Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 14


__ADS_3

Senyuman indah terus terukir di bibir Ais yang sedang menikmati perjalanan Bandung-Bogor di mana banyak pepohonan yang berjajar di sepanjang jalan membuat suasana nampak sejuk di tambah segelintir angin yang meliuk lembut menerpa wajah Ais yang sedang bersandar ke sisi jendela mobil.


Yang ada di bayangan Ais hanya bagai mana susana puncak yang sejuk apa lagi banyak pohon teh membuat keyanaman dan kedamayan jika berada di daerah itu. Membuat Ais tidak sabar untuk merasakan suasana yang sejak dulu Ais inginkan karna memang abi Azam tidak terlalu mengijinkan Ais untuk berlibur jauh.


"Apa khumairo menyukainya.. "


Tanya Aiman yang dari tadi sesekali melirik Ais yang nampak menikmati suasana perjalanan.


"Suka, terimakasih Hubby. "


Cit....


"Awww..."


"Astagfirullah khumairo,apa ada yang sakit.. "


"Emmz tidak By, cuma kaget aja.. "


"Coba ulangi.. "


"Yang mana.. "


"Tadi bilang apa ke saya.. "


"Hu... hub...itu... "


Seketika Ais memanas baru sadar dengan apa yang dia ucapkan karna saking pokusnya menikmati pegunungan.


"Saya suka dengan panggilan itu, I LOVE YOU.. "


deg...


Lagi-lagi Ais di buat memanas dengan wajah yang sudah memerah karna malu Ais langsung memalingkan wajahnya. Aiman hanya tersenyum saja hatinya sangat bahagia seperti banyak ribuan bunga yang berterbangan.


"Apa khumairo mencintai saya..??? "


"Sangat.. "


"Jangan di jawab jika belum, sudah menerima saya juga itu udah alhamdulillah.. "


"Bahkan aku menyukaimu sudah lama, ah.. kenapa sulit sekali untuk menjawabnya sih.. "


"A.. ais.. juga su... "


Brak.....


"Astagfirullah... "


"Mobil kita ada yang ngikutin By..


"Khumairo tenang yah.. "


Brak...


Citttt.....


Dor.. dor...


"Hey keluar,serahkan wanita itu... "


"Astagfirullah siapa mereka?? "


"Khumairo cepet telepon Air.. "


Brak...


Buk.. buk...


Aiman tersungkur karna tinjuan dari orang asing membuat Ais menjerit karna terkejut.


Dengan susah payah Aiman bangkit melawan lima pereman sekaligus hingga tiga pereman tumbang tinggalah dua lagi.


Sertt... serrtttt....


Suara pisau lipat sangat nyaring membuat Aiman harus waspada hingga pergulatanpun di mulai kembali. Ais hanya menangis sambil menunggu kedatangan sang adik.


Sertttt....


Aiman mundur kebelakang karna tangan kirinya terkena sabetan pisau.


"Bawa wanita itu cepat... "


"Jangan menyakitinya... "


Buk...buk...


"Hubby tolong...by... "


"Ais mencint..."


"Ah... khumairoooo.... "


Teriak Aiman karna dua pereman berhasil membawa Ais sedangkan Aiman harus menghadapi tiga pereman lagi yang masing-masing membawa pisau membuat Aiman harus hati-hati.


Buk.. buk...


"Ah... "


Jerit satu pereman karna Aiman memarahkan tangannya dan menendang satu pereman lagi sedangkan sarunya lagi kabur karna ketakutan melihat amarah Aiman.


"Siapa yang menyuruh kalian bodoh.. "


Bentak Aiman menyala dengan mencekik leher pereman yang di patahkan tangannya.


"Bang... "


Air yang baru datang begitu terkejut melihat lengan baju Aiman banyak darah dan satu pereman tidak sadarkan diri sedangkan pereman satunya masih di cekik oleh Aiman.


"Jangan membunuhnya bang biar polisi yang menangani ini,sekarang kita cari teteh Ais "


Deg...

__ADS_1


Aiman langsung melepaskan cekikannya membuat pereman itu bisa bernapas kembali walau tersendat-sendat.


"Apa abang tau siapa para pereman itu... "


Aiman hanya menggeleng membuat Air nampak kewatir.


"Tunggu... Abang memasang alat pelacak di cincin pernikahan.. "


Dengan cepat Aiman langsung menyalakan ponselnya seketika matanya membelalak dimana tanda itu berada.


"Astagfirullah mereka membawanya ke jalur hutan"


"Bang pakai motor Air, biar cepat. "


Aiman tidak bicara lagi langsung membawa motor Air sedangkan Air membawa mobil Aiman sementara para pereman sudah di amankan oleh polisi yang Air bawa.


"Ya Allah lindungilah istri hamba... "




Di tengah hutan dekat perkampungan ada sebuah Villa yang cukup besar dengan seseorang yang sedang tertidur karna pengaruh obat bius yang di suntikan.



Perlahan kedua matanya mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya, kepalanya begitu pusing membuatnya tidak jelas melihat sekelilingnya.



"Hay... El.. "



Deg...



Seketika Ais melebarkan kedua matanya tetkala mendengar suara orang yang Ais kenal.



"Kak... "



"Masih pusing hemmz... "



"Kenapa kakak menculik Ais, Ais ingin pulang.. "



Grep....




"Sakit kak.. hikk.."



"Lebih sakit mana dengan loe menolak gue.. "



brugg...



"Aw.. .. "



Ais menjerit karna tubuhnya di lempar ke atas kasur dengan keras membuat Ais ketakutan dan gemetar apa lagi orang itu malah Membuka baju.



"Ka..kakak mau Ap.. apa... "



"Bersenang-senang... "



"Kau miliku tidak boleh ada orang yang memilikimu selain aku... "



"Ja.. jangan kak.. ini tidak benar hikkk"



Ais semakin ketakutan dan beringsut mundur tetkala orang itu naik keatas kasur.



"Ais mohon jangan lakukan ini kak.. "



"Kau miliku..



"Ah.. hik... tidak.. tolong... tolong... "


__ADS_1


Air memberontak tetkala bibirnya akan di cium dan berusaha memukul tapi sayang tenaga orang itu jauh lebih besar.



"Hik... ja.. jangan... "



"Diam.. "



Bentak orang itu membuat Ais semakin gemetar dan ketakutan bayangan Aiman terlintas dalam pikiran Ais membuat Ais semakin takut.



Sret....



Orang itu merobek paksa gamis Ais membuat dada Ais terekpos melihat itu semakin membangkitkan gairah orang itu,apa lagi kerudung Ais sendari tadi entah kemana.



"Hik.. tidak.. jangan. kak.. "



"Kak.. kak Bagas.. tidak...hik.. hik.. "



Plak...



"Diam bodoh.. "



Tubuh Ais semakin gemetar dengan bibir sudah bengkak apa lagi di tambah tamparan keras membuat sudut bibirnya membengkak dan leher sudah tidak berbentuk lagi.



Suara Ais sudah hilang tidak kuat untuk sekedar menjerit lagi , apa lagi seluruh badannya sudah lelah untuk memberontak.



Membuat Bagas tersenyum seringai dengan tatapan kabut gairahnya.



"Jika kau tidak menolakku maka aku tidak akan menyakitimu. Cih.. tapi kau malah menikah dengan anak ingusan.. "



"Jadi jangan salahkan aku, kau miliku dan tidak ada yang boleh memilikimu selain Aku. "



Bagas membuka ikat pinggangnya dan melorotkan celana menyisakan bokser berwarna biru.Lalu merangkak naik ke aras tubuh Ais yang sudah terlungkai lemas tidak kuat untuk sekedar menggerakan tangan.Hanya air mata yang terus keluar membasahi pipinya.



"ya Allah jagalah kecucian hamba, kesucian ini hanya milik suami hamba..hikk "



Jerit batin Ais sangat sakit karna dirinya tidak bisa melawan.



Sret... sret....



Bagas merobek kembali baju gamis yang Ais kenakan karna menyusahkan dirinya bereaksi.



Hingga nampaklah perut Ais yang menggiurkan membuat Bagas meneteskan liurnya. Bagas melempar baju Ais sembarang.



Cup.. cup... cup...



Bagas terus mencium bibir, leher dan belahan dada Ais meninggalkan bekas kemerahan sedangkan Ais hanya bisa menjerit memohon perlindungan.



Perlahan Bagas membuka celana yang di kenakan Ais tapi sedikit susah membuatnya prustasi karna hasratnya sudah mengubun membuat Bagas membuka paksa hingga kancing celananya terlepas dan berusaha menurunkan celana Ais hingga...



Buk.. buk... brak...



"Uhukkk"



Bagas tersungkur karna bogeman keras Aiman hingga berbatuk mengeluarkan darah tidak sampai itu Aiman kembali memukul dan menendang Bagas membuat Bagas kewalahan karna serangan dadakan itu bahkan pukulan Aiman membuat Bagas pingsan.



Aiman mengatur deru nafasnya yang naik turun dengan mata yang memerah, perlahan Aiman berbalik.


__ADS_1


Deg...


__ADS_2