
Tak henti-hentinya Ais menangis mendengar sang putra diculik.Apa yang Ais takutkan ternyata terjadi! Sungguh Ais tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi apa-apa pada sang putra.
Bahkan sudah tengah malam sang suami belum mengabari bagai mana perkembangan pencariaan sang putra.
Tak henti-hentinya ujian silih berganti datang, menguji setiap iman seorang hamba,apakah kuat atau tidak?
Bahkan Ais tak berselera makan karna terus menunggu kabar dari sang suami. Ais tidak bisa diam dengan keadaan ini, tapi sang suami melarangnya ikut karna takut terjadi apa-apa pada sang istri dan kandungannya.
Awalnya Ais bersikeras ingin ikut tapi sang suami tak mengijinkannya keluar rumah, selangkah kaki Ais melangkah maka Aiman tidak meridhoinya. Jika begitu Ais merasa serba salah, disisi lain Ais mengkewatirkan sang putra tapi di sisi lain ridho sang suami paling utama Ais utamakan.
Ais hanya pasrah saja menuruti perintah sang suami yang menyuruhnya tunggu dirumah.
Sedangkan Aiman menghubungi para anak buahnya untuk berkumpul di markas. Saatnya Aiman menunjukan siapa seorang Aiman Mahmued itu.
Aiman sudah duduk di kursi kebesarannya sambil menunggu para anggotanya datang. Kedua mata Aiman dari tadi pokus pada layar leptopnya yang menampilkan sebuah rute.
" Salam Tuan.."
Ucap para anggota Aiman yang mulai berdatangan satu persatu memenuhi sebuah ruangan yang selalu mereka lakukan berkumpul untuk sebuah misi.
Para anggota sangat senang karna mendapat panggilan dari Tuannya lagi untu menjalankan sebuah misi. Sangat jarang bisa bertemu dengan Tuannya karna Aiman mengan selalu jarang menunjukan wajahnya, Aiman hanya akan menggunakan sebuah jaringan yang akan terhubungung langsung dengan para anggotanya.
Para anggota sudah berkumpul semua, mereka tersenyum pada Aiman yang duduk dikursi kebesarannya dengan aura kepemimpinan yang melekat didalam dirinya.
" Bagai mana kabar kalian saudar-saudaraku? "
Tanya Aiman dengan suara datarnya tapi mengandung kasih sayang yang melekat dalam dirinya.
"Alhamdulillah baik.. "
"Baik Tuan.. "
Jawab para anggota semua, anggota Aiman tidak semuanya seorang muslim ada juga yang non muslim tapi Aiman tidak mempermasalahkannya karna bagi Aiman semuanya sama yang membedakan adalah keyakinan.
"Misi apa yang harus kita lakukan? "
Tanya salah satu dari anggota Aiman datar dengan tatapan seriusnya.
"Putraku di culik oleh orang yang sama, Persiapkan diri kalian kita akan kesana.. "
Srett....
Sebuah cahaya langsung muncul ditengah-tengah meja besar dimana para anggota Aiman sedang duduk di kursi masing-masing.
Muncullah sebuah lokasi dimana keberadaan Fatih berada,Sebuah pulau terpencil .
"Dimana pulau ini sudah dipasang ranjau dan benda-benda berbahaya, apa lagi penjagaannya sangat ketat. Hampir Seribu orang penjaga disana, Ingat kalian jangan lupa menggunakan baju anti peluru karna misi kita sekarang sangat berbeda, selangkah kita ceroboh maka putraku dalam bahaya. Saya percaya pada kalian, kalian mampu melakukannya. Keluargaku adalah hal berharga bagiku sama seperti kalian jadi ingat ! kalian harus saling melindungi, Saya tidak mau ada satu orang pun yang gugur dalam misi ini. "
Ucap Aiman menjelaskan panjang lebar dari sehi keamanan, penjagaan dan arah mana yang pertama mereka ambil.
__ADS_1
"Baik Tuan.. "
"Kita akan kesana sekarang, Tapi saya harus pulang ada sesuatu yang harus saya bawa "
Ucap Aiman dengan cepat langsung melesat keluar lewat pintu rahasia dimana pintu itu masih berhubungan dengan kediaman Aiman sendiri.
Tak lupa Aiman mengetikan pesan untuk seseorang, lalu Aiman melanjutkan perjalanannya lagi menuju rumah. Aiman tau sang istri pasti belum tidur hanya memikirkan dirinya dan sang putra.
Para anggota Aiman sedang mempersiapkan keperluan untuk misi yang akan mereka jalani, tak lupa pakaian serba hitam dengan jubah yang melekat ditubuh gagah mereka. Topi, kaca mata hitam, dan sarung tangan semuanya sudah siap. Tinggal mereka menunggu Tuan mereka dengan jubah yang sudah mereka siapkan menggantung indah di ruang rahasia itu .Berbagai senjata dan keperluan lain pun sudah mereka siap dan amankan.
Langkah kaki Aiman perlahan masuk kesebuah ruangan rahasia yang menuju langsung pada kamarnya.
Ting...
Pintu lif terbuka membuat Ais yang sendari tadi melek menengok kearah samping dimana sebuah lemari menggeser.
Dilihatlah sang suami muncul disana, senyuman indah mengembang di bibir Ais. Ais langsung berdiri dari sejadahnya karna dari tadi tak henti-hentinya Ais berdoa memohon perlindungan untuk putra dan suaminya.
"Assalamualaikum sayang.. "
Ucap Aiman sedikit terkejut, dugaannya benar ternyata sang istri belum tidur. Hati Aiman berdenyut melihat kedua mata sang istri yang sembab karna terlalu lama menangis.
"Waalaikumsalam By, bagaimana kabar Fatih! apa sudah ditemukan? dimana dia sekarang? "
Ucap Ais mencercah langsung pertanyaan pada sang suami, Aiman menghela nafas pelan sambil menggiring sang istri supaya duduk disisi ranjang.
Perlahan Aiman membuka mukena yang sang istri gunakan lalu perlahan tangan Aiman menghapus cairan bening yang keluar kembali dipelupuk mata sang istri.
"Kenapa harus besok ! kita sekarang saja ya kesana by.."
"Ini sudah malam, hubby butuh istirahat. Jangan cemaskan apapun ok.. "
"Hiks... bagai mana Ais tidak cemas By, putra kita diluar sana tidak tau sedang apa ? apa yang mereka lakukan pada putra kita hiks... ayo kita selamatkan Fatih By.. hiks.. "
"Sayang tolong mengerti ! "
Seketika Ais terdiam menatap tak percaya apa yang sang suami katakan, Ais seakan tak mengenal suaminya lagi. Suaminya selalu mencemaskan keadaan sang putra tapi kenapa ketika sang putra di culik sang suami seolah santai tak tau apa-apa.
Ais menggelengkan kepala sambil mundur menjauhi sang suami.
"Jika hubby tidak mau mencari putra kita, maka Ais sendiri yang akan mencarinya ! "
Tekan Ais dengan nada dingin.
Grep...
Aiman langsung menarik tangan sang istri cepat, yang akan pergi mencari sang putra membuat Ais langsung berbalik kembali.
Cup...
__ADS_1
Entah sejak kapan bibir sang Aiman sudah menempel di bibir sang istri membuat Ais membelalakan kedua matanya.
Tapi kecupan itu bukan sekedar kecupan Aiman malah semakin memperdalam ciuman itu, tapi ada yang aneh membuat Ais merasa ada sesuatu yang masuk kedalam mulutnya.
Rasanya pahit, tapi Aiman tak membiarkan sang istri memberontak memastikan kalau obat itu masuk.
"Emmz... ap.. apa yang Hubby lakukan.. "
Ucap Ais terbata dengan nafas ngos-ngosan menatap tajam sang suami.
"Maafkan Hubby sayang, ini jalan satu-satunya supaya sayang tidak nekad. Hubby berjanji akan membawa pulang putra kita dengan selamat.. "
"Hubby mencintai kamu.. "
"Huuu....."
Bruk...
Dengan sigap Aiman memeluk sang istri yang pingsan akibat pengaruh obat yang Aiman berikan.
Dengan cepat Aiman mengangkat sang istri dan membaringkannya diatas ranjang, tak lupa Aiman menyelimuti sang istri.
"Hubby hanya tidak mau sayang berbuat yang akan membuat semuanya tambah runyam. Maafkan Hubby.. "
Cup..
Ucap Aiman lilir sambil mencium puncak kepala sang istri. Aiman tau sang istri mempunyai ilmu bela diri tinggi ! itulah kenapa Aiman membuat sang istri seperti itu karna Aiman tak mau terjadi apa-apa pada sang istri dan calaon babynya.
Aiman melirik pada jam tangannya dengan cepat Aiman turun kebawah .
"Tolong jaga istri abang, abang percaya kamu bisa mengatasi semua ini.. "
"Siap bang.. "
Jawab Air yang baru saja datang dengan sang istri, karna tadi Aiman mengabarinya supaya datang kerumah.
"Sebenarnya siapa kakak ifarku ?? "
.
.
.
**Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..
Like, Komen, Hadiah, dan Vote ya ok...
__ADS_1
Terimakasih**....