Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesod 11


__ADS_3

Senyum terlukis indah di bibir Ais dengan pacuan detak jantung yang cepat rasanya Ais gugup sekali menghadapi hari dimana dia akan memulai hidup baru.


Hidup dimana membangun sebuah rumah tangga yang di ridhoi Allah menuju jalan surganya.


Setiap rumah tangga semua orang pasti menginginkan pasangan yang terbaik, memilih seorang pemingpin yang tanggung jawab,menyayangi dan melindungi.


Begitupun dengan Ais semoga Aiman jodoh terbaik yang Allah kirim untuk melengkapi separuh iman menuju rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warohmah.


Balutan baju pengantin begitu pas di tubuh Ais membuat Rahma tersenyum bahagia.


Sedangkan di depan pintu Air hanya diam mematung memandang sang kakak yang sudah di sulap menjadi ratu di keluarga Khoer.


Air perlahan melangkah masuh membuat orang-orang yang mendandani Ais keluar karna sedikit takut akan aura dingin Air begitupun dengan umi Rahma yang ikut keluar karna harus mendandani suami dan anak bungsunya.


"Teh"


Ucap Air sambil berjongkok memegang kedua tangan Ais yang sedang duduk .


"Kenapa hemmmz ? "


Tanya Ais sambil mengelus rambut sang adik lembut mencurahkan kasih sayang seorang kakak pada adiknya.


"Teteh janji yah harus bahagia dan ingat jangan manja sekarang mah, kan udah mau jadi seorang istri "


"Doa kan teteh dek semoga teteh bisa menjadi istri seperti Syaidah fatimah "


"Sebentar lagi teteh akan jadi milik bang Am. Air pasti akan kangen sikap bar-bar dan manja teteh.. "


Lilir Air karna belum sanggup jika harus berjauhan dengan kakak manjanya membuat Ais menitikan air mata haru akan penuturan sang adik.


Kasih sayang seorang kakak dan adik begitu melekat di keduanya membuat Air sedikit kewatir kakak nya akan kesusahan dalam beradaftasi dan menyesuaikan sikafnya.


Grep...


Air memeluk pinggang Ais membuat Azam dan Rahma tersenyum melihat kasih sayang antar saudara yang selalu saling melindungi satu sama lain walau pun mereka setiap hari pasti berdebat akan hal-hal kecil.


"Dede gak di ajak "

__ADS_1


Celetuk Adam cemberut karna Ais memeluk Air sedangkan dirinya tidak membuat Ais dan Air tersenyum sambil merentangkan tangan supaya Adam ikut berpelukan.


Cup...


Ais tersenyum akan kecupan yang di berikan adik bungsunya dan Air di pipi kanan-kirinya membuat Azam memotret mengabadikan momen langka berkumpul anak-anaknya karna Adam yang paling jarang berkumpul .


"Teteh janji akan selalu bahagia.. "


"Jika satu tetes air mata teteh keluar karna bang Am menyakiti teteh maka bang Air yang pertama memukul nya"


"Dan dede orang kedua yang akan berhenti sekola... "


"Berhenti sekolah..?? "


Ucap Ais dan Air saling pandang tak mengerti.


"Kan gak mau di ajar lagi sama bang Am jadi kalau dede berhenti sekolah jadi kan bisa mukul bang Am dengan ini"


Jawab santai Adam sambil mengacungkan tangannya membuat Ais dan Air malah saling pandang gemas akan kepolosan adik nya.


Sedangkan Azam dan Rahma hanya terkekek anak nya yang bungsu bicaranya selalu saja tak nyambung tapi menggemaskan.


Ucap umi Rahma membuat ketiga saudara itu melepaskan pelukannya lalu Air dan Adam mengangguk .


Tas... tas...


Suara petasan terdengar nyaring menandakan bahwa pengantin peria sudah datang membuat Ais memegang dadanya karna gugup.


Suara amil sudah terdengar membuat Ais di buat semakin gugup apalagi mendengar suara yang sedang mengucapkan ijab kobul.


"Saya nikahkan ananda Aiman mahmued dengan putri saya Aisyah khoer el-qolayuby dengan maskawin seperangkat alat sholat dan Uang sebesar 100 dirham"


"Saya terima nikahnya Aisyah khoer el-qolayuby binti Muhamad khoer Azam dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 100 dirham tunai "


"Gimana saksi? "


"Sah.. sah... "

__ADS_1


Umi Rahma menitikan air mata karna sekarang anak manjanya sudah menjadi milik orang lain begitupun Ais menitikan air mata sambil memeluk sang umi.


Umi Rahma dan Ani selalu setia menemani Ais hingga tiba waktunya Ais di panggil untuk menghadap dengan setia Ani memegang tangan kiri Ais sedangkan di sebelah kanan umi Rahma.


Semua mata tertuju pada bidadari yang menuruni anak tangga dengan di gandeng dua manusia yang tah kalah cantik. Ais terus saja menunduk malu dan gugup jadi satu hingga tiba umi Rahma mendudukan Ais di sisi Aiman.


Rasa bahagia syukur terus Aiman panjatkan dalam hati dimana dia sudah menjadi suami dari Aisyah khoer el-qolayuby.


Mampuhkah Aiman menjadi pemimpin yang tanggung jawab seperti yang Ais inginkan apalagi Aiman dua tahun lebih muda dari Ais sendiri sekarang Aiman berusia sembilan belas tahun sedangkan Ais dua puluh satu tahun.


"Sekarang calon pengantin wanita cium tangan suaminya begitupun sebaliknya"


Ucap penghulu membuat Ais gugup dengan gemetar tangan nya telulur menyambut tangan Aiman dengan khidmah Ais menciumnya begitupun Aiman mencium kening Ais lembut.


Deg....


Ais di buat menegang tak kalah benda kenyal menempel di keningnya seperti ada aliran listrik yang menyengat membuat bulu-bulu halus keduanya meremang karna baru pertama kali Ais bersentuhan kulit dengan orang lain.


Aiman dan Ais langsung duduk di bangku pelaminan dimana tak lama segerombolan teman Ais dan Aiman datang dari kampus mengucapkan selamat begitupun dengan rekan bisnis Azam dan kerabat dari Ilham yang ada di Indonesia.


Aiman dan Ais terus saja tersenyum memancarkan kebahagiaan mebuat orang lain iri melihatnya pasangan itu begitu sempurna.


Senyuman kebahagiaan yang tidak bisa di jabarkan oleh kata hanya mampu di ekpresikan oleh tubuh bahwa kebahagiaan menyelimuti sepasang manusia yang berbeda jenis, mengungkapkan janji suci bahwa mereka akan selalu saling menggenggam satu sama lain.


Menjalin kehidupan baru yang baru di mulai, akan ada badai yang datang di setiap rumah tangga mampuhkah mereka menghadapinya, semoga saja Aiman mampuh menggenggam tangan Ais yang manja dengan tingkahnya.


Menjadi sandar di kala Ais rapuh, menjadi penguat di kala Ais lemah dan menjadi benteng dikala ada badai yang menerpa.


Semoga saja Ais dan Aiman bisa membangun rumah tangga yang kuat.


"Mah, liahatlah. Ini hari bahagia buat Aiman dan ayah semoga mamah ada di sini menyaksikan Aiman bersanding dengan perempuan yang mamah pilih, semoga Ais adalah jodoh terbaik yang Allah kirim"


Batin Aiman sambil melirik Ais dengan senyuman khas nya. Sedangkan Ais di buat salah tingkah karna sendari tadi Aiman terus memerhatikannya.


Siapa saja yang melihat akan ikut bahagia dengan pasangan itu. Tapi tidak dengan seseorang tangannya mengepal erat hingga urat-urat nya menonjol, dengan sorot mata memerah menyalurkan keterlukaan yang sangat amat.


"Tak akan ku biarkan kalian hidup bahagia, itu janji ku"

__ADS_1


Batinnya dan langsung melangkah pergi dengan senyum seringainya.


__ADS_2