Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesod 10


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan Air hanya diam saja entah apa yang Air pikirkan membuat Ais di landa kebingungang akan perubahan raut adiknya yang tidak biasanya.


Apa kamu ada masalah dik? kenapa hanya diam saja? Apa yang membuatmu jadi murung? deretan pertanyaan terus berputar di otak Ais.


Ais terus memerhatikan Air murung sesudah pertengkaran sedikit dengan Mona


Apa karna masalah tadi ? tapi itu tidak mungkin, Ais terus bergelut dengan pemikirannya sendiri sambil mempererat pelukannya ke pinggang Air.


"Teh sudah samapai "


Ucap Air membuat Ais sedikit kaget, dan benar saja Ais sudah ada di depan sebuah Butik . karna memang tadi uminya menelepon pulang kampus di suruh langsung pergi ke butik untuk fiting baju.


"Dek temenin teteh yah "


Pinta Ais memohon masa dia akan berdua sama Aiman karna memang Aiman sendari tadi sudah menunggu di dalam.


"Kan Ade di suruh nganterin doang sama umi, jadi teteh kedalam sendiri saja "


"Ta.. tapi.... "


"Dah... "


Ais hanya menghela nafas kasar saat adiknya malah pergi membuat Ais gugup saja pasalnya Ais belum pernah berduaan dengan laki-laki yang bukan mahrom nya .


Biasanya Ais kalau kemana-mana mengang selalu dengan Air kalau tidak dengan Adam adik bungsunya.


"Bismillahirohmannirohim"


Ucap Ais pelan sambil melangkah masuk di lihatlah Aiman sedang duduk sambil memegang ponselnya.


Deg....


Ais di buat semakin gugup ketika Aiman berbalik melihat kedatangan dirinya sambil tersenyum manis.


"*Aduh jangan tersenyum dong nanti Ais gak bisa nafas, ah.. kenapa senyuman itu malah semakin manis sih.. "


"Astagfirullah.... Astagfirullah Ais apa yang kamu pikirkan*.. "


Batin Ais mengerutuki kebodohannya kenapa tidak bisa menjaga sikap.


"Ma.. maaf membuat menunggu "


Ucap Ais semakin gugup karna Aiman terus saja tersenyum.


"Gak papah ko saya juga baru datang "


"Emmmz.. "


"Berhubung calaon istrinya sudah datang silahkan tuan.. "


"Aman... "


Batin Ais ,mereka langsung mengikuti pelayan butik untuk fiting baju walaupun Ais canggung tapi dia berusaha mengendalikannya.

__ADS_1


Begitupun dengan Aiman yang berusaha bersikap biasa dengan bibir yang terus tersenyum ramah. Padahal apa yang Aiman lakukan malah membuat Ais tambah kikuk di buatnya dengan dada yang terus bergemuruh hebat.


"Kalian pasangan yang cocok sekali "


Celetuk pemilik butik sambil tersenyum membuat Ais di buat salah tingkah saja sedangkan Aiman terus saja tersenyum membuat Ais sedikit cemberut entah apa perasaan nya yang jelas saat ini Ais gak suka.


Seperti mengisyaratkan dalam sorot matanya 'Jangan tebar pesona senyuman itu hanya buat Ais seorang 'itulah kira-kira tatapan kesal Ais saat Aiman malah semakin akrab saja sama pemilik butik padahal mah pemilik butik kan sudah berkepala empat.


"Kita ke toko perhiasan dulu "


Ucap Aiman memecah keheningan karna dari tadi Ais hanya diam saja ketika keluar dari butik tadi.


"Emmmz.. Iya.. "


"Kenapa? "


"Apa nya? "


"Di kampus biasanya cerewet,paling heboh dan pa...."


"Apa..! "


Pekik Ais kaget dari mana Aiman tau dengan apa yang sering Ais lakukan. Apa Aiman juga tau aku sering memerhatikan-nya? Kalau iya ah... malu nya aku ! , pikir Ais sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


Tingkah Ais justru membuat Aiman tersenyum 'menggemaskan'batin Aiman.


"Alhamdulillah sudah sampai "


Aiman langsung keluar dan membukakan pintu untuk Ais membuat Ais semakin di buat salah tingkah apalagi Aiman memperlakukan dirinya bak ratu.


"Pilih lah mana yang Anty suka "


Ais hanya diam tidak menjawab tapi kedua matanya terus menelisik mencari perhiasan yang dia suka hingga mata Ais berhenti melihat sebuah cingcin yang kecil dengan satu berlian di atasnya.


"Yang itu saja"


Tunjuk Ais pada cincin paling kecil di antara cincin yang berjejer membuat Aiman menautkan kedua alisnya.


"Yakin mau yang itu, itu terlalu kecil cari aja yang lain "


"Eng.. enggak... Ais suka yang itu.. "


"Yakin..! "


Ais hanya mengangguk tanda yakin bukan Ais tidak mau mencari yang lebih besar melainkan bentuk yang Ais pilih sangat unik berbeda dengan yang lain yang ukirannya ampir sama.


"Bak saya ambil yang ini aja "


"Wah Mas nya pintar banget pilih perhiasan, walau cincinnya kecil tapi desainnya yang sangat susah dari yang lain "


"Bukan saya yang pilih bak, tapi calon istri saya "


Penuturan Aiman membuat Ais malu dan membuat penjaga toko tersenyum ramah.

__ADS_1


"Bak-nya pandai sekali "


Lagi-lagi membuat Ais malu tapi rasa malu itu berubah terkejut dengan apa yang di katakan penjaga toko bahwa harga cincin itu begitu pantastis melebihi harga cincin yang lain mungkin karna ukirannya yang rumit.


Aku pikit harganya tidak semahal cincin yang besar, padahal aku sengaja memilih yang kecil supaya harganya tidak mahal, Batin Ais merasa tidak enak.


Aiman hanya tersenyum melihat raut wajah Ais yang tidak nyaman membuat Aiman menepikan mobilnya di dekat taman.


"Kenapa hemmmz? "


Tanya Aiman membuat Ais terlonjat kaget baru sadar bahwa mobil nya berhenti di sebuah taman.


" Apa masalah tadi? "


Tanya lagi Aiman membuat Ais mengangguk ragu sambil meremas tasnya.


"Jangan terlalu di pikirkan Anty pantas mendapatkannya bahkan kalau anty meminta lebih saya insyaallah siap mengabulkan "


"Ta..tapi itukan mahal..."


"Kata mahal tidak berarti untuk seorang bidadari "


"Hah... "


Ais malah tercengong dengan ucapan Aiman dan seketika pipinya memanas bak kepiting rebus.


Ah..ternyata sikapnya hangat juga gak kaya di kampus sangat cuek sekali dengan gayanya yang culun dengan kaca mata yang menghiasi wajah nya, apa dia mempunyai keperibadian ganda ! pikir Ais.


"Sudah masalah perhiasan jangan di pikirkan, sekarang kita makan dulu "


Ais langsung mengaga tidak jadi meneruskan ucapannya karna melihat Aiman sudah turun duluan.


Lagi-lagi Aiman membukakan pintu untuk Ais membuat Ais semakin di buat jantungan karna debaran yang sangat cepat.


"Gak papah kan kita makan di sini "


Tanya Aiman karna memang Aiman mengajak Ais makan di warung pecel lele yang dekat dengan taman.


Ais hanya menggeleng, justru Ais senang Aiman membawa dirinya ke warung pecel lele karna di sana tempat makan paporit Ais.


Kalau urusan makan makan Ais jagonya bahkan rasa gengsinya dan malunya akan hilang seketika ketika Ais sedang makan.


Tingkah makan Ais sangat rakus seperti orang yang kelaparan bagi sebagiaan orang yang baru mengenalnya tapi kalau bagi orang yang tau itu exfresi bentuk bahwa Ais menyukai masakan itu.


Halnya seperti menyukai sesuatu terkadang sikap antusias tidak bisa di sembunyikan begitupun Ais kalau sudah memakan makanan paporitnya .


Membuat Aiman menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah makan Ais yang sangat menggemaskan di matanya sampai belepotan segala.


"Manis "


"Apa? "


Tanya Ais di sela kunyahan-nya karna seperti mendengar Aiman bicara.

__ADS_1


"Manis... "


Deg.....


__ADS_2