
Dokter Hendra yang baru keluar dari kamar mandi begitu terkejut mendengar pintu dibuka dengan kasar.
Muncullah sosok gadis dengan mata memerah menatap tajam orang dihadapannya.
Hati Ais berdenyut nyeri melihat sang putra terlentang dengan mata tertutup apa lagi Ais melihat sang suami seakan mau di bunuh.
" Jangan menyakitinya.. "
Sret...
Bruk...
Ais menarik baju paman Alex dengan kasar dan membogemnya hingga paman Alex tersungkur.
Aiman terkejut melihat kedatangan sanng istri secara tiba-tiba dan menyerang paman Alex.
Yang semakin membuat Aiman terkejut lagi melihat sisi lain dari sang istri, mata memerah dengan cairan bening yang keluar dari pelupuk matanya.
Ais menatap tajam paman Alex membuat paman Alex tertegun melihat tatapan itu tatapan yang pertama kali paman Alex lihat dari bocah tengil itu.
Ja.. jadi.
"Kau sudah menyakiti suami dan putraku, jangan harap ka.. "
"Sayang.. "
Deg...
Seketika Ais memberhentikan langkahnya yang akan siap menyerang paman Alex, Tangan Ais dicekal lembut oleh Aiman yang berusaha berdiri.
"By.. dia sudah menyakiti Hubby... hiks... "
"Ah... Aku harus membalasnya... "
Grep....
Dengan cepat Air langsung melompat dan memeluk kakaknya yang sudah hilang kendali dengan keadaan ini.
Sampai -sampai Aiman terkejut akan bentakan sang istri yang pertama kali Aiman lihat.
Fatih yang baru jam tujuh pagi bisa tertidur merasa terganggu tidurnya oleh teriakan dan bentakan.
"Lepas... Teteh harus membalasnya.. dia sudah menyakiti putra dan suami teteh.. "
"Istigfar.. Tenangkan hati teteh.. "
Ucap Air tak kalah membentak membuat Ais langsung terdiam dengan mata yang masih menajam.
Mona dan Abi Azam begitu terkejut dengan apa yang terjadi,inilah yang abi Azam lewatirkan sisi lain dari sang putri keluar.
"Ummah.. "
Jder...
Seketika Ais tersentak mendengar liliran lemah putranya yang memanggil namanya. Kemudiaan Ais berbalik melihat sang putra yang mengucek kedua matanya, Fatih tersenyum kearah sang Ummah dengan senyum muka bantalnya.
"Sayang.. "
Grep...
__ADS_1
Lilir Ais langsung memeluk sang putra yang sempat Ais sangka sudah meninggal.
Ais tidak bisa membendung kebahagiaannya lagi melihat sang putra baik-baik saja,hingga Ais menghadiahkan sang putra sebuah kecupan lalu Ais langsung memeluk kembali sang putra dengan derayan air mata. Fatih nampak diam karna terkejut dengan tingkah ummahnya.
Sedangkan Aiman terdiam dengan kepala pusingnya sambil menatap sang istri datar.
Apa lagi Aiman dibuat terkejut dengan kedatangan sang Istri yang tiba-tiba dan menghajar pamannya.
Bagai mana sang istri tau kalau dirinya berada dipulau ini! dan yang membuat Aiman terkejut lagi abi Azam, Air dan istrinya juga ikut.
"Alhamdulillah sayang kamu tidak apa-apa, dimana Baba! apa baba juga baik-baik saja? "
Cerocos Ais dengan kecemasannya hingga sampai lupa keberadaan sang suami ada di belakangnya.
What ! ada apa dengan Ais bukankah tadi dia masuk melihat suaminya tapi kenapa sekarang malah menannykan hal koyol pada putranya.
"Sayang ko diam, cepat katakan dimana Baba? "
Ucap Ais yang semakin panik membuat semua orang yang ada disana hanya melongo dengan tingkah Ais, apa yang Ais katakan? Sungguh membuat semua orang terheran-heran.
Jelas-jelas tadi Ais masuk sempat berhadapan dengan sang suami tapi kenapa malah bertanya? ada apa dengan Ais ? .
Fatih hanya diam melihat apa yang terjadi pada sang Ummah dan membiarkan sang Ummah mengguncang tubuhnya dengan menanyakan keberadaan sang Baba.
"Apa Ummah tidak sadar kalau Baba ada dibelakang Ummah! "
" Hah.. "
Pekik Ais terperanjat dan langsung membalikan badannya, seketika mata Ais memanas menahan tangis melihat sang suami yang sedang berdiri menyender pada kursi.
Tapi detik berikutnya Ais tertegun melihat ada perubahan dengan wajah sang suami apalagi ada sebuah perban yang membelit pundak sang suami.
"By.. "
Lilir Ais gemetar memegang wajah sang suami yang nampak pucat, hati Ais berdenyut nyeri melihatnya.
Ais seakan sadar dengan apa yang terjadi, Ais baru mengingat kalau dirinya sempat membogem seseorang yang mencoba menyatiti sang suami.
"Apa yang terjadi pada Hubby, apa dia yang menyakiti hubby.. "
Ucap Ais dingin kembali sambil menatap tajam paman Alex yang sudah berdiri disamping dokter Hendra.
Entah apa yang terjadi pada Ais seakan ada alirin listrik yang mendorong Ais untuk menghancurkan semuanya.
"Berani sekali kau menculik putraku, dan kau juga menyakiti suamiku. Jangan harap aku akan melepaskan kau. "
Bentak Ais menyala seperti ada dorongan kuat yang membuat Ais seperti predator kelaparan.
"Sayang... "
Lilir Aiman dengan cepat meraih tangan sang istri yang akan melangkah menuju paman Alex yang memegang sudut bibirnya yang sedikit berdarah akibat bogeman yang Ais layangkan.
Semua orang langsung keluar dari ruangan dingin itu sampai-sampai Ais tidak menyadarinya karna tatapannya hanya tertuju pada netra sang suami yang seakan menahan kesakitan.
"Dari mana sayang tau tempat ini? "
Tanya Aiman yang sendari tadi terkejut dengan kedatangan sang istri secara tiba-tiba.
"Ada apa dengan hubby? Kenapa hubby mempunyai banyak memar? "
__ADS_1
Bukannya menjawab Ais malah balik bertanya dengan tatapan penuh luka.
"Hub.. hu.. "
"Apa ora.. "
"Bukan ! "
Grep...
Ais langaung memeluk sang suami erat berbarengan dengan air mata yang tumpah, hati Ais sangat sakit melihat keadaan sang suami yang tidak baik-baik saja.
"Hubby kenapa tega membuat Ais menunggu dengan kecemasan yang tiada terkira, Ais hampir gila.. dan ini... ini pasti sakit ya by... "
"Maafkan hubby yang tidak langsung memberitahu sayang, dan Maaf hubby sudah membuat sayang menangis.. "
"Kalau saja Ais tidak membuka leptop hubby yang ada diruang kerja , pasti Ais selamanya tidak akan tau dimana keberadaan hubby jika hubby tidak memberi kabar. "
"Jadi.. "
"Iya, Ais hampir gila sudah dua hari hubby tak memberitahu situasi apa yang hubby hadapi, Hubby sudah janji akan baik-baik saja tapi nyatanya hiks... hiks.. hubby yang terluka. "
"Maafkan hubby, Hubby akan menjelaskan semuanya..."
"Mereka sudah menyakiti hubby maka Ais akan tu.. "
"Jangan sayang, biarkan hubby awws... "
Ringis Aiman memegang kepalanya, yang seketika membuat Ais panik, sedangkan Fatih sudah dibawa oleh Air dari tadi hingga tidak tau apa yang yang terjadi antara Aiman dan Ais.
"Hubby tidak apa-apa? "
Dengan cepat Ais membantu sang suami duduk di sisi ranjang.
"Ais tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi, dan tempat apa ini ! apa mereka menyekap hubby pas pertama Fatih diculik lalu ..tapi kenapa hubby terluka begini! "
" Hubby janji akan menjelaskannya tapi hubby merasa aneh ! ada apa dengan sayang yang tiba berubah menjadi ganas.. "
"Ais juga tidak tau by... Tapi bagai mana istri tenang jika melihat keadaan sang suami seperti ini "
"Entah kenapa Emosi Ais meningkat. "
"Terimakasih.. "
"Untuk! "
" Menemukan Hubby.. "
.
.
.
Bersambung....
Jangan lupa like, komen, hadiah, dan vote
Terimakasih....
__ADS_1