
Semenjak tau Ais hamil Aiman semakin posesif pada sang istri. Apapun tak boleh Ais lakukan.
Terkadang sifat Aiman membuat Ais jengkel dan kesal tapi apalah daya Ais juga tidak bisa membantahnya, karna surga Ais ada di dalam ridho Aiman.
Ais juga harus pasrah tetkala Aiman mengajak Ais pulang, tak baik bagi ibu hamil terlalu lama berada di rumah sakit. Dengan sedikit berat hati Ais menurut saja walau hatinya berat meninggalkan Rumah Sakit apalagi sang adik masih betah dalam tidurnya.
Ais tak pernah membayang mempunyai suami yang dua tahun dibawah usianya tapi mampuh membuat Ais merasa nyaman dan aman, terkadang Aiman lebih dewasa dari pada sang istri yang masih suka merajuk ditambah lagi Ais lagi hamil.
Tapi jauh di lubuk hati Ais, Ais bahagia dengan pernikahannya. Aiman sosok laki-laki yang penuh kelembutan tapi tegas dalam menyikapi segala hal.
Walau Ais agak kesal dengan ke posesifan Aiman, jauh dalam hati Ais,Ais bahagia. Sekecil apapun yang Aiman lakukan di mata Ais itu sebuah hal yang romantis.
Bahkan masakpun Aiman yang lakukan, pernah Ais memaksa ingin masak tapi Aiman mencegahnya kecuali Aiman bener-bener kewalahan akan rajukan sang istri.
Mentari pagi nampak malu-malu tersenyum pada sepasang kekasih yang sedang duduk di taman belakang rumah, dengan pemandangan hamparan bunga yang sedang bermekaran.
Aiman menarik kepala sang istri agar bersandar di dadanya membuat Ais terasa hangat akan dekapan sang suami, karna suasana pagi ini begitu sejuk.
"Apa khumairoh menginginkan sesuatu ?? "
Tanya Aiman sambil mengusap perut Ais yang masih datar.
"Ada! "
"Apa.. hemmz? "
"Ramen... "
"Boleh tapi jangan ter... "
Cup...
Dengan cepat Ais mengecup bibir seksi sang suami membuat Aiman terkejut. Ais tau apa yang akan di ucapkan sang suami ' Jangan terlalu makan pedas dan Asam gak baik bagi lambung Khumairo dan Baby' itulah yang sering Aiman katakan membuat Ais jadi hapal lagi tampa Aiman sebutkan.
"Pintar... "
Ucap Aiman sambil mengelus kepala sang istri, Aiman akan mengabulkan apapun yang Ais inginkan asal jangan pernah berlebihan.Karna perkara berlebihan terkadang gak baik untuk kita.
"Yasudah jam sembilanan kita keluar cari apa yang Baby mau.."
"Terim.... "
"SAYANGGG..... "
"Aiman..... "
"AIMANNN..... "
Teriak kan seseorang membuat Ais dan Aiman terkejut membuat Aiman dan Ais berdiri.Aiman membalikan badannya melihat siapa yang berani berteriak pagi-pagi di kediamannya.
Alangkah terkejutnya Aiman melihat siapa yang datang.
Brukkk....
Seketika kedua mata Aiman melotot hingga badannya sesikit terhuyung kebelakang karna orang itu tiba-tiba memeluknya.
Ais yang melihat adegan itu hatinya terasa nyeri melihat sang suami di peluk wanita lain, bahkan senyum Aimanpun selalu Ais larang karna cemburu jika Aiman memberikannya pada orang lain tapi ini tubuh sang suami di peluk.
__ADS_1
"Seni gerçekten özledim... (Aku kangen banget sama kamu...) "
Sungguh Ais semakin sesak tetkala sang suami malah diam tak mau melepaskan pelukan wanita itu. Tampa Ais sadari cairan bening sudah membasahi kedua pipinya, sungguh dadanya begitu sesak bagai ada ribuan panah yang menancap tepat di uluh hatinya.
Walau Ais sadari wanita itu begitu cantik, tinggi dengan surai rambut keemasan. Wanita itu tersenyum terpancar kebahagiaan yang teramat dengan mata binarnya.
"Sesakit ini ya Robb... "
Gumam Ais memegang dadanya yang terasa sesak.
Aiman mengerjap-ngerjap kan kedua matanya tersadar dalam lamunannya, seketika kedua matanya memerah dengan tangan yang terkepal erat.
"Le.. lepas... "
Bentak Aiman dengan nafas memburu menatap tajam wanita yang berani memeluknya. Wanita itu tertegun melihat tatapan amarah dari mata belahan hatinya yang tak pernah ia lihat, hatinya berdenyut sakit.
" S-T-O-P-P.... "
Tekan Aiman membuat wanita itu berhenti ketika akan memeluk Aiman kembali.
"Aku sangat merindukanmu A... Aiman... "
" Evli olduğun doğru mu yalan söyle...(Apa benar kamu sudah menikah, katakan itu bohong...) "
Ucap gadis itu lemah penuh permohonan bahwa berita yang dia dengar itu hanya kebohongan, tak mungkin Aimannya menjadi milik orang lain.
" Ya... "
Satu kata yang Aiman ucapkan mampuh membuat wanita itu meneteskan air mata yang tak bisa di bendung lagi dari tadi, apa lagi Aiman begitu semakin dingin menatapnya.
"Khumair..... "
Deg....
Sedangkan Pak Muh gemetar ketakutan melihat tuan mudanya marah pasti dia kena imbas, dan Pak Muh juga sangat kesal gadis itu begitu pintar dan gesit menerobos masuk kedalam di bantu sama seorang laki-laki.
"Lepas Emelyy... "
Bentak Aiman menghempaskan tangan Emely kasar yang berusaha ingin memeluknya kembali.
"A.. aiman.. Aku sangat mencintaimu... "
"Tolong terimalah Aku... Aiman... Aiman... "
"Lepas... brengsek... lepas.... "
Teriak Emely memberontak tetkala pak Muh dan Badar menyeret Emely keluar dengan kasar karna Emely terus memberontak.
Sedangkan Aiman sudah melesat berlari mencari sang istri di kamar utama, kamar mandi, dan balkon tapi tak mendapati sang istri membuat Aiman semakin panik.
"Khumairooo.... "
"Sayang kamu dimana ? Tadi hanya salah paham.. Hubby mohon keluarlah.... "
"Khumairo.... "
"Hubby bisa menjelaskan semuanya.. "
__ADS_1
"Khumairo.. "
Teriak Aiman perustasi tak menemukan sang istri membuat bi Sumi terlonjat kaget ,hampir saja nasi yang mau dia angkat terjatuh. Karna melihat tuan mudanya berlarian kesana kemari mencari Ais.
"Tuan... "
"Bi.. bibi.. lihat istri Aiman tidak ?.. "
Tanya Aiman dengan nafas memburu karna habis lari di tambah dengan kepanikan.
"Bibi lihat nona muda masuk kedalam kamar Khusus... "
Duarrrr....
Aiman melotot bagai mana mungkin dia bisa lupa kalau sang istri kalau marah atau merajuk selalu suka masuk kekamar Khusus dimana kamar tempat pertama kali Ais masuk kerumah Aiman.
Kamar yang begitu luas melebihi luas kamar utama, bagai mana tidak karna kamar Khusus itu sudah Aiman sulap menjadi penyimpanan alat-alat kedokterannya dan tempat dimana pertama kali sang istri di rawat di rumahnya.
Bahkan kamar itu terhubung dengan ruang kerja dan kamar utama yang ada di lantai atas karna ada lif di dalamnya.
Dengan hati yang berdebar Aiman membuka pintu dengan sangat pelan lalu menutupnya kembali.
Ruangan yang sedikit gelap karna lampu di matikan apalagi kordengnya sengaja Ais tutup rapat membuat Aiman kesulitan mencari sang istri.
Sayup-sayup Aiman mendengar isak tangis sang istri membuat Aiman berdenyut nyeri, Aiman sudah berjanji akan selalu membuat Ais bahagia tapi nyatanya janji itu telah Aiman ingkari dengan tangisan sang istri yang begitu menyayat hati Aiman.
Ctrek....
Aiman menghidupkan lampu seketika ruangan jadi terang dengan mata teduh Aiman langsung melihat sosok yang sedang meringkup di atas ranjang dengan selimut yang menutupi tubuhnya sampai batas leher.
"Khumairo... "
Deg....
Aiman lagi-lagi dibuat sesak tetkala melihat air mata sang istri membuat kedua matanya membengkak.
Aiman semakin mendekat ke arah ranjang dengan hati yang begitu perih melihat keadaan sang istri.
"Khu.. khumairo... Hub.. hubby... bisa jel... "
"Pergi..... "
Duarrrr........
.
.
.
.
Gimana suka gak???
Udah bacanya? jangan lupa tinggalkan
like, komen dan vote yah supaya bikin athor semangat lagi nulisnya....
__ADS_1
he.. he....