Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 48


__ADS_3

"By, kapan kita pulang? "


Rengek Ais pada Aiman membuat Aiman hanya menggeleng saja. Istrinya sudah hampir seratus kali mengulang kata itu.Apa tidak cape,pikir Aiman.


"Jahitan nya kan masih belum kering Khumairo.. "


"Tapi kan Ais sudah sehat By, Ais gak betah.. Ais juga sudah kengen sama Adik, kata Umi kan Adik sudah bangun dari koma. "


Ucap Ais manja penuh permohonan supaya pulang. Aiman hanya diam saja, terkadang Aiman berpikir kenapa semenjak menjadi ibu Ais semakin manja dan banyak merajuk. Membuat Aiman gemas saja akan kelakuan san istri.


"Itu Fatih udah belum miminya? "


Tanya Aiman mengalihkan pembicaraan membuat Ais mendengus kesal saja.


"Sabar sayang, kalau jahitannya udah kering pasti dokter juga nyaranin pulang.. "


Ucap Aiman memberi sang istri pengertiaan.


"Sini biar Hubby saja yang pindahin Fatih, Khumairo diam saja.. "


Cegah Aiman yang melihat sang istri kesusahan untuk turun dari brankar guna menidurkan Fatih yang sudah tertidur.


"Tuh kan turun saja dari brankar khumairo masih kesusahan bergerak, jadi jangan ngeyel yah.. "


"Iya By. "


Akhirnya Ais menyerah walau sedikit kesal, memang Ais juga merasa bahwa perutnya masih sakit kalau banyak bergerak.


"By.. "


"Iya.. "


"By.. "


"Ada apa hemmz ?? "


Aiman langsung duduk di sisi brankar sang istri ketika sudah menidurkan Fatih.


"Ma'afkan Ais.. "


Lilir Ais mencium punggung tangan Aiman dengan khidmat dan dalam.Aiman hanya diam saja kenapa sipat sang istri mudah sekali berubah.


"Kenapa minta maaf hemmz ?"


"Pasti Hubby kesal yah sama sikaf Ais yang masih banyak merajuk dan manaja.. "


"Jutru Hubby suka ! "


"Ta.. tapi Ais banyak menyusahkan Hubby Hik... hik.. "


Ucap Ais yang merasa bersalah kenpa akhir-akhir ini dia begitu manja padahal sudah menjadi seorang ibu.


"Hey kenapa menangis, jangan menangis. Hubby tidak merasa terbebani ko, apapun dan bagai mana sikaf khumairo. Di mata Hubby Khumairo tetap menggemaskan, jangan pernah jadi orang lain yah hubby suka khumairo yang apa adanya.. "


"Terimakasih By.. "


Gumam Ais memeluk Aiman erat begitupun Aiman membalas pelukan sang istri.


"Kita sama-sama belajar mendewasakan diri yah.. "


Ais hanya mengangguk saja yang dihadiahi kecupan di puncak kepala Ais.

__ADS_1


Cklek....


Suara pintu terbuka tak membuat Aiman terlalih perhatiaannya begitupun Ais karna mereka kira mungkin itu perawat atau dokter yang akan memeriksanya.


"Assalamualaikum... "


Deg...


Aiman langsung menegang tetkala mendengar suara yang begitu Aiman kenal, membuat Ais heran akan perubahan sang istri.


Ais melihat siapa yang datang kedua alisnya menaut tandak tak kenal siapa yang masuk.


"Waalaikumsalam.. "


Jawab Ais walau tak kenal tetap saja menjawab salam adalah wajib hukumnya.


" nasılsın oğlum.... (Bagai mana kabar kamu Nak.) "


Tanya orang tersebut membuat Ais bener-bener bingung siapa orang yang masuk keruangannya di lihat dari penampilannya seperti orang berada dan bukan orang Indonesia tentunya karna bahasanya saja Ais tak mengerti.


" Thank God, how are you, father? Sorry Aiman ​​haven't visited in a long time.. (Alhamdulillah baik, gimana juga kabar bapak ? Ma'af Aiman sudah lama tak berkunjung..) "


Jawab Aiman sopan menggunakan bahasa Inggris supaya sang istri mengerti, lalu mencium punggung tangan orang yang ada di hadapannya itu. Walau bagai manapun Aiman harus menghormati dosennya tapi tidak dengan anaknya yang sudah mencelakai sang istri.


" Don't be so formal, son, we are no longer Lecturers and Students. ( Jangan seformal itu Nak, kita bukan lagi Dosen dan Mahasiswa..) "


Walau sedikit heran Aiman menjawab dengan bahasa Inggris tapi sekarang orang itu faham mungkin istrinya harus tau apa yang sedang di bicarakan.


" Om comes here and Anty just wants to apologize for what Emely has done to your wife. ( Kedatangan Om kesini dan Anty hanya ingin minta ma'af atas apa yang sudah Emely lakukan pada istrimu.. ) "


" Yes, son, Anty is very embarrassed that she can't educate her so that Emely can be like this hik...( Iya Nak, Anty sangat malu tidak bisa mendidiknya hingga Emely bisa senekad ini hik.... ) "


Ais terlonjat kaget mendengar apa yang orang asing itu katakan, jadi mereka kedua orang tua gadis yang membuat ku hampir kehilangan anakku, batin Ais nyeri.


"Son, I'm sorry, Anty's son. ( Nak, Ma'af kan anak Anty.. "


Lagi-lagi Ais di buat terperangah dengan apa yang ibu itu lakukan memegang kedua tangannya penuh permohonana dengan linangan air mata. Membuat hati Ais berdenyut, masih adakah orang tua seperti ini, diasaat anaknya berbuat salah mereka masih minta maaf dan mengakui kesalahannya. Tapi tidak dengan anaknya, sungguh sifat mereka begitu jauh, batin Ais tak enak dengan apa yang ibu itu lakukan walau memang hatinya begitu nyeri.


Ais melirik sang suami, Aiman hanya memberi senyuman seperti mengisaratkan Bahwa segala keputusan ada di tangannya.


"Emmz Anty jangan begini, membuat Ais tidak enak.. "


Ucap Ais pelan sambil menghapus air mata ibu itu lembut membuat Murat terperanjat kaget dengan apa yang Ais lakukan. Sungguh hatimu terbuat dari mana Nak, batin Murat semakin merasa bersalah akan kelakuan anaknya.


" Anty duduk yah, Ais tidak apa-apa ko.. "


Ucap Ais lagi menyuruh ibu Emely untuk duduk di sisinya. Alev hanya menurut saja hatinya terharu akan sikap istri Aiman yang jauh dari prediksinya dikira Ais akan marah-marah seperti kebanyakan orang.


"Ya Allah Nak, dirimu begitu baik. Membuat Anty bertambah malu hik.. "


Gumam Alev melapalkan bahasa Indonesia walau masih kaku dan berlogat Turki.


Ais memeluk ibunya Emely dengan lembut dan mengusap-usap punggung ibu itu, Ais paham apa yang dirasakan seorang ibu ketika anaknya berbuat salah.


"Apa yang harus Ais lakukan, marah-marah atau membalas perbuatan anak Anty, No. Itu tidak mungkin Anty....yang salah di sini anak Anty bukan Om dan Anty, Ais gak ada hak untuk marah atau benci pada kalian karna kalian tak punya salah sama sekali dengan Ais.. "


Ucap Ais menjeda kalimatnya dan membuka pelukannya melihat wajah Alev dan Murat bergantiaan.


"Tapi Ma'af Ais belum bisa memaafkan kesalahan anak Anty dan Om semoga kalian mengerti.. "


"Tidak apa-apa Nak, Anty dan Om mengerti. Emely sudah kelewatan batas, Om paham akan itu.. "

__ADS_1


Kini giliran Murat yang angkat bicara membuat Aiman menggeser sedikit tubuhnya memberi jalan pada Murat.


" Tapi Om punya satu permintaan Nak.. "


Ucap Murat hati-hati membuat Ais melirik Murat dengan tatapan dingin.


"Apa Om akan melarang Ais melaporkannya kepenjara.. "


Duarrr...


Murat dan Alev terkejut dengan penuturan Ais yang bisa membaca pikirannya.


"Ma'af kan Om Nak, bukan maksud Om mau membiarkan kejahatan bersahaja ta.. tapi... "


"Emely gadis yang keras kepala dan penuh ambisi kalau dia sampai di laporkan Anty takut dia malah akan semakin menyakiti keluarga kalian dengan dendamnya.Anty paham siapa anak Anty dan suamimupun pasti paham akan hal itu.Anty dan Om janji akan menghukum anak Anty dengan cara kami tapi Anty mohon jangan di laporkan.. "


Ucap Alev ikut menjelaskan sambil melirik Aiman yang diam. Ais begitu ragu tapi melihat suaminya mengangguk Ais menghela nafas kasar dan menyetujui permintaan Murat dan Alev.


Hingga sampai mereka sedikit mengobrol dan menjanjikan sesuatu dan tak lama Murat dan Alev pergi dengan perasaan bahagia. Kini tinggal Aiman dan Ais berdua apalagi baby Fatih masih tertidur dan dokter sudah kembali keluar pasca memeriksa keadaan sang istri yang semakin membaik.


"Rahasia apa lagi yang khumairo sembunyiakan... "


Ais hanya menautkan kedua alisnya karna bingung apa yang Aiman ucapkan apa lagi menatap Ais dengan tatapan serius. Membuat Ais bergidik ngeri.


"Maksud Hubby.. ? "


" Hubby hari ini menemukan sisi lain dari diri khumairo.. "


Ais hanya tersenyum saja ternyata suaminya belum mengetahui semuanya.


"Maka Hubby akan terpesona jika melihat sisi lain lagi dari Ais.. "


"Maka tunjukanlah.. "


"ha.. ha... belum waktunya By.. "


Ucap Ais tertawa sambil menggeleng ada-ada saja permintaan sang suami.


Cup...


"Byyy.... "


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa terus dukung athornya dengan cra like, komen dan vote...


Dukunganmu adalah semangatkj..


he. he..


Terimakasih sudah mampir...

__ADS_1


__ADS_2