Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 13


__ADS_3

Jantung yang sama-sama berdetak kencang bagai melodi terdengar di telinga masing-masing dengan mata yang saling tatap mengunci satu sama lain.


Inikah nikmat cinta yang sesungguhnya saling pandang dalam ikatan halal ,dengan rahmat Illahi yang menyertai mereka bahkan para malaikat menjadi saksi janji suci yang mereka ucapkan.


"Khumairo"


Gumam Aiman pelan membuat wajah Ais semakin memanas apa lagi Aiman semakin mendekat dengan wajah yang beberapa inchi lagi.


Rasa gugup dan kaku membuat Ais tidak bisa bergerak bahkan tenggorokannya tercekat dengan nafas yang naik turun.


"Bolehkah saya memanggilmu 'Khumairo' "


Entah ada keberanian dimana Ais hanya mengangguk saja membuat Aiman tersenyum manis membuat Ais suka akan senyuman itu. Bolehkah Ais serakah dan egois, ingin sekali Ais saja yang melihat senyuman itu jangan orang lain.


Deg....


Ais semakin di buat menegang tak kala tangan Aiman mengelus pipinya mungkin dari tadi sudah memerah bak kepiting rebus.


"Apa perbedaan usia mempengarui pikiran khumairo? "


"Dan apa khomairo yang sering memerhatikan saya di kantin "


Aiman kembali tersenyum tak kala Ais hanya mengangguk saja akan pertanyaannya membuat Aiman gemas.


"Apa ada yang ingin khumairo tanyakan"


Ais menggeleng lalu mengangguk dan menggeleng lagi membuat Aiman semakin mengulum senyum karna geli akan tingkah Ais.


Grep...


Aiman menarik pinggang Ais hingga merapat dengan tubuhnya membuat Ais membulatkan mata karna terkejut apa lagi muka Ais tepat menempel di dada bidang Aiman. Bahkan Ais bisa mendengar dengan jelas detak jantung Aiman.


"Tidurlah... "


Gumam Aiman pelan sambil memejamkan kedua matanya sedangkan Ais masih melotot tak percaya bagai mana Ais bisa tidur dengan posisi begitu apa lagi jantungnya masih terpacu hebat.


Satu detik, dua detik, tiga detik hingga lima belas menit Ais bisa bernafas dengan normal berbarengan kedua matanya terpenjam mungkin karna kantuk menghampiri atau memang karna Ais begitu nyaman di dalam dekapan Aiman hingga dua manusia itu terlelap dalam mimpi.


Segelintir Angin menelusuk masuk membangunkan seseorang yang berada di bawah selimut,dengan pelan dia menggeliat merasakan berat pada tubuhnya.


Mata lentik itu terbuka perlahan dengan seulas senyum yang mengembang, ternyata Ais tidur dengan posisi merangkak ke atas tubuh Aiman dengan kepala yang menempel sempurna di dada bidangnya.


"Emmz"


Lengkungan kecil terdengar di bibir Ais perlahan matanya terbuka dengan cepat Aiman memejamkan matanya kembali.


"Aduh kok keras banget.. "


Gumam Ais sambil meraba-raba seketika kedua matanya melotot dengan apa yang Ais lakukan. Tangannya memegang otot tangan Aiman dengan satu tangan berada di dada bidang Aiman.


Dengan pelan Ais bangun dari atas tubuh Aiman karna merasa malu dengan apa yang dia lakukan.


"Ah... "


Aiman meringis saat Ais menekan dadanya karna gugup ingin bangun justru ringisan Aiman membuat Ais semakin gugup dan menekan dadanya.


"Maaf.. "


"Gak papah ko"

__ADS_1


"Emmmz.. i.. itu... "


"Kenapa hemmz... "


Aiman terus saja menggoda Ais membuat Ais semakin salah tingkah apa lagi Aiman membelit erat pinggangnya .


"Ais mau bangun... "


"Terus... "


"Itu tangannya.. "


"Emang kenapa? "


Glek...


Ais menelan ludah nya kasar membuat Ais semakin memanas apa lagi bulu-bulu halus mulai merenggang.


"Le.. lepaskan tangannya di pinggang Ais.. "


"Terimakasih"


"Buat apa? "


"Sudah menerima saya dengan segala kekurangan."


"Emmz itu... "


"Anna uhibuki fillah ya jaujati.."


"Apa! "


Pekik Ais salah tingkah ,kenapa harus sekarang sih, apa yang harus aku balas.Ah...,batin Ais.


"Hah... "


Aiman hanya tersenyum saja dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi membiarkan istrinya sibuk dengan pikirannya sendiri.


Aku gak salah dengar kan, jadi selama ini dia! ah... sungguh malu. Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus membalas ucapannya? atau diam.


Sungguh pakta yang mengejutkan ternyata perasaan ini sama.


Sekarang aku percaya perjodohan tidak seburuk yang ada di pikiranku, jika orangnya adalah kamu, batin Ais sambil senyam-senyum sendiri sambil memegang dadanya yang bergemuruh.


Suasana nampak berbeda seperti ada yang bersinar tapi bukan sinar mentari, walau sinar itu nampak malu-malu tapi bagi umi Rahma paham akan apa yang terjadi.


"Nak Aiman apa rencana ke Bogor jadi"


"Insyaallah bi"


Jawab Aiman membuat susana ruang makan nampak hening dengan pikiran masing-masing.


Prang...


"Bang Air... "


"Bi... "


Tekan umi Rahma memegang lengan sang suami yang nampak marah melihat kelakuan anaknya yang tak sopan meninggalkan meja makan.

__ADS_1


Membuat Aiman nampak tidak enak hati, sedangkan Ais paham akan apa yang kembarannya lakukan.


"Bi,mi biar teteh saja yang nyusul Adek. Dede Adam lanjutkan saja makan yah"


Umi Rahma hanya mengangguk percaya bahwa Ais bisa mengatasi semuanya.


Cklek...


Ais perlahan membuka pintu kamar kembarannya di lihatlah Air sedang duduk di sisi ranjang dengan raut wajah yang di tekuk.


"Dek... "


"Kenapa hemmz"


"Air gak bisa jauh"


"Bukankah ini yang Ade inginkan ,kalau teteh menikah jadi gak ada yang ganggu ade, teteh gak akan manja lagi dan gak akan nyusahin ade lagi dengan memasangkan helm... "


"Teteh.. "


Grep...


Ais memeluk sang adik sambil terkekeh gemas baru kali ini Air mengungkapkan isi hatinya kalau dirinya gak bisa jauh.


"Kan kita masih bisa ketemu di kampus.. "


"Bukan itu.."


"Terus...? "


"Apa teteh bahagia "


"Sangatttt, apa lagi suami teteh orang yang teteh suka. Ade tau itu kan.. "


"Kalau bang Am nyakitin teteh bilang sama Ade yah, nanti ade yang akan hajar bang Am .Dan teteh harus janji.... tetap bahagia,sehat dan selalu tersenyum"


"Siap bos "


"He.. he... "


Keduanya kerkekeh sambil saling peluk menyalurkan kasih sayang adik dan kakak yang tidak bisa di pisah.


Ikatan batin antara kakak dan adik begitu kental, walau mereka sedikit bertolak belakang dengan sifat nya tapi jauh dari karakternya mereka selalu saling menjaga dan melindungi satu sama lain.


Itulah yang di ajarkan Rosulullah pada umatnya "Untuk menghormati yang lebih tua dan mencintai yang muda" .


Sedangkan seseorang menatap mereka dengan perasaan haru.


Aku berjanji dengan segenap kemampuanku akan selalu menjaga dan melindungimu, apapun yang terjadi.


Di sini kamu begitu di sayang maka aku akan melakukan hal yang sama walau caraku berbeda.


Aku beruntung bisa mendapatkanmu gadis di luar selalu bar-bar dan manja nyatanya kamu mempunyai sejuta kasih sayang dan cinta bagi keluargamu. Maka ijinkan aku menjadi lindingmu, sandarmu ketika kamu rapuh.


Batin Aiman langsung melangkah pergi memberikan ruang bagi kakak dan adik untuk menyalurkan perasaan masing-masing.


"Ingat harus minta maaf yah.. "


"Iya"

__ADS_1


"Itu baru adik teteh"


Bangga Ais sambil mengelus rambut Air.


__ADS_2