Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 44 Kekosongan di balik Kebahagiaan


__ADS_3

Perlahan kedua mata itu terbuka, dia merasa asing dengan ruangan itu. Kepalanya pusing dan nyeri di sekujur tubuhnya.


Mata itu menelisik seluruh ruangan hingga matanya tertuju pada orang-orang yang sedang menatap aneh dirinya.


Mata-mata itu terlihat cemas, panik dan bahagia bercampur jadi satu. Tapi dia tidak menemukan seseorang diantara mereka yang sedang berdiri dihadapannya.


Kekasih halalnya entah kemana ? dia berusaha bangun namun kepala dan bagian perutnya sangat sakit.


"Teteh jangan dulu bergerak.. "


Cegah umi Rahma nampak bahagia dan haru melihat putrinya sudah siuman.


"Te.. teteh... ingi.... "


Deg....


Seketika mata Ais membelalak merasakan perutnya tidak lagi besar, tangan lentiknya bergetar memegang perutnya yang sudah rata dengan mata berkaca-kaca.


"Ti.. tidak anakku... "


Gumam Ais gemetar dengan kejadiaan pagi itu berputar di memori otaknya,membuat Ais takut terjadi apa-apa pada anaknya.


"Mi, Ba.. baby teteh Mi... Ti.. tidak terjadi apa-apakan.. Mi, Bi.. "


Teriak Ais menangis takut terjadi sesuatu yang menyakitkan, kalau terjadi sesuatu pada anaknya Ais tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.


Grep...


Umi Rahma langsung memeluk putrinya karna terkejut melihat reaksi Ais yang menjerit sambil memegang perutnya.


"Teh istigfar Teteh kenapa? hey... "


Ucap umi Rahma karna Ais tidak terkendali masih meraung sambil memanggil-manggil babynya.


Cklek....


Pintu kamar mandi terbuka nampaklah seseorang keluar dengan santai sambil menggendong seorang baby yang baru selesai di mandikan sambil menangis.


Semua mata tertuju pada dirinya membuat dia tersenyum bahagia karna sang istri sudah bangun. Tapi tidak dengan Ais, dia hanya diam dengan air mata yang terus keluar di pelukan umi Rahma membuat Aiman nampak kewatir dan langsung menghampiri sang istri.


Semua orang bergeser memberikan tempat bagi Aiman di dekat Ais.


"Khu.. khumairo.. kenapa menangis ? .."


Tanya Aiman panik sambil duduk di dekat sang istri, Ais tidak menghiraukan ucapan sang suami. Sendari tadi matanya tertuju pada baby mungil yang sedang di gendong Aiman .Baby itu nampak sangat merah dengan bulu mata lentik tapi sorot mata itu begitu tajam seperti Ais.

__ADS_1


"Ba.. baby... "


Gumam Ais gemetar mengulurkan tangannya, membuat Aiman tersentak kaget. Baru paham kalau sang istri belum tau tentang anaknya.


"Ini baby kita Khumairo... "


Ucap Aiman sambil memberikan babynya pada Ais, dengan cepat Ais menggendong babynya dengan air mata yang terus keluar.


"By....in.. ini baby kita.. "


Tanya Ais gemetar melihat baby yang sedang di gendongnya, baby itu langsung diam di gendongan Ais yang tadi sempat menangis.


"Iya ini baby kita,maaf Hubby baru habis memandikannya.. "


"Ais gak kehilangan ba.. baby... "


"Iya sayang , Alhamdulillah baby kita selamat.. "


Ais langsung memeluk sang anak dengan penuh kasih sayang, rasa takut yang Ais rasakan seketika menghilang melihat babynya mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.


Tapi ada rasa lain yang menggelitik hati Ais, dia tidak bisa merasakan bagai mana pengorbanan seorang ibu ketika melahirkan karna Ais tak merasakan apa-apa.


Yang Ais rasakan hanya sakit di bagian perut dan area sensitipnya.


Ais hanya bisa menangis sambil memeluk babynya dengan Aiman yang merengkuh sang istri suapaya masuk kedalam pelukannya.


Semua orang menatap haru pasangan yang ada di depannya yang terlihat bahagia,apalagi Aiman memperlakukan Ais penuh kelembutan dan cinta .


"Semalat yah sayang sekerang sudah menjadi seorang ibu.. "


Ucap umi Rahma sambil mencium puncak kepala sang putri lembut. Begitupun, Azam memeluk sang putri manjanya.


"Jangan cengeng dan manja yah... putri Abi kan sudah jadi ibu... "


"Ih.. Abi.. "


Rengek Ais membuat semua orang tertawa, Azam paham apa yang dirasakan sang putri.Semoga Ais bisa melupakan perasaan sedihnya. Walau Ais tersenyum haru tapi Azam paham siapa sang putri yang selalu handal dalam menyembunyikan sesuatu.


"Selamat juga yah sayang ..."


" Hah... Ayah.Kapan datang ? "


Tanya Ais begitu terkejut baru enggeh ada ayah mertua.


"Ayah baru sampai sayang,semoga jadi ibu yang baik yah, dan baby juga jadi anak yang sholeh.. "

__ADS_1


"Amin.. terimakasih yah... "


"Lihatlah Mah,Aiman begitu bahagia. Semoga mamah juga bahagia di sana, bantulah Aiman supaya bisa menjaga keluarga kecil Aiman. "


Batin Aiman memeluk sang istri dengan senyum yang terus mengembang, tapi mata itu tak bisa menutupi kekosongan yang dirasa. Sangat sakit dan perih membuat Ilham menghela nafas, paham akan apa yang dirasakan anaknya.


"Maafkan ayah yang tidak bisa membahagiakan kamu Nak. "


Gumam Ilham merasa sesak melihat anak yang selalu berusaha bersikap kuat di depan orang lain.Tapi jauh di dalam hatinya, Aiman hanya anak yang selalu merindukan akan kasih sayang dan pelukan hangat seorang ibu.


Hati Rahma mencelos tetkala mengdengar gumaman Ilham, lalu matanya tertuju pada Aiman yang sedang merengkuh Ais dengan Ais yang terus tersenyum bercanda dengan anaknya.


Aiman menghapus buru-buru air mata yang sendari tadi dia tahan dan berusaha menormalkan dirinya sendiri.


"By, tadinya Ais takut kalau Ba.. baby.. ke.. "


"Suttt... ,Jangan bilang begitu baby kan sudah ada di depan kita. Apalagi dia sehat sayang. Terimakasih sudah berusaha mempertahankannya.. "


Ais tersenyum dan mengangguk sambil merapatkan dirinya pada tubuh sang suami.


Umi Rahma terus melihat interaksi dua inshan yang berbeda jenis itu. Mereka berdua begitu sempurna menutupi segala sesuatu yang menggelitik hati mereka dengan senyuman.


"Semoga kalian menjadi pasangan yang selalu menggenggam satu sama lain, saling melindungi ,menyayangi dan menjaga. Umi tau kalian berdua bahagia tapi dibalik kebahagian kalian ada sesuatu yang kalian sembunyikan.


Tapi kalian tidak bisa berbohong di depan Umi, karna Umi juga seorang ibu, umi bisa merasakan apa yang kalian rasakan.


Maka ijinkan Umi mengisi kekosongan di hati kamu Nak. Walau umi tau kasih sayang umi tidak akan sama seperti Dinda.


Dan terimakasih kamu sudah menjaga, menyayangi dan melindungi anak Umi,maka umi akan memberika apa yang selama ini kamu impikan . "


Batin Umi Rahma sambil berjalan kearah Aiman yang sedang menidurkan babynya di boks baby karna Ais tidak boleh terlalu banyak bergerak dulu.


"Selamat Nak, kamu sudah menjadi ayah....Umi bangga pada mu.. "


Ucap lembut umi Rahma sambil memeluk menantunya, Aiman membalas pelukan sang mertua sambil meneteskan air mata.


Umi Rahma mengelus rambut Aiman halnya anaknya sendiri, kasih sayang umi Rahma pada Aiman sama halnya pada Air dan Adam.


Pelukan hangat umi Rahma mampuh membuat hati Aiman tenang dan nyaman, pelukan ini seperti pelukan terakhir Mamah Dinda.


"Terimakasih Mah, Aiman tau Mamah ada di sini memeluk Aiman walau lewat umi Rahma.. Aiman sayang Mamah I Love You Mom.. "


Jerit batin Aiman.


.

__ADS_1


udah belum bacanya? kalau udah jangan lupa buat like, komen dan vote nya ok...


__ADS_2