Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 107 Dua Sahabat.


__ADS_3

Nasihat abi Azam kemaren malam sungguh membuat hati Ais tenang. Sudah tak ada keraguaan lagi dihati Ais untuk meninggalakan sang abi, kota kelahiran dan Negaranya sendiri.


Toh Ais juga masih bisa kangen-kangenan lewat telepon walau itu hanya sekedar mengurangi rasa rindu saja.


Tapi sang suami berjanji akan pulang ke-Indonesia jika ada waktu luang, karna Aiman tidak mau melihat sedikitpun kesedihan dihati sang istri.


Bagi Aiman kebahagiaan sang istri adalah segalanya, walau dia harus berusaha membagi pekerjaan dan keluarga.


Karna dasarnya keluarga lebih dari apapun.


Sekarang hanya ada rona-rona bahagia di wajah Ais apalagi mendengar kabar kalau Ani sudah hamil dan kehamilannya sudah memasuki Lima minggu. Sungguh kabar itu benar-benar membuat Ais bahagia apalagi melihat sang sahabat begitu bahagia menjalani pernikahannya dengan Andi.


Dulu Andi yang Ais lihat adalah laki-laki kasar dan tak punya perasaan,tapi kini yang Ais lihat Andi laki-laki penyayang penuh kelembutan.


Dari tadi memang Ais memerhatikan cara dan perilaku Andi pada sahabatnya, karna Ais memang berada di rumah Ani.


Saking bahagianya Ais merengek meminta pergi kerumah Ani karna ingin melihat langsung apa yang Ani rasakan saat hamil dan juga Ais memang baru pertama kali berkunjung kerumah Ani.


Dengan terpaksa Aiman mengijinkan sang istri syarat harus diantar Badar. Aiman tidak bisa mengantar karna hari ini ada Oprasi besar .


Andi begitu telaten menyuapi dan memberi minum pada Ani yang hanya berbaring diatas ranjang. Rasa mual setiap pagi membuat Ani lemas tak berdaya.


Ais hanya tersenyum saja melihat apa yang Ani rasakan mengingat waktu kehamilan Fatih Ais begitu manjanya pada sang suami. Tapi dikehamilan yang kedua Ais tidak seperti itu dia cendrung selalu tak bisa jauh dari sang suami dan suka sekali berdandan ketika akan tidur walaupun mual hanya sesekali saja.


"Sayang.. Mas kekantor dulu ya. Satu jam lagi Mas harus Meetting ,gak apa-apakan ditinggal dulu.. "


Ucap Andi lembut sambil mengelap mulut sang istri yang basah bekas minum obat. Sebenarnya Andi tidak mau berangkat tapi ada sedikit masalah dikantor membuat Andi harus turun tangan sendiri.


"Gak apa-apa Mas, kan ada Ais. Pergilah tapi ingat cepat pulang.. "


Lilir Ani yang merengek di akhir kalimatnya membuat Andi dan Ais hanya tersenyum saja.


"Yasudah Mas berangkat, Ais Maaf aku titip Ani dulu.. "


"Siap... Jangan kewatir Ani ada aku, pergilah.. "


"Terimakasih... Assalamualaikum.. "


"Waalaikumsalam... "


Jawab Ani dan Ais barengan, Ais berjalan kearah tempat tidur lalu duduk di sisi ranjang dengan tangan menggenggam tangan Ani lembut.


"Apa yang kamu rasakan? "


"Aku sangat bahagia baget tapi aku juga suka merasa pusing dan mual setiap pagi.. "


"Wajar bagi ibu hamil, aku juga begitu waktu hamil Fatih. Ingat rasa mual dan pusing itu akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kita apa lagi saat kita berjuang melahirkannya.. "


"Apa melahirkan sakitnya akan lebih dari mengidam.. "


"Iya, tapi harus kamu tau walau melahirkan itu sakit karna kita mempertaruhkan nyawa demi mengeluarkan mahluk kecil yang Allah titipkan dirahim kita. Tapi ketika baby itu lahir maka rasa sakit yang tadinya kita rasakan akan Allah hilangkan begitu saja yang ada hanyalah kebahagiaan.. "

__ADS_1


"Begitu ya... Aku jadi cepat-cepat ingin merasakannya.. "


"Ha.. ha... kamu ini ada-ada saja ,ini kan baru lima minggu. Dan biasanya ada juga sebagiaan orang yang takut melahirkan tapi kamu malah semangat.. "


"He.. he... oh iya Fatih ko gak kamu ajak, padahal aku kangen banget sama ponakan ku satu itu.. "


"Dia gak mau ikut katanya ingin pergi kekebun binatang.. "


"Hah.. sama siapa? "


"Sama Badar, anak satu itu memang suka sekali dengan alam dan binatang... "


"He.. sifat kamu kayanya mirip deh sama Fatih.. "


"Sepertinya begitu..Gak apa-apa sekali-kali mirip aku masa harus mirip bang Aiman mulu.. "


Celetuk Ais sedikit memberenggut karna hampir 100% sang putra mirip dengan sang suami dan hanya sebagian saja mirip dengan dirinya.


Ais dan Ani terus saja mengobrol dan tak tersa waktu sudah siang .Kedatangan Ais sungguh membuat Ani bahagia sekali dan sedikit ada teman gobrol. Apalagi Vina jarang juga berkunjung karna kesibukannya dan Amira juga harus sekola jadi Ani kalau ada teman ngobrol hanya sore saja karna Amira harus istirahat siang dan belajar sepulang sekolah.


" Itu kabar Vina mau di pindah tugaskan ke-Turki apa benar? "


"Iya, bang Aiman langsung yang memilihnya karna Vina termasuk salah satu orang Jenius dalam bidang kedokteran jadi bang Aiman memilihnya. "


"Dan aku juga kesini sekalian mau bilang kalau aku dan Abang akan pindah ke-Turki dan mungkin akan menetap disana.. "


"Kapan! Ko mendadak sih.. "


" Abi sudah tau rencana ini! "


"Sudah, kemaren aku kesana dan membicarakannya bersama abi.. "


"Aku yakin abi pasti bisa melepaskan kamu, tapi aku gak yakin kalau dengan Air.. "


Celetuk Ani membuat Ais terkekeh, Emang benar adik kembarnya itu memang kurang setuju.


Ais tau adiknya yang satu itu memang tidak bisa jauh-jauh dari dirinya apalagi Ais seperti pengganti sang Umi yang sudah tidak ada.


"Ko teteh gak bilang-bilang sama Adek kalau mau pindah.Teteh kan tau Adek gak bisa jauh dari teteh. Bang teteh jangan dibawa aja ya, biar teteh di sini saja, gak papah kalau abang mau ke-Turki. "


"Gak bisa begitu Air, abang harus bawa istri abang sendiri kemanapun abang pergi. Karna Ais istri abang. "


"Tapikan Teteh kakak Air bang. Kalau kalian jauh bagai mana! Pokonya Air gak setuju. "


"Air kan kamu sudah punya istri jangan menghalangi Teteh kamu.. "


"Tapikan Bi, Turki jauh. Sudah cukup Adam pergi Air gak mau Teteh juga pergi.. "


"Yasudah kalau abang gak boleh Teteh kamu bawa, lebih baik abang bawa istri kamu saja. "


"Jangan macam-macam bang... "

__ADS_1


Ha.. ha....


Ani tertawa mendengar cerita Ais bagaimana posesifnya Air pada kakaknya rasanya Ani ingin sekali melihat kekonyolan yang jarang Air tunjukan.


Jadi kebayang bagaimana ekpresi Mona melihat sisi lain dari suaminya. Yang pasti Mona hanya tersenyum saja, ternyata dibalik sikap dingin dan cueknya Air ada sisi kekonyolan yang jarang orang lain tau, dan hanya orang terdekatnya saja yang mengetahuinya.


"Ha.. terus itu bagaimana keputusan Air.. "


"Ya, mau gak mau dia menyetujuin juga, mengingat ucapan bang Aiman yang membuatnya tak bisa berbicara lagi. "


"Ternyata Pangeran Es itu sudah menemukan pawangnya he.. he.. "


"Iya, oh iya sudah siang aku pulang dulu takut Fatih nyariin.. "


"Yasudah hati-hati, maaf aku gak bisa nganter sampai depan.. "


"Tidak apa-apa, aku ngeti. Cepet sehat dan babynya juga, Emmmz dan mungkin Vina juga Lusa berangkat duluan ke-Turki.. "


"Iya terimakasih.. Kamu juga semoga sehat selalu dan betah disana ,mungkin aku akan kangen."


"Iya, yasudah aku pulang Assalamualaikum.. "


"Waalaikumsalam.. "


Jawab Ani, Ani tersenyum melihat punggung sahabatnya yang sudah menghilang dibalik pintu kamarnya. Rasanya Ani bahagia melihat perubahan sahabatnya yang mulai kembali seperti Ais yang dulu. Yang selalu ceria dan tersenyum bukan Ais pendiam dan cuek.


Arti sebuah sahabat adalah kita yang selalu ada dikala suka dan duka, saling menasehati satu sama lain dan mengingatkan.


Halnya Syaidina Ali bin Abi tholib berkata :


"Beruntung sekali seseorang mempunyai sahabat yang selalu mengingatkan hal kebaikan bukan mengajak hal keburukan"


"Berbahagialah kalian jika kalain mempunyai sahabat yang selalu membuatmu mengingatkan pada Allah"


.


.


.


**Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


Like, Komen, dan Vote Ok


Terimakasih...


Salam dari Author untuk kalian semua pembaca setia author....


Semoga kalian sehat selalu Muachhh**....

__ADS_1


__ADS_2