
"Mas Shela melahirkan,aku ingin menjenguk nya" ujar Nia
"Kapan?"
"Tadi Shela mengabari ku,anak nya laki-laki juga mas bisa jadi teman Juna nanti nya"
"Nanti selepas magrib kita ke sana,Juna di tinggal saja sama mama sayang,aku tidak mau dia ikut ke rumah sakit"
"Oke,nanti aku peras dulu asi nya mas agar Juna nggak rewel,mas pulang sore hari ini?" tanya Nia
"Seperti nya iya,ada beberapa hal yang harus aku kerjakan" jawab Ben,hari ini Pengacara Ben dan Ambar akan memasukan laporan untuk Pieter,Ben sudah cukup yakin kalau Pieter sudah kewalahan saat ini, sebelum dia menjual seluruh aset nya dan kabur ke luar negeri lebih baik Ben menyelesaikan dia terlebih dahulu.
"Aku berangkat ya, mau pesan apa saat aku pulang?" tanya Ben sambil mencium kening Nia
"Tidak ada mas, semua nya masih lengkap"
"Ya sudah aku pergi"
__ADS_1
"Hati-hati mas jangan ngebut" pesan Nia dan di anggukki Ben
Di sepanjang jalan Ben tersenyum puas karena semalam anak buah nya melaporkan hasil kerjanya,Pieter sudah bangkrut total bahkan sebagian karyawan sudah di pecat tanpa pesangon, hingga mereka ingin menuntut Pieter atas pemecatan sepihak yang tidak di berikan pesangon.
"Kerja yang bagus" gumam Ben pelan
***
"Ini uang nya La"
"Pegang dulu saja ma untuk keperluan kita, setelah ini kita cari kost yang lebih murah mungkin besok aku sudah bisa keluar dari sini" ujar Carla,mama nya baru saja selesai menjual ponsel Carla dan uang nya lumayan lah bisa mereka gunakan untuk membayar rumah sakit dan kost satu bulan ke depan sampai Mama Dina menemukan cara untuk mendapatkan uang dari Pieter.
"Ma! ini anak ku cukup sudah sekali aku ceroboh hingga anak ku meninggal tidak untuk kedua kalinya ma!" ujar Carla sambil memegang perut nya,dia menginginkan anak ini hidup.
"Tapi siapa yang akan menanggung nya La,kamu tau bukan sekarang apa-apa mahal,butuh uang sedang kan kamu tidak bekerja,mau kamu kasih makan pakai apa? belum lagi semua perlengkapan dia"
"Ma nanti aku akan bekerja ma,aku tidak ingin membunuh anak ku sendiri,cukup satu kali kesalahan ku tidak kedua kali nya, untuk perlengkapan mama tidak perlu khawatir aku masih menyimpan semua perlengkapan yang aku beli dulu"jawab Carla
__ADS_1
"Terserah kamu asal jangan merepotkan mama nanti nya la"
"Ma,aku mohon mama jangan egois,aku butuh mama saat ini ma,hanya mama yang aku punya! kita bisa hidup bersama dengan anak ku ma"
"Kita lihat saja nanti la,mama pusing kamu tidak bisa di ajarin" jawab mama Dina,mama Dina berpikir jika Carla bercerai dari Pieter otomatis tidak ada yang mau dengan Carla lagi karena dia sedang hamil tapi jika Carla tidak hamil akan mudah menggaet para orang kaya atau hidung belang dan mereka akan hidup enak lagi.
***
"Aarrggghhhh...kenapa semakin kacau begini" kesal Pieter meremas rambut nya, penghitungan uang nya semakin memburuk membuat Pieter bingung apa yang harus dia lakukan.
"Seperti nya buruk jika aku terus bertahan di sini"
Apa dia harus meninggalkan semua hutang-hutang ini dan kabur pikir Pieter, karena jika dia menjual aset nya tidak akan cukup untuk membayar gaji karyawan dan dia akan kehilangan segalanya tapi jika dia kabur dan menjual asetnya otomatis dia masih bisa tinggal di negara nya nanti.
"Aku tidak bisa terus begini,aku harus segera memutuskan nya agar cepat selesai" batin Pieter.
****
__ADS_1
Promosi lagi kak ramaikan cerita terbaru ku baby sitter untuk Amora 🙏