
"Kamu yakin aku masuk?" tanya Fahmi dan diangguki Shela malu-malu.
Fahmi membuka satu persatu kancing daster yang di kenakan Shela dan melihat jelas gundukan benda kenyal membuat Fahmi menelan saliva nya beberapa kali, tubuh Shela jauh lebih putih dari Carla dan lebih kencang mungkin karena usia Shela masih muda dan lagi Shela juga masih baru hamil muda sedangkan Carla sudah masuk tujuh bulan,Carla sendiri tidak menjaga pola makan nya dia hobi nongkrong di cafe dengan menu makanan cepat saji membuat bobot tubuh nya cepat mengembang.
Fahmi membenamkan wajahnya di gundukan kenyal tersebut dan sesekali menggigitnya pelan karena gemas.
"Awww......hmmmm"
Fahmi yang terlalu bersemangat tak menghiraukan rintihan Shela,ntah itu sakit atau nikmat dia tak peduli.
Perlahan Fahmi menurunkan tubuh nya hingga sampai di depan milik Shela membuat Shela malu dan menutupi dengan tangan nya.
"Kenapa?" tanya Fahmi
"Malu" jawab Shela pelan membuat Fahmi tersenyum kecil
"Buka saja, tidak ada lagi yang harus kamu malu kan anak saya pun sudah ada di dalam sini" tunjuk Fahmi pada perut Shela
Perlahan Fahmi membuka lebar paha Shela dan memasukan lidah nya di sana.
"Aaaaaahhhh"
Tubuh Shela menggelinjang hebat saat Fahmi bermain di daerah sensitifnya,hal yang baru dia rasakan.
"Kamu mau cicipi rasa mu sendiri?" tanya Fahmi sambil tersenyum puas,belum Shela menjawab Fahmi sudah mengecup bibir Shela rakut membuat Shela tak bisa lagi berkata-kata.
"Hmmmmppp"
"Kamu sudah sangat basah Shel aku masukkan sekarang ya?" izin Fahmi dan di anggukki Shela pelan.
__ADS_1
"bles....."
Benda itu masuk membuat Shela terkaget karena dia baru bisa merasakan sensasi nya.
"Sangat sempit sayang, seperti kamu masih perawan" racau Fahmi, memang hanya satu kali Fahmi memasuki Shela saat malam itu membuat milik Shela masih rapat sempurna.
Fahmi memompa pelan sambil menahan tangan nya di kasur agar tidak menghimpit perut Shela.
"Kamu nikmat Shel" racau Fahmi terus memompa lebih kencang lagi sedangkan Shela hanya bisa mendesah keenakan dia tak mengerti kenapa dia sangat menginginkan Fahmi tadi hingga saat ini tubuh nya harus siap-siap remuk oleh keperkasaan sang suami.
***
"Sayang, ini letakkan di kamar saja ya biar kalau kamu haus malam-malam tinggal minum"usul Om Ben
"Tidak mas,dia dapur saja nanti aku siapkan botol minum kecil saja untuk malam hari,itu terlalu besar" jawab Nia
Pengantin lama yang selalu mesra ini sedang merapikan rumah baru mereka di bantu oleh mama Indah dan Wulan,Nia tengah mendekor rumah nya.
"Sofa yang ini di mana sayang?" tanya Om Ben lagi
"Itu di ruang keluarga mas sekali televisi nya juga, minta mas-mas nya taruh di atas"
"Kenapa langsung belanja sebanyak ini Ni,nanti kamu capek loe" ucap mama Indah
"Sekalian ma,biar nggak bolak-balik lagi,besok mas Ben sudah masuk kerja lagi"
"Kenapa nggak pake jasa dekor aja Mbak?" tanya Wulan yang juga kecapean dari tadi mengangkat permintaan bumil ini"
"Iya Ni,mama takut kamu kenapa-napa"sahut mama Indah
__ADS_1
"Sudah aku usulkan ma,tapi menantu mama ini tidak mau,dia ingin rumah nya dia sendiri yang tata" jawab Om Ben
"Aku lebih suka tata sendiri ma,maaf ya sudah merepotkan mama dan Wulan"
"Bukan begitu sayang,mama sih nggak masalah,Wulan juga,iya kan Lan?" tanya mama Indah dan diangguki Wulan
"Tapi mama memikirkan kandungan kamu,tapi capek"
"Insyaallah kuat ma,dia anak kuat kok,iya kan sayang" ujar Nia sambil mengelus perut nya lembut
"Yang mana lagi Mbak?" tanya Wulan
"Itu lan,tas Mbak tolong bantu bawa ke kamar ya"
"Boleh,tapi aku mau satu ya mbak" ujar Wulan sambil memamerkan gigi nya
"Kok pake acara minta lan" protes Om Ben
"Boleh lan,nanti di pilih aja mau yang mana" jawab Nia membuat Wulan melonjak kegirangan.
"Yesss...."
"Nolong tapi pake pamrih" ketus om Ben
"Sudah mas,biarin aja banyak kok tas nya" jawab Nia
"Mas dengan adik sendiri kok pelit,mbak Nia boleh juga "ujar Wulan sambil menjulurkan lidahnya.
"Kebiasaan ya, nolongin nggak pernah ikhlas"
__ADS_1
"Biarin..." jawab Wulan sambil berlalu pergi.