasih sayang dan cinta. Ternyata Ais belum mengerti akan namanya 'kehidupan', maka umi akan meluruskan-nya nak, batin Rahma.

__ADS_1


"Umi tau Teteh sakit dan benci bersamaan. Sakit ketika teteh tidak bisa menolong Ana di depan mata teteh sendiri dan Benci karna teteh hanya tau-nya Ana menderita di lingkaran perjodohan . sepertinya teteh melupakan satu hal !" .


Ais melerai pelukan Rahma karna bingung apa yang umi-nya maksud di kata terakhir ,seperti ada sesuatu yang Ais tidak tau? .


Melihat tampang bingung Ais membuat Rahma tersenyum tipis ternyata anak-nya benar-benar tidak tau apa-apa.


"Sebenar nya sebelum Ana di jodohkan Ana mempunyai riwayat sakit jantung yang sudah akut "


Durrrt...


Ais kembali lemas dengan apa yang barusan Rahma katakan membuat sekejur tubuh nya kembali bergetar dengan sigap Rahma memeluk Ais kedalam pelukan nya kembali .


"A.. ani.. dia..."


" Yah sakit jantung itu yang mengantarkan Ani pada pemilik-nya(Allah) melalui suaminya . Allah lebih menyayangi Ani dari pada kita hingga Allah mengambil nya terlebih dahulu. 'Cukup kesakitan yang kamu rasa di dunia sekarang saat nya kamu bahagia ' mungkin itu yang Allah katakan pada Ani. Kita sebagai hamba tidak tau? jalur kasih sayang Allah pada kita. Apa harus jalan kesedihan atau kebahagiaan dua-dua nya hanya tempat ujian Teh. Karna pada dasar nya kesedihan di tuntut kita bersabar dan kebahagiaan di tuntut kita untuk bersyukur kalau kita bisa melewati dua-dua nya insyaallah maka surga Allah bagian-nya. "


"Maaf kan teteh mi.. teteh sudah menyakiti hati umi dan abi "


Lilir Ais pelan tapi masih terdengar jelas di telinga Rahma.


Semoga Ais semakin paham akan takdir dan ketetapan Allah di kehidupan dunia fana ini yang selalu membelenggu manusia yang tidak sadar akan ketetapan.


Jika tidak mau kesakitan maka jangan terlahir.Karna dunia tempat ujian dan cobaan yang harus di jalani dan hadapi, jangan menghindar karna itu sudah ketetapan.


Baik dan buruk nya jodoh kita itu semua adalah bentuk kasih sayang Allah yang di tunjukan dengan cara berbeda . Dan terkadang kita tidak menyadarinya karna hati yang tertutup.


"Ta.. tapi tetap saja di.. dia jahat umi.. "


Kekeh Ais yang sangat benci karna dia sudah menyakiti sahabat nya yang sudah seperti saudaranya sendiri.


Rahma hanya terkekeh mendengar nada kesal anak-nya.


"Teh , semua orang bisa berubah dengan berjalan nya waktu, begitupun suami nya Ana ! "


"Maksud umi.? "


" Andi sudah menyesali semua perbuatan nya dan sekarang dia menghabiskan waktunya membesarkan sarah "


"Ko teteh tidak tau ,umi juga gak pernah bilang! "


"Karna di sini ada benteng gelap yang menutupi mata teteh "


Ucap Rahma lembut sambil menunjuk bagian hati Ais membuat Ais tertegun.


"Asal teteh tau umi dan abi pun sama "


"Sama..? "


" Di paksa nikah.. "

__ADS_1


Deg....


__ADS_2