
Tak terasa waktu terus berjalan dua bulan sudah om Ben dan Nia menikah hubungan mereka bertambah mesra,om Ben tak sekalipun membiarkan Nia pergi sendiri tanpa dirinya bahkan terkadang Nia merasa tidak enak sendiri sang suami siang-siang sudah menjemput nya untuk makan siang padahal hal itu biasanya di lakukan nia bersama Sari dan Maya.
"Kebetulan tempat meeting nya dekat sini sayang jadi aku sempat kan mampir" ujar Om Ben beralasan padahal memang dia tidak bisa makan kalau tidak bersama Nia sekarang
"Mas kan aku nggak enak sama Maya,sejak kita menikah aku sering mengabaikan nya"
"Mau bagaimana lagi sayang tidak mungkin kan aku makan siang sendiri sementara kita hanya di pisahkan jarak beberapa km saja ya aku langsung ke sini,kalau Maya dan Sari mau gabung jug nggak masalah" ucap Om Ben dengan enteng nya membuat Nia tak bisa protes lagi.
"Mau makan di mana?" tanya om Ben
"Aku lagi kepengen makan ikan bakar mas,kalau di siram pake saos kecap plus cabe rawit pasti enak ya apalagi ada lalapan timun nya mas" ujar Nia tanpa sadar meneguk saliva nya sendiri membayangkan makanan yang dia sebutkan tadi.
"Dimana ya mas tempat yang enak?" tanya Nia
"Mungkin restoran padang sayang"Jawab Om Ben
__ADS_1
"Memang nya ada?" tanya Nia lagi
"Kita coba cari dulu" jawab Om Ben sambil melirik kiri kanan.
"Oh ya mas, Minggu ini mama meminta ku menemani nya belanja"
"Tumben mama minta temani kamu kan ada Wulan?" tanya om Ben,Nia mengangkat bahu nya tanda tidak tau.
"Aku ikut" ujar Om Ben
"Tidak ada yang bosan jika itu mengenai kamu" jawab Om Ben membuat Nia tersenyum manis, perlakuan om Ben selalu baik pada nya tak pernah sekalipun Om Ben bersikap buruk jadi tak ada alasan untuk Nia tidak jatuh cinta pada suaminya ini.
***
"Mas aku mau cek kandungan" ujar Carla pada Fahmi
__ADS_1
"Besok saja sepulang mas dari kantor" jawab Fahmi yang masih sibuk dengan ponsel nya mengecek beberapa pekerjaan nya
"Apa kamu tidak mau tau mas perkembangan anak mu, seperti nya kamu sangat cuek sekali" sindir Carla
"La...aku banyak pekerjaan lagi pula kamu baik-baik saja kan? jangan ajak aku berdebat La, Kepala ku pusing" ujar Fahmi
"Mas, semakin hari kamu semakin cuek pada ku,apa kamu menyesal sudah menikahi ku mas?" tanya Carla dengan suara mulai meninggi
"La... tolong mengerti posisi ku,aku ini hanya karyawan yang kapan pun bisa di pecat jadi aku hanya ingin tenang bekerja"
"Pekerjaan selalu saja kamu jadikan alasan mas, bahkan untuk menyentuh ku saja kamu sudah jarang" ucap Carla membuat Fahmi terdiam ya sejak dia melakukan dengan Shela ,Fahmi terus menerus merasa bersalah hingga dia tak bisa menikmati nya bersama Carla apalagi Carla sering memancing emosi nya hingga membuat mood Fahmi memburuk dan justru memilih menghindar dari Carla.
"Kamu sedang hamil la,aku takut justru menyakiti anak kita" alasan Fahmi
"Aku bukan perempuan bodoh mas,lagi pula dokter tidak melarang untuk itu,apa kamu punya perempuan lain di luar sana yang bisa memuaskan nafsu mu atau mungkin kamu bermain ******" ketus Carla membuat Fahmi menghela nafas berat Carla benar-benar menguji kesabaran nya.
__ADS_1
Fahmi lebih memilih meninggalkan Carla dari pada meladeni istri nya itu yang Fahmi sudah bisa menebak akhir obrolan mereka ini yaitu pertengkaran.