
Wajah bahagia terpancar indah di wajah seseorang yang terus berjalan mengikuti langkah sang suami.
Sang suami merasa gemas sekali melihat wajah sang istri yang dari pagi sampai siang terus tersenyum.
Dokter sudah memperbolehkan Ais pulang karna kondisi Ais sudah membaik, walau Ais tidak boleh kecapean apalagi mengangkat yang berat-berat.
"Baby kita jalan-jalan yah.. "
"No, sayang... "
Cegah Aiman membuat senyum Ais seketika redup.
"Sayang kamu harus istrirahat,ingat kata dokter apa lagi kita baru sampai rumah Fatih juga pasti pengen istirahat.."
"Ayolah By hanya sebentar, Ais janji hanya ke taman belakang saja.. "
"No.. "
"Ahhh"
Pletak..
Ais menjerit karna terkejut Aiman menggendongnya dengan repleks Ais memukul dada Aiman.
"Bi tolong bawa baby Fatih keatas yah.. "
"Siap Tuan.. "
Ais mengerucutkan bibirnya kesal, Aiman hanya diam saja terus membawa sang istri masuk kedalam kamar dan mendudukannya hati-hati.
"Udah jangan cemberut gitu... "
Cup...
Ais melotot dengan apa yang Aiman lakukan selalu saja menciumnya tampa izin, Aiman hanya terkekeh saja melihat raut wajah sang istri yang semakin menggoda dan menggemaskan ingin rasanya Aiman menerkam sang istri tapi Aiman harus menunggu istrinya sembuh .
Apa lagi Ais masih dalam masa nifas yang dimana Aiman harus menunggu paling lama dua bulan.
"Istirahat yah, Hubby mau keruang kerja dulu.. "
"Hemmz.. "
Ais hanya berdehem karna masih kesal dengan apa yang sang suami lakukan, Ais hanya menatap punggung sang suami berjalan kearah lemari, bukannya ruang kerja ada di samping kenapa berjalan kesana, pikir Ais.
Tak lama mata Ais melotot melihat lemari pakaian nya berbalik yang menghubungkan kamarnya dengan ruang kerja sang suami.
Aiman langsung masuk tak lama lemari itu bergeser kembali seperti semula seperti tidak ada yang berubah.
Karna penasaran Ais berjalan kearah lemarinya, di sisi lemari ada banyak tombol membuat Ais sedikit bingung yang mana tombol menggeser lemarinya.
Ais menekan tombol pertama tak lama ada suara yang terbuka ternyata atap kamarnya yang terbuka hingga nampaklah pemandangan langit yang cerah kekuningan karna waktu sudah mulai masuk waktu petang.
Membuat Ais terperanga, Ais menekan kembali tombol itu lalu atap kamarnya tertutup kembali.
Ais kembali menekan tombol kedua yang dimana membuka lemari besar terdapat jejeran buku yang sangat rapi beserta alat-alat kedokteran. Dan dihiasi bingkai poto dimana Aiman mendapat beberapa penghargaan.
Sungguh Ais di buat kagum dan terkejut melihat semua isi kamarnya yang di desain sangat modern.
Lalu Ais menekan tombol terakhir dan benar saja lemari Ais menggeser dengan cepat Ais langsung masuk, seketika Ais menutup mulutnya karna terkejut begitu luas dan indahnya ruang kerja Aiman.
Berjejer lemari buku yang sangat rapi, alat dokter ,shofa, dan meja kerja dimana Ais sedang melihat sang suami yang sedang sibuk dengan setumpuk berkas-berkas di depannya.
__ADS_1
Tertenteng kaca mata di hidung mancung Aiman yang sering Aiman pakai kekampus.
Melihat keseriusan Aiman menambahkan nilai plus kegantengannya hingga Ais terbuai.
"Sudah lihatinnya.."
Deg...
Seketika Ais salah tingkah mendengar suara berat Aiman yang mengetahui bahwa dari tadi Ais sedang memerhatikannya.
"Fatih dimana sayang.."
"Hah.. "
Pekik Ais tersadar bahwa anaknya dari tadi tidak terlihat karna terlalu penasaran dan pukusnya Ais memandang sang suami.Membuat Aiman tersenyum kecil melihat tingkah sang istri.
"Sini.. "
"Ta.. tapi Fatih.. "
"Sini.. "
Ais hanya pasrah berjalan kearah suami yang yang santai sedangkan Ais gelisah akan keberadaan anaknya.
Grep...
Aiman menarik pinggang sang istri hingga duduk di pangkuannya, membuat Ais langsung memukul dada Aiman.
Pletak...
"Ngagetin aja.. "
"Lihat tuh.. "
Dengan repleks Ais langsung berbalik melihat layar leptop yang ada di depannya, hatinya langsung menghangat tetkala melihat sang putra sedang tidur di boks baby dengan kamar yang di sulap menjadi kamar sang putra dan sudah lengkap dengan perlengkapannya.
"Kapan Hubby mempersiapkan semuanya.. "
"Sudah lama.. "
"Ko Ais gak di kasih tau sih.. "
"Tadinya buat kejutang sayang, tapi Hubby banyak pekerjaan jadi gini deh.. "
"Gak apa-apa By, ini juga Hubby sudah buat Ais jantungan.. "
"Benarkah... "
"Iya, apalagi Ais baru tau bahwa kamar kita sungguh indah... "
"Ma'af Hubby gak sempet ngasih tau soal itu.. "
"Gak masalah By, jadi Ais tau sehebat dan sesibuk apa pekerjaan Hubby.Ternyata Ais menikahi orang yang sempurna, untung Ais gak punya riwayat jantung coba kalau punya pasti Ais dari tadi sudah pingsan lihat penghargaan dan beberapa piagam yang Hubby raih.. "
"Baru sadar yah, kalau Hubby sempurna.. "
"Idih... Sombong... "
Ha.. ha...
Mereka tertawa melepas semua beban dan pikiran sambil saling memeluk satu sama lain menyalurkan kasih dan cinta yang setiap hari tumbuh dengan subur.
__ADS_1
Cinta yang Allah tanam membuat Ais dan Aiman bersyukur atas cinta yang Allah titipkan dihati mereka.
"Sayang... "
"Iya By.. "
"Bejanjilah untuk tetap saling percaya karna kita tak tau kedepannya akan seperti apa ?, semoga Sayang bisa menjaga diri jika jauh dari Hubby.Apa lagi pekerjaan Hubby akhir-akhir ini banyak."
Ais langsung menatap netra coklat sang suami begitu dalam tak ada candaan di dalamnya hanya ada keseriusan dan kekewatiran membuat hati Ais sedikit gelisah tapi Ais buru-buru menepisnya.
"Insyaallah apapun yang terjadi Ais akan selalu percaya pada Hubby... "
"Jadilah diri sayang seperti berada dikampus maka Hubby akan jauh lebih tenang.. "
"Jangan takut, ternyata Hubby belum tau siapa Ais... he.. he... "
Ais malah terkekeh sambil membelai wajah sang suami yang begitu sempurna.
"Maka tunjukanlah..."
Tangtang Aiman membuat Ais menyunggingkan senyum seringai, Aiman hanya diam saja melihat apa yang akan sang istri lakukan.
Ais menelusuri pahatan sempurna sang suami hingga belayannya turun keleher dan dada sang suami dengan mata nakalnya. Membuat Aiman menegang dan meradang.
"Sit, Ah.. sayang jangan begini.. "
Serak Aiman memegang kedua tangan sang istri.
"Tadi katanya pengen lihat siapa Ais hemmz.. "
Ucap Ais nakal membuat Aiman malah terkekeh.
"Dasar, itu belum waktunya. "
Mereka Berdua langsung terkekeh saja menertawakan tingkah masing -masing sambil saling memeluk satu sama lain menyalurkan rasa rindu dan cinta tiada henti di setiap detiknya.
Kebahagiaan terus meliputi keluarga kecil Aiman tak henti-henti apalagi dengan kehadiran baby Fatih hingga lengkap sudah kebahagian mereka.
Tapi tidak dengan seseorang yang sendari kemaren mengamuk menghancurkan segala apa yang ada di depan matanya sambil menggedor-gedor pintu.
"Dad, Mom keluarkan Aku dari sini.... "
"Ah... brengsek... buka pintunyaa... "
Prang....
Para bodyguard yang menjaga ketat di luar pintu kamar bergidik ngeri mendengar umpatan dan pecahan barang-barang.
Sedangkan Alev dari tadi hanya bisa menangis di pelukan sang suami mendengar apa yang putrinya lakukan.
"Semoga Emely cepat sadar.. "
Ucap Ilham dan langsung melangkah pergi di kediaman Murat.
Sudah satu hari memang Murat dan Alev kembali ke-Turki membawa paksa Emely hingga Emely harus di bius karna berusaha kabur lagi.
.
.
Jangan lupa like, komen dan vote nya ok...
__ADS_1