Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Butuh perlindungan


__ADS_3

"Brugk"


"Awww"


Ben segera keluar dari mobil nya saat merasa menabrak seseorang.


"Ambar"


"Ben, tolong aku Ben" ujar Ambar membuat Ben melihat kiri-kanan karena Ambar seperti nya sangat ketakutan.


"Bantu aku Ben,aku ingin mengatakan sesuatu yang penting pada mu"


"Masuk mobil ku" perintah Ben


"Ada apa?" tanya Ben melihat Ambar dari atas sampai bawah, kondisi nya sedikit mengenaskan,baju yang di kenakan nya compang camping,dan tubuh Ambar seperti nya sangat bau dan kering,wajah nya sembab dan banyak bekas goresan luka


"A-ku-aku-di siksa Pieter"


"Lalu kenapa kamu datang pada ku?" tanya Ben


"Aku ingin menjelaskan pada mu Ben,tapi tolong sembunyikan aku terlebih dahulu aku takut Pieter melihat ku, ataupun ada orang Pieter yang melihat kita" jelas Ambar,Ben menatap Ambar tajam,dia curiga pada mantan istri nya ini, bagaimana pun juga Ben harus waspada pada Ambar,dia takut Ambar berniat buruk untuk menjebak nya.


"Percaya pada ku Ben,kali ini aku berniat baik pada mu, tolong aku" mohon Ambar dan akhirnya Ben menjalankan mobil nya kembali,Ben membawa Ambar ke apartemen nya jika ke rumah sudah pasti mama nya akan bertanya dan juga dia belum tau maksud Ambar jadi bagaimana dia menjelaskan pada Nia nanti.


"Mandi saja dulu,aku kira barang-barang mu masih ada di apartemen ini" ujar Ben karena dia membawa Ambar ke apartemen tempat mereka tinggal dulu

__ADS_1


Ambar segera mandi, tubuh nya juga terasa lengket sejak di sekap oleh Pieter Ambar tidak pernah mandi, bahkan Pieter meninggal kan nya setelah dia puas memasuki Ambar tanpa memberikan Ambar kesempatan untuk membersihkan diri.


Benar saja yang di katakan Ben,masih banyak peralatan Ambar di apartemen itu,tak ada yang di buang oleh Ben tapi dia juga tidak menempati apartemen itu lagi setelah mereka bercerai.


Ambar memakai baju kesukaan nya dulu saat masih bersama Ben,dia keluar kamar.


"Terimakasih Ben" ujar Ambar


"Aku tidak ingin berbasa-basi lagi dan jika tidak penting kau silahkan pergi dari tempat ini" tegas Ben membuat Ambar menelan saliva nya, begitu benci nya Ben pada dirinya saat ini.


"Aku hanya ingin mengatakan kalau Pieter ingin mencelakai keluarga mu"


"Apa!! jangan mengada-ada kau Ambar aku tidak percaya justru aku lebih percaya jika kau yang merencanakan kecelakaan untuk istri ku" tunjuk Ben mulai emosi


"Aku tidak pernah merencanakan apapun Ben, Pieter yang memiliki semua rencana itu" ujar Ambar


"Aku bersumpah Ben,aku tidak ikut campur dalam hal itu,sakit Ben!" ringis Ambar


Wajah Ben berubah menjadi beringas,setau Ambar,Ben dulu nya orang yang baik tapi kenapa sekarang berbeda.


Ben melepaskan cengkraman nya.


"Percaya pada ku Ben,Pieter ingin istri dan anak mu mati"


"Aku tidak punya masalah pada nya,kenapa dia justru menginginkan itu?"

__ADS_1


"Dia ingin kau menuduh ku dan kau melenyapkan ku Ben,jadi dia tidak memiliki saingan bisnis lagi jika kau di penjara"


"Bukan nya kalian saling cinta?" tanya Ben tak percaya


"Dia lelaki gila, psikopat! aku tidak bisa bersama nya Ben,dia sudah menyiksa ku"


"Tapi sekarang Carla menikah dengan nya"


"Siapa Carla?"


"Adik tiri istri ku,dia menikah dengan Pieter"


"Pieter bukan lelaki baik,dia memiliki perilaku menyimpang,dia suka menyiksa perempuan Ben,aku di sekap dan hampir tiap hari dia perkosa"aku Ambar menangis


"Apa kau tidak berbohong?"


"Aku berani sumpah Ben,kalau Pieter orang jahat"


"Aku harus menemukan dulu pelaku yang di sewa Pieter setelah itu akan aku hancurkan perusahaan nya,dan dia akan aku jebloskan ke penjara" ucap Ben sambil mengepalkan tangannya


"Ben,aku benar-benar takut saat ini,aku tidak ada tempat berlindung, izinkan aku untuk sementara waktu tinggal di apartemen ini Ben" mohon Ambar, sebenarnya Ben tidak tertarik membantu Ambar tapi dia harus mengumpulkan bukti tentang kejahatan Pieter mau tak mau Ambar lah yang akan menjadi saksi nya nanti.


"Kau boleh menempati apartemen ini tapi dengan satu syarat"


"Apa?"

__ADS_1


"Kau tidak boleh mengganggu rumah tangga ku, karena sampai kapan pun aku tidak akan kembali pada mu" tegas Ben dan di anggukki Ambar pelan, meskipun kecewa dia tetap butuh perlindungan saat ini.


__ADS_2