Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Izin


__ADS_3

"Maaf kan aku bu Carla tapi aku juga berhak atas suamiku meski pun hanya istri ke dua yang tanpa kamu ketahui" batin Shela


"Sayang kenapa bengong gitu?" tanya Fahmi saat melihat Shela yang duduk di ranjang terdiam.


"Tidak apa-apa mas,hanya kaku saja kita sudah lama tidak tidur bersama"


"Hanya dua Minggu tidak terlalu lama"


"Lebih mas, hampir tiga Minggu" protes Shela


"Terus cerita nya kamu kangen nih" goda Fahmi sambil mendekat dan mengelus perut sang istri.


"Kangen ayah nak" ucap Fahmi di perut Shela yang mulai membuncit


"Kangen ayah,tapi ayah nggak kangen aku" jawab Shela dengan suara di buat seperti anak kecil


"Ayah benar-benar kangen sayang,boleh ya ayah jenguk sekarang"


"Aku masih ngambek ayah karena tadi ayah tinggalin bunda di kantor,jadi nggak usah di jenguk"


"Maafin ayah deh nak, besok-besok nggak lagi,ayah janji deh,suer tekewer-kewer...kasih ayah jenguk sekarang ya" ujar Fahmi mencium perut Shela dan tanpa menunggu jawaban dari sang istri Fahmi sudah menyingkap daster Shela dan mencium paha mulus sang istri.


"Mas....nakal deh,jangan di buat merah-merah gitu"


"Habis nya gemes sayang,pengen cepat-cepat nyodok sama *****"


"Apaan sih mas, ngomong nya nggak jelas banget, kasihan dedek dengerin nya" ucap Shela yang masih belum terbiasa mendengar ucapan Vulgar sang suami, berbeda jauh dari Carla yang tiap main berisik bahkan selalu berkata kotor,kalau kata Carla untuk meningkatkan gairah mereka, memang Fahmi akui membuat nya lebih baik bergairah tapi terkadang ucapan kotor Carla sering terbawa saat mereka ngobrol biasa membuat Fahmi kurang nyaman.


"Mas,jangan biasakan ngomong gitu di depan dedek nya, meskipun dia belum lahir dia tau loe mas apa yang kita bicarakan, meskipun di dalam perut harus terbiasa mendengar hal yang baik,biar lahiran jadi anak yang baik juga"

__ADS_1


"Maaf...maaf sayang, kelepasan sangking kangen nya"


Fahmi menarik dalaman Shela dan membuangnya sembarangan lalu Fahmi membuka lebar paha sang istri, meskipun antara Carla dan Shela sama-sama enak tapi dari perasaan Fahmi merasa sangat nyaman jika berhubungan dengan Shela mungkin karena wajah dan hati Shela lembut membuat Fahmi betah berlama-lama memandangi wajah ayu sang istri.


"Aaaahhhhh"


"Mas,geli aku nggak tahan mas"


"Aku suka bau nya sayang,harum" puji Fahmi membuat Shela memalingkan wajahnya malu


"Aku masuk ya sayang" izin Fahmi lagi dan di anggukki Shela


Fahmi memasukan pelan milik nya agar tak menyakiti calon anak mereka,Fahmi benar-benar memperlakukan Shela lembut membuat Shela merasa nyaman.


Beberapa hari sudah dia merindukan sentuhan hangat sang suami dan malam ini menjadi malam panjang mereka.


***


"Pasti mas Fahmi pulang ke rumah nenek lampir itu,di sana sudah pasti di pengaruhi dia"


"Kenapa la kok jutek gitu?" tanya mama Dina


"Ini ma mas Fahmi berulah lagi, pulang ke rumah mama nya,apa aku susul saja ya ma?" tanya Carla


"La,hari sudah malam, apalagi kamu belum pulih betul, mobil nya juga masih du bengkel"


"Pake taksi yah"


"Sudah....!! Fahmi juga tidur di rumah mama nya bukan perempuan lain,kamu istirahat saja besok baru ke sana cari dia" usul sang ayah membuat Carla tidak bisa berkata apa-apa lagi.

__ADS_1


Carla masuk kembali ke dalam kamar nya dengan wajah cemberut.


***


"Capek sayang " tanya Fahmi


"Lumayan mas, mungkin efek perut nya makin besar ya"


"Makasih ya sayang"


"Buat apa?"


"Susah ikhlas melayani ku meskipun kamu tengah hamil kamu tidak pernah mengeluh"


"Bukan nya ini memang tugas seorang istri mas untuk melayani suami nya,jadi mas tidak usah berterima kasih gitu"


"Kamu tidak pernah menuntut apapun dari aku,aku belum bisa jadi suami siaga seperti yang kamu harapkan"


"Mas, begini saja aku sudah bahagia mas,aku tau posisi ku jadi aku tak akan menuntut apapun dari mas bahkan jika mas meninggalkan aku setelah anak ini lahir aku juga tak bisa berbuat apa-apa toh memang awalnya aku hanya ingin melahirkan dengan status istri" ucap Shela sambil menggenggam seprei mencoba menguatkan dirinya sendiri meskipun kata-kata yang dia keluarkan cukup sedih di dengar.


Fahmi ******* bibir sang istri rakus hingga tak memberikan kesempatan untuk Shela mengelak atau pun memberikan perlawanan.


Dirasakan Fahmi mereka kekurangan oksigen baru lah dia melepaskan tautan bibir mereka.


"Huf......ha....huf"terdengar suara nafas ngos-ngosan Shela


"Mas....."


"Jangan bicara seperti itu lagi sayang,aku tidak mau mendengar nya,kalau kamu bicara seperti itu aku buat tidak bisa jalan besok pagi" ancam Fahmi tapi malah membuat Shela tersenyum kecil

__ADS_1


__ADS_2