Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Hukuman Pieter


__ADS_3

Pieter marah besar karena sang pengacara tidak mau mengurus nya lagi, tuntutan Pieter 10 tahun penjara membuat nya putus asa harus menghabiskan masa tua nya di penjara.


Sang pengacara mundur karena Pieter bangkrut total,dia tidak memiliki harga lagi, harta yang tersisa Sudah habis untuk mengurus pengurangan masa tahanan nya.


"Sial.....aku tidak bisa begini! tau apa yang harus aku perbuat? aku sudah tidak punya apa-apa lagi" kesal nya putus asa.


Kesalahan terbesar yang dia perbuat hingga membuat hidup nya mendekam di penjara padahal bukan ini yang di inginkan Pieter,kini dia harus menerima sisa hidup nya di penjara.


****


"Mbak.....Mbak Nia" pekik Sela yang melihat Nia sedang asik berbelanja dengan Carla, mereka membeli keperluan untuk berangkat ke luar negeri.


"Sama siapa mbak?" tanya Sela tak melihat Carla yang sedang memilih perlengkapan nya


"Carla" jawab Nia lembut


"Kamu sama siapa la? sudah gede aja ya perut nya"ucap Nia sambil mengelus lembut perut Sela yang membuncit.


"Sudah bulan nya mbak"


"Oh ya,apa jenis kelamin nya?" tanya Nia penasaran


"Mas Fahmi sengaja tidak ingin mengetahui nya mbak, perempuan atau pun laki-laki sama saja kata mas Fahmi" jawab Sela sambil mengelus lembut perut nya.


"Mbak,ayo" pekik Carla tanpa melihat siapa lawan bicara Nia.


"Mbak Carla"tegur Sela ramah

__ADS_1


"Sela"gumam Carla pelan sambil melihat ke arah perut Sela yang sudah membesar.


"Kamu hamil lagi?" tanya Carla sedikit terkejut


"Iya mbak, Alhamdulillah anak ke dua saya"


"Wah selamat ya,sama siapa belanja nya?"


"Mas Fahmi,tadi lagi beli popok di sebelah sana" Tunjuk Sela ke arah sebelah nya,dia tidak enak hati pada Carla menyebut kan Suaminya bagaimana pun juga dia pernah menjadi perusak hubungan antara Carla dan Fahmi meskipun dengan cara yang berbeda.


"Mbak apa kabar sekarang? bagaimana kondisi mama nya mbak?"tanya Sela terakhir mereka bertemu saat Sela memberikan Carla uang untuk operasi mama nya.


"Mama sudah meninggal la"


"Turut berdukacita ya mbak"ucap Sela berbela sungkawa


"Iya la,oh ya terimakasih ya untuk bantuan nya saat itu,aku benar-benar bingung mau minta bantuan dengan siapa, untung ada kamu"


"Sayang,popok nya yang ini?" tanya Fahmi saat datang membawa satu merk Popok ternama.


"Mas Fahmi" tegur Carla membuat Fahmi terkejut.


"Carla,apa kabar?" tanya Fahmi canggung


"Alhamdulillah baik mas"


"Belanja juga?"

__ADS_1


"Iya, rencana nya aku dan Carla akan berangkat ke luar negeri" jawab Nia


"Keluar negeri,ada acara apa?" tanya Fahmi


"Acara mbak Nia mas,aku hanya menemani saja sekalian jalan-jalan"


"Mbak Nia semakin sibuk ya sekarang kapan mau nambah adik buat Juna kalau begitu" goda Sela


"Iya La, mumpung ada kesempatan dan badan sehat, sekalian bawa Carla dan anak nya"


"Mbak Carla sudah punya anak?" tanya Sela pelan karena Sela tau kalau Pieter sedang di penjara.


"Iya dengan suaminya yang sekarang" jawab Nia cepat


"Kamu nikah lagi la?" kali ini Fahmi yang bertanya.


"Iya mas" Jawab Carla pelan, sebenarnya dia malu untuk mengatakan nya tapi mau bagaimana lagi itu lah kenyataan nya.


"Alhamdulillah dia menikah dengan seorang dokter yang baik dan sekarang mereka sudah hidup bahagia" bela Nia membuat Carla sedikit lega.


"Bagus lah kalau begitu,aku senang mendengar nya"


"Iya mas, terimakasih" ucap Carla lagi


"Kalau begitu kami lanjut belanja ya mbak,masih banyak yang harus di beli" pamit Sela


"Iya la,mbak juga baru datang nih, Carla ingin mencari keperluan anak nya,takut nya di sana malah nggak cocok dengan produk nya"

__ADS_1


"Iya, terkadang memang bayi sering alergi jadi harus di jaga betul-betul"


"Ya sudah kalau begitu lanjut belanja ya,kalau lahiran kasih kabar" ucap Nia lagi dan di anggukki Sela pelan, hubungan pertemanan Sela dan Nia sudah tidak canggung lagi karena mereka berada di perumahan yang sama bahkan sering bertemu.


__ADS_2