Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 82 Apa tak bisa le.. lebih !!


__ADS_3

"Ck. Kau memang lemah,Apa kau betah terus tertidur.. "


"Tapi baguslah karna Aku bisa memiliki Aiman,Jangan menyesal yah ketika kamu bangun Aiman sudah jadi miliku.. Tuhan memang maha baik. "


"Wow..dan putramu begitu tampan tapi aku tak keberatan jika harus menjadi ibu sambung.. Rasanya sangat bahagia bisa memiliki Anak setampan Fatih.. a.. he.. he.. "


Kekeh Emely sinis menatap Ais yang masih menutup mata. Sungguh beruntung seorang Aisyah Khoer El-qolayuby mendapatkan Aiman, Laki-laki yang mempunyai sejuta pesona.


Apa yang Aiman lihat dari wanita pesakitan itu, hanya menyusahkan saja, Pikir Emely. Tapi Emely akui Ais memang cantik walau wajahnya tampa mekup apalagi sekarang wajah nya pucat tapi tak sedikitpun melunturkan kecantikan alami didirinya.


Alis tebal dengan bibir mungil merah alami seperti ceri, pipi tirus dan hidung kecil mancung pas.


Imut, satu kata yang keluar dari bibir **** Emely yang menatap lekat wajah Ais. Tapi ketika mata itu terbuka hanya tatapan tajam yang tersorot membuat siapa saja akan terpesona dengan tatapan tajam tapi memancarkan keteduhan.


"Kamu tau Aiman adalah cinta pertamaku, dia tampan dan banyak disukai banyak orang termasuk Aku. Tapi aku tak seberuntung kau yang bisa mendapatkan cinta utuhnya tampa berjuang, Sungguh beruntung kan Kamu... "


"Membuat Aku iri akan semuanya,Tapi sekarang aku bahagia karna kamu masih tertidur. Semoga kamu memang tidak bangun lagi supaya Aku bisa mendapatkan Aiman kembali..."


"Hey..jangan menangis, Kenapa? Marah! he.. he.. Apa kamu mendengar aku bicara? "


"Hemmz kalau benar semoga kamu mendengar apa yang aku ucapkan.. "


"Dan ingat satu hal kalau Aiman adalah Milik Ku.. "


Tekan Emely diakhir kalimatnya sambil berbisik dengan senyum seringai.


Tut.. tut...


Suara detak jantung Ais terpacu membuat Emely tersenyum puas dengan apa yang dia lakukan ternyata ucapannya berhasil memancing Ais.


"Apa yang kau lakukan? "


Deg...


Emely terlonjat kaget mendengar suara dingin tanpa intonasi itu. Matanya menatap tajam Emely yang hanya tersenyum acuh saja.


"Apa yang terjadi ! kenapa dengan istriku.. "


"Sayang... kamu tenang yah.. Emely kenapa istriku jadi begini.. "


"Dasar bodoh.. "


Maki Emely melihat tingkah panik Aiman, Emely hanya menyelonong pergi tampa memperdulikan kepanikan Aiman yang menatap geram Emely.


Tadi Aiman hanya keluar sebentar membeli makan karna belum sarapan pagi. Ketika Aiman kembali Aiman terkejut melihat Emely sudah ada di dalam dengan suara monitor detak jantung terdengar nyaring.


"Sayang kamu jangan tinggalkan Hubby.. Hubby mohon.. hik.. semua akan baik-baik saja.. "


"Sayang jawab Hubby hik.. "


"Dokter Aiman kenapa?? "


"Vina cepat periksa istriku.. tadi istriku sesak napas. Hey kenapa kau bengong.. "


Panik Aiman dengan kegeramannya yang membuat Vina dibuat bingung sendiri. Emang apa yang terjadi, pikur Vina bingung.


"It.. itu istri Dokter sudah sadar!. "


Jderr...


Aiman terlonjat kaget dengan apa yang Vina ucapkan membuat Aiman langsung menatap sang istri yang sudah membuka mata dengan bibir pucat yang tersenyum.


Aiman hanya diam gemetar dengan air mata yang terus keluar membasahi kedua pipinya.


Perlahan tangan lemah itu telulur menggapai wajah sang suami,dengan lembut Ais menghapus air mata itu.


"Ke.. kenapa Hubby me.. menangis.. "


"Sa.. sayang.. "


Ais hanya tersenyum lemah membuat Aiman langsung memejamkan kedua matanya kalau apa yang dia lihat memang nyata bukan mimpi kalau istrinya sudah sadar.


Grep...


Aiman langsung memeluk sang istri dan menghujaninya kecupan di seluruh wajahnya tampa kecuali.


Vina yang melihat itu hanya bersemu sendiri membuat Vina jadi salah tingkah.


"Vi.. vina.. "


"Eh.. "


Aiman langsung memberhentikan kelakuan memalukannya karna tersadar kalau ada Vina diruangan itu.


"Silahkan Periksa istriku.. "


Ucap Aiman datar membuat Ais hanya menggeleng lemah melihat tingakah kekanakan sang suami.


"Ba.. baik Dok. "

__ADS_1


Jawab Vina gugup langsung melangkah mendekati brankar membuat Aiman sedikit bergeser dengan tangan yang terus memegang tangan lemah Ais posesif membuat Vina memaki dalam hati saja.




Taman yang luas dengan berbagai macam bunga yang bermekaran. Mata indahnya menatap hamparan bunga yang di kelilingi kupu-kupu.



Segelintir angin membawa bau bunga hingga masuk kedalam hidung mancung seseorang itu membuat jiwanya tenang. Seakan angin itu membawanya kedunia kayangan.



Matanya teralih keatas sana dimana langit begitu jingga membuat kedua mata seseorang itu berbinar kebahagiaan.



Suasana sore hari begitu nyaman membuat pikiran dan jiwa seseorang itu tenang.



"Aku akan berusaha melupakan mu Seperti bunga itu ikhlas sarinya di hisap oleh lebah dan kupu-kupu.. "



"Kemanisan itu hilang halnya rasa ini seakan sesak jika terus dipaksa! "



"Sa.. sakit hik.. ta.. tapi Aku bahagia.. "



Lilir seseorang itu dengan tatapan yang masih sama. Jiwanya seakan melayang jauh entah kemana adahal raganya hanya duduk hidmah dengan tatapan lurusnya.



Jika melepas adalah jalan terbaik, maka akan aku lakukan walau itu menyakitkan.Semuanya sudah berubah membuat aku tak bisa menggapai lagi. Sekarang aku harus kemana? mencari labuhan yang tepat untuk hati ini berlabuh. Lupakan aku pasti bisa! hik.. hik.. sa.. sakit Tuhan. Kenapa ini sangat menyakitkan! .



Atau cukup disini aku mengejar biarlah suatu hari nanti aku dikejar.



"Maaf jika aku sulit melepas.. "




Tampa dia sadari sendari tadi seseorang itu ada yang memerhatikan dengan tatapan sulit di tebak.



"Biarlah jalan Takdir yang menuntun kita kemana tempat yang tepat untuk kita istirahat.. "



Deg...



"Kau.. "



Pekik Emely terkejut melihat siapa yang ada dihadapannya itu. Seakan tak percaya Emely menepuk pipinya.



"Aw.. "



Lalu Emely mengucek kedua matanya memastikan Bahwa yang dia lihat itu hanya ilusi.



Tapi orang itu nyata membuat Emely menatap sendu orang dihadapannya.



"Terimakasih.. "



"Untuk! "

__ADS_1



"Istriku sudah sadar.. "



"Bagus kalau begitu berarti aku bukan pecundang yang melawan orang lemah.. "



"Aku yakin kamu pasti akan mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik sari Aku.. "



"Tapi Aku hanya ingin kamu.. "



"Jangan menentang Takdir,kamu baik. "



"Ta.. tapi.. "



"Maaf dan terimakasih.. "



"Kamu masih adik kecilku.. "



Ucap Aiman sambil mengelus kepala Emely kemudian pergi meninggalkan Emely sendiri dalam kesunyiaannya.



Aiman memang jahat! tapi itu harus Aiman lakukan agar Emely bisa melepaskan dirinya. Aiman tak mau menyakiti tapi Aiman juga tak mau melihat adik kecilnya dulu berubah menjadi wanita yang jauh dari kata ikhlas dan sabar.



Jadi tak ada harapan bagi Emely apa lagi sikaf Aiman yang dingin membatasi jarak antara mereka supaya tidak ada kesalah pahaman di suatu hari nanti.



Aiman hanya berterima kasih karna berkat ucapan Emely membuat Ais bisa kembali bangun dari masa komanya.



Yah memang Emely berkata seperti itu hanya ingin memancing Ais saja supaya bangun dari alam bawah sadarnya dan itu berhasil.



"Apa tak bisa le.. lebih.. "



Gemetar Emely menatap nanar kepergian Aiman yang tak menengok kebelakang lagi. Seakan membentengi Emely kalau Aiman bukan Takdir dirinya.



.



.



.



Bersambung...



.



.



Jangan lupa Like, Komen, dan Vote


__ADS_1


Terimakasih..


__ADS_2