Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Cerita


__ADS_3

"Mas kenapa pulang telat?" tanya Nia yang melihat Ben pulang sesudah magrib biasanya suaminya ini paling tidak bisa melewatkan waktu bersama dengan dia dan anak nya.


"Banyak pekerjaan?" tanya Nia lagi


"Sayang,aku mandi dulu setelah itu temani aku makan malam,aku ingin bercerita pada mu"jawab Ben sambil mencium pipi Nia sekilas lalu pergi


Nia melihat gelagat Ben yang sedikit serius,apa ada masalah di kantor nya pikir Nia sampai Ben sepenat ini.


Nia menemani sang suami untuk makan malam sambil menatap Ben yang seperti tengah berpikir,apa yang tengah di pikirkan sang suami nya ini membuat Nia ikut khawatir takut kalau masalah nya berat dsn Ben tidak bisa memikul nya sendiri.


"Mas...kamu baik-baik saja?" tanya Nia


"Hmmmm, sayang bawakan aku teh hijau ke ruang kerja" pinta Ben dan di anggukki Nia pelan


Sebelum ke ruangan Ben,Nia menitipkan Juna pada Baby sister nya dan mengatakan kalau dia menemani Ben di ruang kerja.


"Ada apa mas?" tanya Nia lagi sambil meletakkan teh hangat untuk sang suami


Ben menepuk kursi di sebelah nya memberikan isyarat pada Nia untuk duduk dan di ikuti perempuan cantik itu.


"Sayang,aku ingin bicara tapi sebelum nya aku ingin kamu tidak salah paham dengan kejujuran ku ini"


"Mas jangan membuat ku takut"

__ADS_1


"Sayang, sore tadi aku membawa Ambar ke apartemen"


"Deg" tubuh Nia terasa bergetar mendengar nama Ambar,jujur Nia takut! takut jika Ambar dan Ben kembali bersama.


"Jangan salah paham dulu sayang,Ambar di sekap oleh Pieter selama ini"lanjut Ben


"Di sekap? maksud nya mas?" tanya Nia tak mengerti


"Pieter memiliki kelainan seksual,dia kerap menyiksa Ambar dan kini Ambar kabur dari apartemen Pieter" jelas Ben


"Kamu yakin mas?" tanya Nia serius


"Awalnya aku juga tak percaya sayang karena mengingat siapa Ambar tapi di tubuh nya memang banyak bekas siksaan jadi aku kasihan melihat nya dan membawa nya ke apartemen, bahkan Ambar tidak mandi-mandi sayang, tubuh nya bau"


"Itu yang aku pikirkan juga sayang,aku ingin menjebloskan Pieter ke penjara melalui Carla dan Ambar,saat ini Carla pasti belum merasakan apapun karena masih baru menikah,tapi aku harus mengawasi Pieter agar tidak kecolongan lagi, cerita Ambar yang mencelakai kamu kemarin orang suruhan Pieter tapi anak buah ku sedang melacak nya jika terbukti aku tidak segan-segan memasukkan Pieter ke penjara sayang" geram Ben


"Kenapa bisa begini mas,aku semakin takut! rasanya kita tidak memiliki salah pada Pieter kenapa dia begitu jahat pada kita?" tanya Nia


"Ntah lah sayang, sekarang aku butuh Ambar untuk mengungkapkan kasus ini,apa kamu keberatan jika aku membantu Ambar?" tanya Ben


"Kamu meletakkan dia di apartemen kita dulu?"


"Tidak! di apartemen aku dan dia dulu"jawab Ben cepat

__ADS_1


"Tapi aku tidak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan mas"


"Iya sayang aku tau itu,aku sudah mengatakan pada Ambar batasan nya karena aku sangat mencintai kamu dan Juna"


"Ya sudah aku juga kasihan pada Ambar mas tapi aku minta tolong pada mu selamat kan juga Carla kasihan dia"


"Iya,aku akan berusaha semampu ku, untuk Fahmi dan istri nya aku ingin segera bertemu mereka dan memberikan hadiah tanda terima kasih"


"Apa?"


"Apapun yang mereka mau, karena sudah menyelamatkan kamu dan Juna"


"Kamu sudah tidak marah lagi dengan Fahmi"


"Seperti nya dia sudah menemukan jodoh nya,aku rasa tidak ada yang harus di marahkan lagi"


"Alhamdulillah kalau begitu,aku merasa juga kalau sekarang kita sudah bahagia begitu juga dia yang sudah mencoba berdamai dengan keadaan" ucap Nia dan diangguki Ben setuju


Ben mencium kening istri nya ini,Nia begitu pengertian membuat nya tidak menemui kesulitan sejak menikah dengan perempuan ini.


"Aku temani Juna dulu ya mas,kamu lanjut kerja nya tapi jangan terlalu malam"


"Iya sayang" jawab Ben

__ADS_1


__ADS_2