Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 15


__ADS_3

Ruang yang serba putih dengan bau obat yang menyengat membuat seorang gadis terbangun dengan semua badan terasa nyeri dan ngilu.


"Emmz.. "


Gumaman kecil itu terdengar membuat binar seseorang karna orang yang di cintainya sudah bangun.


"Khumairo.. "


Lilir Aiman tersenyum membuat Ais menoleh ke samping melihat orang yang sedang tersenyum tapi kedua matanya mengeluarkan air mata.


"Ah..."


Ringis Ais karna kepalanya sangat pusing membuat Aiman dengan sigap membantu Ais bangun.


Sekelebat bayangan kejadian itu berputar di kepala Ais membuat sekujur tubuh Ais bergetar hebat.


"Khumairo..."


"Tidak... pergi.. pergi... "


"Jangan mendekat.... pergi... "


"Aku mohon jangan lakukan itu... hik.. pergiii... "


Jerit Ais memberontak membuat apa yang Aiman kewatirkan terjadi. Umi Rahma dan abi Azam terbangun mendengar teriakan sang putri yang memberontak di pelukan suaminya.


"Astagfirullah.. Nak... "


Lilir umi Rahma gemetar hatinya hancur melihat keadaan anaknya yang tidak terkendali.


Azam hanya diam dengan guratannya sendiri sedangkan Air sedang mengurus Bagas di kantor polisi dengan tuduhan penculikan dan pelecehan.


"Ja.. jangan Ais moh... "


Gumam Ais tidak sadarakan diri lagi karna dokter menyuntikan obat penenang .


"Bagai mana dengan keadaan anak saya dok.. "


Tanya umi Rahma membuat sang dokter menghela nafas pelan.


"Mungkin dokter Aiman bisa menjelaskannya bu, karna beliau yang lebih paham.. "


Jelas sang dokter karna memang sang dokter merupakan dokter biasa saja jadi tidak terlalu paham akan kondisi Psikolog.


Sedangkan Aiman menggenggam tangan Ais lembut menyalurkan cinta dan sayang. Mereka baru merasakan bahagia tapi kini Allah menguji mereka.


"Nak.. "


"Trauma.. "

__ADS_1


"Umi dan abi jangan cemas insyaallah Aiman akan berusaha melakukan terapi 'Somatic experiencing' supaya Ais cepat pulih kembali, Aiman minta do'a dari umi dan abi "


"Allahuakbar... cobaan apa ini !! "


Lilir umi Rahma lemas dengan sigap Azam memeluk sang istri. Umi Rahma mencengkram erat baju sang suami karna tidak sanggup jika anaknya harus mengalami ujian itu.


Ketika bunga baru mekar tiba-tiba angin kencang datang mebuat bunga itu layu seketika begitulah perasaan yang Aiman rasakan.


"Mah apa ini yang mamah maksud, Aiman harus menjaga Ais. Bantulah Aiman mah, supaya bisa melewati ini semua"


Batin Aiman menangis dalam diam.Aiman buka laki-laki yang tegar seperti orang lain, dia akan mudah rapuh dengan keadaan ini.Apa lagi Aiman harus merasakan hal terberat mengingat sang mamah yang dulu mengalami apa yang sekarang istrinya alami.


Dengan tergesa-gesa Air berlari mencari ruangan dimana kakaknya berada.Helaan nafas terdengar tetkala melihat Aiman yang berjalan berpapasan dengannya.


"Bang.. "


Panggil Air sedangkan Aiman hanya duduk saja di kursi tunggu dan menyadarkan punggungnya ke tembok begitupun Air yang ikut duduk di sebelah kakak ifarnya.


"Mental Ais sedikit terganggu karna kejadiaan itu .."


Deg...


Air mengepalkan tangan kuat, bagai mana mungkin kakak yang selama ini dia jaga bisa seperti ini.


Takdir tuhan yang begitu menyakitkan haruskah Ais berada dalam kondisi seperti itu, bagai mana dengan Aiman bisakah dia membuat Ais kembali seperti sebelumnya.


Mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing Aiman nampak tampa ekpresi sedangkan Air kedua matanya memerah menahan amarah.


"Maaf Abang membuatnya begitu... "


Air memejamkan kedua matanya agar tidak meluapkan kemarahannya pada Aiman, bagai manapun ini sudah takdir yang Air tak bisa menyangkalnya.


Aiman tidak tau apa-apa mengenai ini semua. Karna cinta terkadang membuat orang gila dan tidak waras tapi bagai mana orang itu menempatkannya.


Dan terkadang cinta memang menyakitkan bisa jadi membuat kita bahagia kembali lagi pada kita yang mengendalikannya.


Cinta adalah fitrah bukan keegoisan, dendam atau kematiaan, tapi cinta adalah titipan yang Allah beri dengan kesuciaannya yang harus kita jaga bukan kita nodai dengan itu semua.


"Siapa sebenarnya laki-laki itu... "


"Bagas herlambang... kakak tingkat kami.Dulu dia orang yang baik, sopan dan perhatiaan. Dia menyukai teteh tapi.. sayang perhatiaan teteh hanya untuk anak berkacamata dengan tangan yang memegang buku tebal.Setiap hari anak itu masuk kantin hanya untuk membeli jus saja. Bagas mungkin menyadari itu hingga ia nekad mengatakan perasaannya pada teteh di depan kelas kami membuat teteh malu dan marah tapi waktu itu... teteh bisa mengendalikan emosinya hingga menolaknya dengan halus membuat Bagas malu.Di saat itu mungkin Bagas tidak terima semuanya apa lagi sampai teteh menikah dengan abang yang munhkin bagas pikir abang hanya anak ingusan yang baru gede.. "


"Alasan apa yang kuat membuat Ais tidak menerimanya, bukankah dia laki-laki yang masuk dalam kreteria Ais... "


"Karna dia adik dari laki-laki yang membuat sahabat teteh meninggal.. "


Deg....


Aiman tertegun membuat dia diam, ternyata banyak yang Aiman tidak tau tentang sang istri.Dibalik yang selama ini Ais tunjukan apa ini kesakitan yang Ais pendam dengan cara manja dan bar-barnya. Bahkan Aiman sendiri sebagai Psikolog masih sedikit terkecoh.

__ADS_1


"Wanita istimewa.. "


"Yah.. teteh adalah wanita istimewa yang Air kenal walau dia sedikit menjengkelkan.. "


"Tapi.. kalian saling menyayangi. "


Yah apa yang Aiman katakan memang benar mereka saling menyayangi satu sama lain bahkan tidak bisa di jabarkan antara adik dan kakak itu.


Saking dekatnya bahkan orang lain sering salah paham bahwa mereka pasangan yang sangat perfec.


"Masuklah... abi dan umi ada di dalam abang akan cari makan dulu.. "


Air hanya mengangguk saja dan langsung masuk sedangkan Aiman keluar mencari makan karna memang sendari siang dia belum makan apalagi kedua mertuanya.Aiman takut kedua mertuanya malah sakit.


Sedangkan Ilham sudah kembali ke Turki setelah acara Ijab kobul selesai tiga hari yang lalu.


Sepanjang jalan Aiman hanya beristigfar dan bersholawat menguatkan hatinya jangan sampai rapuh karna sang istri pasti membutuhkannya.


"Umi Ais gak mau ketemu sama Aiman.. "


"Tapi kenapa sayang,dia suami teteh.. "


"Hikk. mi teteh sudah kotor mi..te.. teteh.. hina.. "


"Anak abi tidak kotor dan hina jangan begini Nak.. "


"Tidak.. umi.. hik... tolong teteh... dia.. dia... hik.. "


"Astagfirullah nak... jangan begini... "


"Teteh takut mi... ah... jangan.. jangan... sentuh Ais... tolong... tolong... "


"Astagfirullah nak istigfar... Bagas tidak akan menyakiti teteh lagi... "


"Ini umi nak.. umi... hik.. "


"Teteh takut mi.. dia.. jangan... hik.. Ais mohon.. jangan..hik.. "


Deg...


Seseorang melihat dan mendengar semuanya dadanya begitu sakit melihat itu semua, sungguh sakit ,dia menyandarkan punggung nya ke dinding dengan air mata yang sendari tadi sudah menetes tangannya mencengkal erat keresek makanan yang dia pegang .


Sesak melihat orang yang di cintai dalam kondisi seperti itu tapi Aiman harus kuat apa lagi dia seorang dokter juga .


"Ya allah kuatkan hamba... "


"Khumairo... "


Deg....

__ADS_1


__ADS_2