Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Pingsan


__ADS_3

"Maaf saya tidak tau apa-apa" jawab Nia


"Tolong mbak,hanya mbak yang bisa membantu saya" mohon Rendy membuat Nia iba tapi Nia juga sudah berjanji pada Carla tidak akan mengatakan keberadaan nya.


"Tapi saya benar-benar tidak tau di mana keberadaan Carla,jika ada kabar tentang dia akan saya hubungi anda"


"Mbak terakhir sebelum Carla meninggal kan rumah hanya mbak yang datang dan Carla hanya mengatakan kalau hanya mbak keluarga nya saat ini"


"Tapi bukan berarti saya yang menyembunyikan Carla"


"Saya tidak mengatakan itu mbak"


"Tapi arah omongan mu ke sana, orang bodoh pun bisa menebak nya" potong Nia ketus membuat Rendy terdiam ya hanya Nia satu-satunya orang yang dia yakini tau tentang Carla istri nya


"Mbak Carla sedang hamil tujuh bulan dan butuh suami untuk menemani nya"


"Dia juga butuh ketenangan"


"Dari mana mbak tau itu semua?" tanya Rendy menatap Nia curiga


"Carla yang bercerita saat aku mendatangi rumah kalian"


"Mbak aku mencintai Carla,jika mbak tau keberadaan Carla kata kan pada ku mbak,ini hanya kesalahan pahaman saja,ada hal yang perlu Carla ketahui kalau aku sangat mencintai nya,Carla hanya cemburu mbak pada mantan kekasih ku" aku Rendy membuat Nia terdiam,dia menatap wajah sendu Rendy, wajah yang penuh pengharapan tapi dia juga tidak bisa bicara langsung pada Rendy karena janji nya pada Carla tapi Nia berpikir dia harus menyatukan Rendy dan Carla kembali karena Carla juga mencintai Rendy.


"Ini kartu nama ku mbak,jika mbak berubah pikiran hubungi aku" ujar Rendy, Rendy bisa membaca gerak-gerik Nia yang memang mengetahui semua nya tapi dia tidak bisa memaksa Nia.


Rendy pergi dengan langkah lunglai meninggal kan kantor Ben,siang ini kebetulan Nia sedang menemani Ben makan siang lalu di kejutkan dengan kedatangan Rendy.

__ADS_1


"Mas aku mau ke butik dulu" pamit Nia cepat


"Tapi aku belum selesai sayang"


"Aku bisa naik taksi mas,ad yang harus aku sampai kan pada Carla, kasihan dia"


"Sayang,bukan nya Carla yang tidak mau menemui dokter Rendy"


"Itu karena salah paham mas,ya sudah aku berangkat nanti tidak usah menjemput ku di butik aku bisa pulang sendiri mas"


"Hati-hati sayang"


"Muach,bye sayang" pamit Nia setelah mencium pipi Ben sekilas dia harus segera menemui Carla untuk meluruskan kesalahpahaman ini.


****


Carla berjalan pelan,dia ingin membasuh wajah nya di kamar mandi karena habis menangis tapi tiba-tiba Carla kehilangan keseimbangan hingga terpeleset dan terjatuh di kamar mandi.


"Aakkkkkk" Carla memegang perut nya, tapi suara nya tak bisa keluar meminta pertolongan karena terlalu sakit.


Carla melihat darah mengalir di kaki nya mungkin berasal dari pangkal paha nya, tiba-tiba kepala nya pusing dan kehilangan kesadaran.


"Mana Carla tin?" tanya Nia yang baru datang


"Ke kamar mandi buk"


"Dari tadi?"

__ADS_1


"Baru buk, mungkin baru lima menitan lah,bu Carla tadi dari Kafe depan bu tapi sepertinya menangis"


"Kafe depan?"


"Iya,,ada ibu-ibu yang mengajak nya ke sana tapi setelah dari sana Bu Carla langsung ke kamar mandi, seperti nya habis menangis" lapor Tina


"Ya sudah kamu lanjut kerja saya mau lihat Carla sebentar"


Nia berjalan ke arah kamar mandi tapi tak mendengar air kran atau pun suara dari dalam sana.


"La.....Carla kamu di dalam la?"tanya Nia sambil mengetuk pintu kamar nya


"La....tok...tok...."


Nia mencoba membuka pintu kamar mandi ternyata tidak di kunci.


"Carla ka-"


"Carla" pekik Nia yang melihat Carla tergeletak di lantai kamar mandi dengan keadaan pingsan dan mengalir darah segar.


"La....bangun la, Carla,tolong"


"Tolong....Tina,Rita tolong" pekik Nia lagi


"Astaghfirullah Bu Carla"


"Tolong Tin, panggil satpam di depan atau siapapun yang bisa membantu membawa Carla ke rumah sakit" ujar Nia panik dan diangguki sang karyawan.

__ADS_1


"La, bangun la" ujar Nia panik sambil memeluk tubuh Carla yang sudah memucat,Nia takut hal dulu terulang lagi saat Carla kehilangan anak nya bersama Fahmi.


__ADS_2