Takdir Illahi 2

Takdir Illahi 2
Epesode 18


__ADS_3

"Emmmz.. "


Gumaman kecil terdengar di bibir mungil Ais dan perlahan kedua matanya terbuka.


Ais bangun dengan hati-hati karna kepalanya sangat pusing. Di lihatnya kesekeliling sangat kosong tidak ada siapapun.


Tenggorokannya kering membuat Ais mencari air tapi gelas yang ada di atas naskah sudah kosong, dengan terpaksa Ais menyibak selimut dan turun dari ranjang.


Senyuman terukir indah di bibir Aiman sambil di tangannya membawa nampan berisi bubur dan air.


"Khumairo... "


Panggil Aiman karna terkejut Ais berusaha berjalan sambil memegang infusan sesekali oleng membuat Aiman jantungan.


Buru-buru Aiman meletakan nampan yang dia pegang kemudian membantu Ais duduk di sisi ranjang.


"Mau kemana? jangan banyak gerak dulu badan khumairo kan masih lemass.Kalau mau apa-apa tinggal teken tombol di samping,tadi kalau jatuh gimana?? "


Cerocos Aiman membuat Ais diam saja dengan pahatannya sendiri sambil membiarkan Aiman mendudukan dirinya sandaran.


Ternyata Aiman bawel juga di balik sikap dingin nya membuat Ais sedikit bisa memendam rasa takutnya.


"Jangan takut,jangan banyak pikiran... sekarang makan dulu lalu minum obat "


Ucap Aiman lagi sambil menyodorkan minum membuat Ais sedikit ragu tapi Ais mengambilnya karna memang sendari tadi tenggorokannya haus.


"Aaaaa... "


Ais hanya diam ketika Aiman ingin menyuapinya, membuat Aiman menghela nafas pelan tapi masih bisa Ais rasakan.


"Tatap saya... saya suami kamu maka ijinkan saya merawatmu.. jangan takut.. Ok."


Ais masih saja diam sesekali memejamkan kedua matanya karna bayangan itu sekelebat muncul kembali.


"Jika bayangan itu muncul... maka tatap saya... kamu aman bersama saya.. "


Ucap Aiman sambil membelai lembut pipi Ais membuat mata Ais bersitatap dengan mata coklat Aiman.


"Jangan takut hemmz... aaaaaa.. "


Ais membuka mulutnya sepontan dengan mata masih mengunci netra coklat Aiman hingga Ais tidak sadar bahwa dia baru pertama kalinya menghabiskan makannya. Kemudian Aiman memberi Ais obat.


Grep....


Ais memegang tangan Aiman ketika Aiman akan bangun membuat Aiman berhenti sejenak melihat pergelangan tangannya yang di pegang tangan Ais yang sedikit gemetar sedangkan Aiman hanya tersenyum tipis.


" Ja.. jangan pergiii... "


"Jangan takut... kendalikan diri khumairo. Tarik nafas pelan-pelan kemudiaan buang perlahan"


Ais menuruti apa yang Aiman katakan dan benar, berhasil .Cara itu membuat emosi dan ketakutan Ais sedikit reda.


"Saya hanya menyimpan ini saja.. "


Ucap Aiman sambil mengangkat nampan membuat Ais melepaskan tangannya perlahan.


Tak lama Aiman kembali lagi dengan tangan yang membawa buah-buah segar.

__ADS_1


"Makanlah.... "


Ais hanya menggeleng karna perutnya kekenyangan tapi tidak berani bersua.


"Apa masih sakit.. "


Deg...


Tubuh Ais menegang tak kalah Aiman menyentuh bibir dan lehernya ada sengatan listrik yang menjalar keseluruh tubuhnya. Bahkan Ais tidaklah sadar bahwa dirinya hanya memakai tentop saja karna bajunya entah kemana.


Seketika Ais memerah menahan malu dan takut dengan sedikit gemetar Ais menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Aiman menyunggingkan senyum sedikit bahkan Ais pun tak tau , dari tadi sebenarnya Aiman sudah tidak tenang. Walau Ais istrinya tapi keadaan Ais tidak memungkinkan kalau Aiman memaksa takut Ais akan semakin ketakutan.


"ANNA UHIBUKI FiLLAH.. "


"Jangan takut... "


Dengan ragu Ais memberanikan diri memegang pipi Aiman, pahatan yang sempurna. Bulu mata lentik, hidung mancung, bibir tipis dan sorot mata yang meneduhkan membuat Ais tenang dalam tatapan itu.


Seketika kedua mata Ais mengembun, dirinya tak pantas jika harus bersanding dengan peria sempurna yang ada di hadannya itu.Apa lagi, tubuhnya sangat menjijikan dan hina tidak bisa menjaga tubuhnya.


Membuat Ais seketika menarik tangannya gemetar dengan cepat Aiman menarik kembali lengan Ais supaya memegang pipinya kembali. Aiman menarik tangan Ais yang satunya lagi hingga kedua tangan Ais menangkup pipi Aiman dengan tangan Aiman di atasnya.


"Lihatlah wajah ini... jika bayangan itu datang.. "


Ais mencoba memejamkan kedua matanya mengganti bayangan menjijikan itu dengan wajah sang suami yang sedang tersenyum menatapnya dengan cinta.


Tapi sulit bagi Ais membuat Ais mulai gemetar sambil membuka kedua matanya lagi hingga cairan bening keluar begitu saja.


Dengan lembut Aiman menghapus air mata itu, sungguh melihatnya membuat dada Aiman sesak ingin rasanya Aiman langsung merengkuh Ais tapi Aiman mencoba hati-hati takut Ais malah mengamuk lagi.


"Takut.. hemmz.. "


Ais hanya mengangguk saja dirinya begitu hancur dan hina di hadapan sang suami membuat Aiman menghela nafas pelan.


Cup...


Kecupan lembut yang begitu dalam Aiman berikan di puncak kepala Ais membuat Ais seketika memejamkan kedua matanya. Wangi tubuh Aiman sungguh membuat Ais tenang dan nyaman.


Ais membuka kedua matanya kembali tetkala Aiman melepaskan kecupannya. Mata mereka saling tatap mengunci satu sama lain memancarkan cinta yang sangat dalam dari keduanya.


"Biarkan saya menghapus jejaknya sampai terdalam... "


Lilir Aiman tanpa memutuskan tatapannya,Aiman terus mendekat dan mendekat hingga replex Ais memejamkan kedua matanya kembali.


Cup.. cup.. cup...


Kecupan lembut terus Aiman berikan di seluruh wajah Ais tampa terlewatkan.


"Emmhhh.... "


Erang Ais tetkala Aiman menciumnya turun ke leher menghapus sisa kebiruan yang mulai pudar di ganti dengan kismark Aiman.


"Kau miliku... "


"Tidak ada yang boleh memilikimu selain aku... "

__ADS_1


"Jika aku tidak bisa memilikimu maka orang lainpun tidak."


"Ingat kau adalah miliku... "


Bayangan itu kembali datang lagi membuat Ais gemetar ketakutan dengan air mata yang sendari tadi keluar.


Aiman yang sadar kalau Ais ketakutan membuatnya memberhentikan kegiatannya .


"Tatap saya..khumairo... "


"Jangan takut... saya tidak akan menyakiti khumairo... "


"Tatap... "


Ucap Aiman lembut sambil mengelus pipi Ais sesekali menghapus cairan bening yang keluar dari mata Ais. Dengan ragu Ais menatap kembali Aiman yang sedang berada di atasnya.


"Maafkan saya.. "


Deg...


Ais hanya menggeleng kuat hatinya sangat sakit tetkala sang suami minta maaf, ini salah dirinya kenapa tidak bisa mengendalikan ketakutan itu.


Bayangan sialan itu membuat Ais menyakiti hati sang suami,Ais harus kuat, Ais bisa. batin Ais.


Grep...


Dengan sekuat tenaga Ais memberanikan diri mencengkal bahu Aiman yang akan bangun membuat Aiman tertahan menunggu apa yang akan Ais lakukan.


Ais memejamkan kedua matanya dengan tangan yang terus menjelajahi pipi Aiman dengan tangan lentiknya. Ais membayangkan pahatan sempurna itu yang sedang tersenyum penuh cinta memandangnya.


Senyuman itu begitu memukau membuat Ais tak lera jika senyuman itu Aiman berikan pada orang lain cukup Ais yang melihatnya.


Perlahan kedua mata Ais terbuka tetkala tangannya berhenti di bibir sensual Aiman.


Bibir yang begitu seksi dengan kemerahan yang alami bak ceri. Dan akan sangat memukau jika di hiasi dengan senyum tipisnya.


Lalu Ais menatap netra coklat Aiman mendalam dengan pancaran cinta sang sempurna.


"Lakukanlah.... "


"Ta.. tapi... "


Cup


Deg.....


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, komen, vote ya yah....


__ADS_2