
"Siapa yang di bawa Fahmi,mana Carla"
"Apa Dani selingkuh?"
Banyak pemikiran yang muncul di benak perempuan tua ini,kenapa anak lelakinya bisa bersama perempuan lain yang bukan istri nya.
***
"Sayang sini dulu" panggil Fahmi dan Shela mendekat
"Ini pegangan untuk kamu sayang,hanya ini yang aku mampu berikan bulan ini" ujar Fahmi memberikan uang senilai 5 juta untuk Shela
"Mas, tadi kita sudah belanja dan kebutuhan dapur seperti nya akan aman selama dua Minggu ini jadi tidak usah mas,aku besok juga akan gajian" tolak Shela membuat Fahmi terenyuh,jika Carla di berikan uang ini akan marah besar karena hanya 5 juta sedangkan Shela justru menolak ada apa dengan perempuan ini,Apa dia sedang menguji Fahmi.
"Pegang saja dulu,uang kamu biarkan saja dalam tabungan,jika aku sedang tidak ada uang bisa di pakai" ucap Fahmi
"Kalau begitu aku ambil ya mas, jika kamu butuh bisa katakan pada ku" ujar Shela dan diangguki Fahmi.
Shela kembali ke dapur untuk merapikan semua belanja nya.
****
"Mas aku mau bakso urat yang ada di kantin kantor" rengek Nia yang mulai merasakan mengidam, semalam dia ingin nasi goreng di tengah malam dan Om Ben mencari nya dalam keadaan mengantuk sesampai di rumah Nia hanya menyuapi makanan nya dua sendok selebihnya dia ingin om Ben yang makan dan siang ini dia ingin bakso.
__ADS_1
"Sekarang sayang?" tanya om Ben yang masih di kantor
"Iya mas mau nya sekarang"
"Ya sudah sebentar lagi aku pulang"jawab om Ben dari seberang sana.
"Siska saya pulang dulu jika ada sesuatu yang penting kamu bisa hubungi saya jika bisa di tunda sampai besok jangan hubungi saya" pesan om Ben pada sekretaris nya ini dan diangguki Siska mengerti
Om Ben segera pulang,dia tak ingin Nia menunggu lebih lama lagi karena ini menyangkut ngidam sang istri.
***
"Gimana La jadi suami kamu kirim uang?"tanya Adis
"Kalau dia nggak ngirim uang ya sudah la nggak usah di paksa kan beli nya, toh anak kalian juga belum lahir nanti juga banyak kok stroller baby di Jakarta"bujuk Adis
"Tapi aku mau nya yang itu Dis, kamu tau sendiri kan selera aku yang luar negeri gitu nggak suka yang kelas bawah"ujar Carla sombong
"Terus gimana? nggak mungkin kan kita nunggu suami kamu transfer uang yang nggak tau kapan,hari ini kita harus beres-beres lo La,besok udah harus berangkat"
"Iya...iya sabar sebentar lah Dis, sebentar lagi juga pasti di transfer mas Fahmi,dia itu takut sama aku nggak mungkin dia nggak transfer orang dia nggak akan mau kehilangan aku" ucap Carla dengan bangga nya.
Carla mencoba menghubungi Fahmi kembali tapi ponsel suaminya ini malah mati membuat Carla kesal setengah mati.
__ADS_1
"Awas kamu mas! kamu harus aku bikin perhitungan, tidak akan aku berikan jatah untuk mu sampai kamu memohon pada ku" batin Carla
****
"Mas,aku masak dulu"
"Nanti saja sayang aku mau jenguk dedek nya sebentar" ucap Fahmi sambil mengelus lembut perut Shela yang sedang menyiapkan bahan masakan nya.
Fahmi terus mencium tengkuk Shela membuat bumil muda ini kegelian.
"Sayang kalau di rumah ada aku nggak usah pakai dalaman" bisik Fahmi membuat Shela mengerutkan keningnya
"Malu lah mas,nanti ada tamu"
"Kalau ada tamu biar aku yang buka pintu nya kamu di dalam kamar saja,aku mau nya kapan pun aku mau kita bisa melakukan nya"
"Tapi-"
"Jangan membantah kata nya mau jadi istri yang baik"potong Fahmi sambil mengusap lembut paha Shela lalu menurun kan dalaman sang istri.
"Mas, pindah ke kamar saja" ajak Shela tapi di jawab gelengan oleh Fahmi dia ingin bermain di dapur kali ini dengan sensasi yang berbeda karena dengan Carla dia tak bisa leluasa di rumah mertua.
Shela tak bisa lagi menolak karena Fahmi sudah membuat nya setengah telanjang,wajah Fahmi sudah berada di bagian sensitif nya dan bermain dengan lidah nya di sana sedangkan Shela mendesah tak karuan.
__ADS_1
Fahmi dan Shela benar-benar merasakan menjadi pengantin baru, sesuatu yang sempat tertunda karena mereka sama-sama takut menyakiti tapi berakhir bahagia saat ini.