Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
tanggung jawab


__ADS_3

"Sayang perusahaan akan mengadakan syukuran kecil-kecilan dan kamu harus datang menemani ku"


"Buat apa mas? ulang tahun perusahaan atau papa?"tanya Shela


"Buat aku"


"Buat mas?" tanya Shela semakin bingung


"Ya sayang papa mengangkat aku sebagai wakil CEO,dan aku rasa kamu tidak perlu lagi bekerja aku sanggup menghidupi kamu dan anak kita nanti,papa sudah memberikan kepercayaan nya pada ku sayang"


"Maksud mas?"


"Aku tidak ingin kamu bekerja di perusahaan Pieter lagi sayang,aku ingin kamu menjadi istri dan ibu untuk ku dan anak kita di rumah"


"Tapi mas-"


"Aku tau yang kamu takut kan sayang tapi saat ini sudah berbeda,papa sudah memberikan aku tanggung jawab dan seperti nya untuk kehidupan kita kedepannya akan lebih baik,jadi aku mohon kamu di rumah saja ya,aku tidak ingin kamu lelah bekerja cukup aku yang kerja sayang" jelas Fahmi


"Mas tidak keberatan menghidupi kami nantinya? aku takut mas bosan!"


"Sayang,aku tidak akan keberatan dan itu memang tanggung jawab ku jadi tolong biarkan aku menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab pada kalian"mohon Fahmi menggenggam tangan Shela berharap istri nya ini percaya kepada nya.

__ADS_1


Shela menghela nafas panjang dan mengangguk pelan, mungkin ini keputusan yang terbaik dari Tuhan meskipun Shela berat dia harus menghargai keputusan Fahmi sebagai suami nya,dia harus memberikan kesempatan pada suaminya ini.


"Terimakasih sayang,aku cinta pada mu" ujar Fahmi tersenyum dan mencium pipi Shela gemas.


"Gimana kabar Mbak Dea sayang, sudah ke kantor pak Ben?"tanya Fahmi


"Sudah"


"Lalu?"


"Ya di terima mas,kalau memang aku tidak boleh bekerja lagi,Nisa di tinggal di sini saja mas untuk menemani ku biar mbak Dea bisa fokus bekerja"


"Terus gimana mas? aku kasihan juga kalau mbak Dea kerja Nisa di titip"


"Nanti aku pasang CCTV saja sayang biar bisa mengawasi kamu tiap waktu, setidaknya membuat aku lega"


"Kalau mas tidak keberatan aku sih oke aja"


"Untuk kamu tidak ada yang membuat ku keberatan sayang, kalau ada Nisa setidaknya kamu tidak bosan,ada teman untuk berceloteh"


"Iya mas,Nisa kan sedang bawel-bawel nya, terimakasih ya mas kamu sangat mengerti aku"

__ADS_1


"Ya sayang,aku juga terima kasih kamu sudah mau setia menemani aku dari susah dan senang,kamu memang istri terbaik dan paling aku cinta"


"Gombal"


"Kok Gombal sih memang bener loe sayang"


"Udah ah,ntar aku nggak bisa tidur lagi di puji mulu,mas mau makan atau mandi dulu udah sore ini"


"Di mandiin boleh?"


"Jangan aneh-aneh deh mas,ini udah mau magrib, sana bau!"


"Kalau nanti malam boleh sebagai hadiah naik pangkat sayang" bujuk Fahmi sambil mengelus perut Shela.


"Nggak naik pangkat juga biasa juga mas! udah sana mandi keburu magrib" usir Shela mendorong pelan tubuh sang suami


"Iya...iya tapi janji ya malam nanti"


"Sana mas,mandi dulu" ujar Shela membelakan mata nya galak membuat Fahmi tertawa kecil lalu mencium sekilas bibir Shela dan masuk kedalam kamar mandi segera takut sang istri marah sedangkan Shela menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah sang suami.


Shela bersyukur karena kehidupan nya dan Fahmi makin hari semakin membaik dan mertua nya pun sering menghubungi Shela meskipun hanya sekedar menanyakan kabar tapi Shela sudah bahagia dia merasa memiliki ibu kembali.

__ADS_1


__ADS_2