
Sumpah demi apapun Ais begitu malu dengan tingkahnya sendiri bagai mana mungkin Ais begitu manja pada sang suami sampai melupakan putranya sendiri yang masih tertidur di pelukannya.
Ais seakan merasa bahwa dirinya belum punya anak padahal baby Fatih sudah mau hampir satu tahun dengan keliancahan dan keaktifannya baby Fatih sudah bisa berjalan dalam usia delapan bulan.
Setiap hari selalu bersama dengan Ais dibandingkan dengan Aiman tapi kenapa Ais seolah bertingkah bahwa cinta dan kasih sayang Aiman hanya untuk dirinya saja padahal ada sang putra yang membutuhkannya juga.
Ah.. Ummah macam apa Ais kecemburuannya berujung pada sang putra bahwa perhatian Aiman untuk dirinya saja bukan yang lain.
"Hubby jangan lihatin Ais terus... "
"Ah.. tadi kan Ais lupa, kiran gak ada Fatih..."
Ucap pelan Ais dibuat malu setengah mati.Aiman hanya mengulum senyum saja dari tadi melihat tingkah sang istri yang menggemaskan.
Sungguh Aiman tak habis pikir kenapa istrinya menggemaskan sekali, dengan tingkah konyolnya.
Sedangkan baby Fatih berdiri di pangkuan Ais sambil mengoceh melihat jalan yang begitu ramai oleh kendaraan.
"Ummah.. mah.. mbil.... mbil... "
"Iya Nak, banyak mobil.. "
"Ya.. ya.. Um.. ummah.. Mbil... "
"Fatih mau beli mobil... "
"Ya.. ya.. "
"Nanti yah kalau Fatih sudah besar dan sukses...."
Celotehan Ais dan baby Fatih menghibur sepanjang perjalanan pulang.
Tak terasa mobil Aiman sudah parkir di depan rumahnya dengan pak Badar menutup kembali pintu gerbang.
Aiman menggendong sang putra dengan Ais yang mengekor di belakang dengan tangan yang menjingjing tas kerja sang suami.
"By Ais siapkan air hangat dulu yah.. "
"Gak usah sayang, ini Fatih kayanya mau mimi. "
Cegah Aiman sambil menyerahkan baby Fatih yang mengemut ibu jarinya sendiri.
Baby Fatih jika ingin mimi maka dia akan mengemut ibu jarinya sendiri, padahal biasanya seusia baby Fatih kalau ingin mimi pasti akan menangis.
Dengan pelan Ais memberikan asi pada putranya, sedangkan Aiman langsung pergi kekamar mandi.
Hampir lima belas menit Aiman kembali dengan wajah segarnya, membuat Ais hanya diam terhanyut dalam ketampanan sang suami.
Aiman hanya menggeleng saja dengan tingkah sang istri yang semakin cemburuan pada siapapun termasuk putranya sendiri. Ada-ada aja, pikir Aiman.
"By.."
__ADS_1
Panggil Ais sesudah menidurkan sang putra karna memang ini sudah malam waktunya baby Fatih tidur.
"Iya ada apa sayang.. "
"Anu By.. "
Gugup Ais tak enak takut sang suami tak mengijinkan. Aiman hanya diam saja menunggu kelanjutan ucapan sang istri.
"Emmz.. boleh Ais.. lan.. lanjut kuliah lagi.. "
Ucap Ais hati-hati sambil meremas baju gamisnya karna takut apa yang Ais ucapkan membuat sang suami tidak suka.
Aiman terdiam mendengar keinginan yang sang istri katakan. Jujur Aiman ingin sang istri hanya pokus pada anaknya saja, tapi Aiman juga tidak mau egois.
Lama Aiman terdiam sambil melihat lamat-lamat wajah sang istri yang nampak ketakutan. Hingga senyum indah terpancar di bibir Aiman membuat Ais malah semakin was-was saja kalau senyum sang suami pertanda tak mengijinkan.
Karna Ais tau siapa sang suami yang selalu pandai menyembunyikan keadaan hatinya.
"Boleh.. "
"Beneran By.. "
Pekik Ais kegirangan, bahagia mendengar sang suami mengijinkan dirinya untuk melanjut kuliah kembali. Sudah satu tahun lebih Ais ketinggalan dari Ani,pasti sekarang Ani sudah detik-detik merayakan acara wisuda.
Cup...
"Terimakasih By.. "
Ucap tulus Ais dengan kecupan indah di bibir sang suami tak lupa dengan senyum menawannya.
Deg...
Seketika senyuman indah Ais menghilang begitu saja bagai mentari yang bersembunyi dibalik awan berganti mendung.
Ais terdiam tak bisa berkata apa-apa lagi, tenggorokannya bagai tercekik membuat Ais sulit untuk perotes.
"Tunggu satu tahun lagi saat usia Fatih dua tahun yah sayang.. "
Ucap lembut Aiman sambil menggenggam tangan sang istri yang hanya diam saja dengan rautannya sendiri.
"Hubby hanya tidak mau Fatih tidak ada yang mengurus kalau kita sama-sama sibuk. Apa lagi sayang pasti akan sangat sibuk mengejar pelajaran yang ketinggalan di saat Fatih masih mimi. Sayang mengerti kan.. "
"Ma'afkan Hubby jika jadi penghalang keinginan sayang. Sungguh hubby tidak bermaksud hanya saja kasian Fatih.. "
Ucap Aiman sambil menarik sang istri kedalam pelukannya. Sedangkan Ais hanya diam dengan pikirannya sendiri.
Tak lama Ais mengendurkan pelukan sang suami sambil menatap sang suami dengan mata berkaca-kaca.
"Ma'af kan Ais by, yang egois tidak memikirkan Fatih. Hubby benar Fatih masih mimi, bagai mana mungkin Ais meninggalkannya. Hik.. hik.. Ummah macam apa Ais ini.. "
Gumam Ais gemetar merasa bersalah sudah meminta izin lanjut kuliah kembali tampa bertanya dan memikirkan putranya yang masih butuh dirinya.
__ADS_1
" Jangan salahkan diri sayang sendiri. Sayang sudah jadi istri dan Ummah yang baik ko buat hubby dan Fatih.Hanya saja segala sesuatu rundingkan dulu sama hubby jangan salah ambil keputusan tampa melihat dampak dan mangfaatnya bagai mana?. "
"Iya By, terimakasih sudah mengingatkan. "
"Itu gunanya suami istri sanyang. Saling mengingatkan satu sama lain jika diantara kita ada yang salah langkah. Jika hubby salah maka kewajiban sayang mengingatkan hubby begitupun sebaliknya. Karna suami istri bagai pakaian yang saling menutupi . "
"Maka terus ingatkan Ais jika Ais salah melangkah By.. "
"Insyaallah sayang. Hubby juga, ingatkan jika hubby berada di titik yang salah.. "
"Terimakasih By, I Love You.. "
"Love You To.. "
Balas Aiman memeluk sang istri erat begitupun Ais membalas pelukan sang suami tahkalah erat.
Terkadang apa yang kita pikir baik belum tentu baik bagi pasangan kita begitupun sebaliknya.
Maka penting disetiap rumah tangga membangun komunikasi dan berbicara dulu jika ada sesuatu yang kita inginkan.
Jika salah satu diantara kita yang lupa langsung tampa pikir menginginkan sesuatu dan tampa bertanya pada pasangan kita apakah itu baik atau tidak.
Maka wajib bagi suami istri saling mengingatkan jika diantara salah satu dari mereka ada yang salah langkah.
Tapi ingat jangan sekali-kali mengutamakan emosi yang ujung-ujung nya akan datang masalah baru yang mungkin akan lebih besar lagi.
Itulah pentingnya bagi kita membangun rumah tangga dengan dasar agama bukan harta, kecantikan dan turunan.
Agama yang mengatur kita untuk selalu menghormati satu sama lain.
Maka wajib bagi siapapun seorang pemingpin rumah tangga harus cerdas supaya bisa membingbing anak dan istri kita menuju ridho Allah .
Jangan pernah menyalahkan istri ketika ketidak mampuhnya dia mendidik seorang anak,karna kewajiban pertama mendisik anak kita adalah seorang bapak pemimpin rumah tangga.
Halnya Allah berkata dalam firmannya " Setiap laki-laki(Suami) adalah pemimpin bagi istri nya."
Begitulah yang Aiman dan Ais lakukan berusaha membangun rumah tangga dalam dasar agama untuk menuju ridho Allah.
Saling menerima satu sama lain dalam segala hal apapun.
.
.
Bersambung....
.
.
Gimana seru gak ?
__ADS_1
Jangan lupa untuk terus like, komen dan vote
terimakasih