Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Episode 116 Yang memberi Racun pada Bibi.


__ADS_3

Dunia seakan berhenti begitu saja mendengar suara lemah orang yang begitu dia rindukan. Suara lembut penuh kasih mengalun indah lagi ditelinganya.


Tubuhnya bergetar dengan cairan bening lolos begitu saja membasahi pipinya,Dengan rasa sesal yang menyesakan.


Kisah cinta dua manusia yang telah sempurna tapi hancur karna satu keegoisan dan ambisi. Tidak ada yang bisa diulangi, semuanya hanya masa lalu, tapi masa itu seakan nyata.


Putaran detik jam seakan tak berhenti lagi menyaksikan dua manusia yang saling tatap penuh cinta ,kerinduaan,dan penyesalan.


Rasanya baru kemaren mereka tak saling menatap tapi kenapa seakan tatapan penuh kerinduaan itu bagai tumpukan gunung.


Sebuah penantian yang begitu dia harapkan dan kini terwujud melihat senyuman indah terukir di bibir seksi kekasihnya.


Kekasih yang sering dia telantarkan demi sebuah ambisi hingga hampir saja membuat dia kehilangan sang kekasih.


Cinta itu masih sama tak pernah sedikitpun berkurang yang ada semakin hari semakin menggebu bercampur penyesalan tiada akhir.


Tubuhnya bergetar hebat dengan cairan bening terus keluar, tenggorokannya seakan tercekat sulit untuk sekedar mengucap.


Perlahan kedua kaki itu melangkah mendekati sang kekasih yang hanya diam dengan senyuman yang terus mengembang.


Wajah pucat tak sedikitpun mengurangi kecantikan pada wanita yang ada dihadapannya. Perlahan tangannya terulur memegang wajah yang sudah lama dia rindukan.


Rasa dingin menjalar keseluruh tubuhnya dia tidak bisa mengucap satu katapun hanya tangisan yang menggambarkannya kalau dia benar-benar tersiksa dengan keadaan itu.


Grep...


Dekapan erat dia berikan pada sang kekasih, pelukan ini terasa sama seperti lima belas tahun yang lalu.


Tubuhnya semakin terguncang ketika merasakan tangan lemah membalas pelukannya. Pelukan kasih yang selalu dia dapatkan tapi dengan teganya selalu dia hempaskan begitu saja.


Ta.. tapi dia tidak akan pernah mengulangi kesalahan itu yang kedua kalinya, cukup Tuhan menghukum dalam sebuah harapan dan penantiaan yang kapan berhenti dan Allah tunjukan itu lewat tangan bocah yang dianggap lancang tapi membawa sebuah keajaiban.


Tidaklah mereka sadar bahwa Allah hanya menguji mereka sampai Allah berkata " Cukup bagimu bersabar! berbahagialah dengan buah kesabaran yang sudah lama kau tanam ".


Pletak....


Pukulan kecil membuat orang itu mengurai pelukannya pada sang kekasih walau hatinya tidak mau melepas tapi pukulan-pukulan kecil itu terasa dipunggungnya semakin lama membuat dia terpaksa melepas pelukannya pada sang kekasih dan menatap tajam bocah tengil yang mengganggunya.


"Minggir Kakek Tua, kau menyakitinya.. "


"Suttt jangan berisik ! Baba apa masih kuat melanjutkan tugasnya? "


Ucap Fatih menatap tajam balik laki-laki dihadapannya sambil mendorongnya menjauh membuat laki-laki itu murka ingin memaki tapi tenggorokannya tercekat ketika mendengar ucapan bocah tengil itu kembali dengan nada ketus, tapi kata-kata itu melembut tetkala berbicara dengan Aiman yang berusaha kuat dihadapan putranya.


Aiman tidak mau sang putra menghewatirkan nya sedangkan masih ada satu tugas lagi yang harus Aiman selesaikan.

__ADS_1


Rasa nyeri dipundak, leher dan lengannya Aiman abaikan demi tugas yang belum selesai, sedangkan para anggota Aiman ingin mencegah Tuannya tapi Aiman dengan cepat mengisyaratkan lewat tangannya agar tetap diam.


Para ilmuaan yang merupakan anggota Aiman langsung memberi tempat untuk Aiman dan dengan cepat mempersiapkan alat yang sudah Aiman siapkan sebelum berangkat.


"Jangan halangi aku melakukan tugasku Bibi.. "


Ucap Aiman dingin membuat Clerie langsung diam dengan tatapan sayunya.


Sret...


Aiman dengan cepat membuka sebuah tas yang berukuran sedang dimana didalamnya ada alat-alat khusus bagi Aiman menangani pasien penyakit langka.


"Fatih pasang ini dikepalanya.. "


"Kalian tutup bagian ini semua dan jangan sampai dia mengganggu kerjaku.. "


Ucap Aiman dingin pada anak buahnya, dengan cepat anak buahnya memasang tirai dan menarik mundur laki-laki yang ditunjuk Aiman.


Dengan cepat laki-laki itu melawan karna tidak mau dijauhkan dengan sang istri.


"Tuan biarkan mereka menyelamatkan Nyonya, percayalah.. "


Ucap lembut sang asisten yang baru datang, tadi sempat pingsan karna ulah Fatih yang menyuntikan sesuatu di lengannya hingga sang asisten begitu terkejut tetkala bangun melihat ruangan Tuan besarnya hancur berkeping-keping.


Laki-laki yang disebut Tuan besar itu pasrah ketika sang asisten menyeretnya menjauh dan mendudukan dirinya disebuah kursi yang masih layak digunakan.


Kekacauan keluarga Mahmued karna ulah Alex yang berambisi menguasai Ilmu kedokteran hingga dia berusaha merebut buku rahasia tentang dunia medis dari Ilham dimana buku itu diturunkan turun temurun dari keluarga Mahmued.


Tapi sayang buku yang Alex curi bukan buku aslinya melainkan buku catatan Ilham yang hampir sama dengan buku rahasia itu. Buku itu ada pada Aiman dimana buku itu Aiman simpan di Indonesia tepatnya dikediamannya, disebuah ruangan yang selalu Aiman pakai untuk melatih kemampuaan sang putra.


Sudah hampir Enam jam Aiman bekerja keras mengeluarkan racun ditubuh bibinya yang sudah lama bersarang, dimana racun itu racun langka yang tidak dapat dideteksi. Kecuali oleh orang-orang tertentu yang memang tau Racun sejenis apa itu.


Sebuah racun yang diracik khusus supaya mematikan sel -sel pada tubuh dan otak supaya tidak bekerja lagi.


Pekerjaan Aiman tidak lepas dari bantuaan sang putra dan para ilmuaan lainnya yang membantu sebanyak lima orang.


Aiman bisa menyimpulkan penyakit sang bibi bukan penyakit langka yang tidak tau apa obatnya sehingga tidak bisa dideteksi. Tapi itu sebuah racun yang sengaja di berikan pada sang bibi supaya sang bibi seperti itu, Tujuaannya satu hanya ingin menghancurkan seorang Alexsander Vernandes .


"Alhamdulillah.. "


Ucap Aiman menarik nafas panjang, pekerjaannya sudah selesai dimana keadaan sang bibi mulai setabil dengan detakan jantung yang sudah kembali normal.


"Tuan minum obat dulu supaya Tuan tenang.. "


" Tidak! "

__ADS_1


Jawab Alex pada sang asisten sambil berjalan bolak-balik melihat tirai dimana sang istri berada, sang asisten menghela nafas panjang karna kewatir melihat kondisi tuannya yang sudah berkeringat dingin.


"Tapi Tuan, jika nyonya melihat keadaan tuan begini, Nyonya pasti sedih. Tenanglah Nyonya pasti baik-baik saja. "


"Kamu benar juga.. "


"Jangan... "


Glek...


Sang asisten menelan ludahnya kasar melihat tatapan tajam Fatih mengarah pada tuannya yang akan meminum obat yang dia berikan.


Alex memberhentikan tangannya dan menyimpan kembali obat yang sang asisten berikan padanya diatas meja. Alex hanya diam melihat tatapan tajam dengan aura yang sangat berbeda, Alex tau tatapan itu bukan berasal dari keluarga Mahmued tapi dari keluarga siapa! Jika auranya Alex tau itu Aura keluarga Mahmued, dua aura yang begitu kuat menyatu didiri bocah yang terus berjalan kearahnya.


"Paman.. "


Bruk...


"Apa yang kau lakukan!. "


Salah satu anggota Aiman melumpuhkan sang Asisten hingga pingsan, membuat Alex melotot tak percaya dan membentak Fatih.


"Dia pelakunya! "


"Hey... apa yang kau maksud bocah.. "


" Dasar Bodoh! "


"Apa! "


" Yang memberi Racun pada Bibi.. "


Jderrr....


.


.


.


*Bersambung......


.


.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Komen, Hadiah, dan Vote Ok.


Terimakasih*....


__ADS_2