
Marhaban ya Ramadhan,tak terasa waktu berlalu begitu cepat berlalu, sebentar lagi kita akan bertemu dengan bulan suci Ramadhan.
Semoga kita senantiasa di beri kan kesehatan untuk menjalani nya,saya selaku author minta maaf kepada seluruh pembaca bila ada salah ucap dalam penulisan, semoga kita semua di berikan rezeki yang melimpah tahun ini agar bisa berlebaran dengan suka cita bersama keluarga tercinta..
Amiin🤲🤲
Selamat menunaikan ibadah puasa dan mohon maaf lahir dan batin 🙏
***
"KDRT!"
"Kalian tidak berbohong?" tanya mama Dina penasaran
"Untuk apa kami berbohong bu tidak ada guna nya,kalau ibu tidak percaya ibu bisa lihat sendiri di kantor polisi, beliau masih di sana belum tau bagaimana kejelasan kasusnya" jawab salah satu karyawan Pieter
"Jadi bagaimana dengan nasib kantor ini?"
__ADS_1
"Jika ada barang yang bisa di jual akan kami jual bersama bu karena banyak karyawan yang di PHK tanpa pesangon oleh pak Pieter dan gaji kami pun sudah dua bulan ini tidak di bayar, untuk kantor sudah lama bangkrut bu"jelas karyawan Pieter sambil merapikan barang-barang mereka.
"Aku harus memberi kan kabar ini pada Carla secepat nya jika ada yang bisa di jual di apartemen mereka biar Carla mengambil nya, setidaknya bisa untuk menyambung hidup untuk beberapa waktu sampai bertemu si tua bangka Bahtiar,kalau perlu apartemen nya di jual sekalian" batin mama Dina dengan mengangguk kecil.
"Terimakasih untuk informasinya saya permisi dulu" Ujar mama Dina segera pergi dari kantor Pieter, awalnya tadi dia ingin melabrak Pieter tapi dia mendapatkan kabar kalau Pieter sudah di penjara dengan kasus KDRT membuat nya ingin cepat-cepat pulang.
****
"Sayang perusahaan Pieter bangkrut dan dia saat ini di penjara" ujar Fahmi
"Kok bisa mas?"tanya Shela terkejut bagaimana pun juga dia pernah bekerja di sana meskipun hanya menjadi anak magang tapi cukup memberikan pengalaman hingga mendapatkan suami seperti Fahmi.
"Kalau bangkrut kenapa bisa di penjara apa pak Pieter menipu?" tanya Shela penasaran
"Tidak! bu Ambar yang melaporkan dengan kasus KDRT dan penyekapan" jawab Fahmi membuat Shela bergedik ngeri mendengar nya.
"Bu Ambar di siksa mas, pantas saja sudah lama nggak kelihatan ya"
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan nasib mbak Carla mas? bukan nya dia juga menjadi istri Pak Pieter?"
"Mungkin dia juga mengalami hal yang sama sayang karena saat kamu melahirkan aku melihat dia di rumah sakit bersama mama nya"
"Bisa jadi mas,kasihan ya mbak Carla kalau dia sampai mengalami nya juga mas"
"Kenapa harus kasihan dia pantas mendapatkan nya sayang,Carla orang jahat jadi apa yang dia tabur itu yang dia panen,dia juga menjebak ku saat itu"kesal Fahmi jika mengingat masa lalu nya dengan Carla.
"Mas kita hanya manusia biasa tidak luput dari kesalahan,baik mas,aku maupun mbak Carla sama-sama punya dosa sekarang tugas kita untuk memperbaiki diri mas,biar saja orang mau bilang apa karena sejatinya buah yang busuk akan jatuh dengan sendirinya tanpa kita usik,aku bukan sok baik mas tapi berusaha merubah diri untuk lebih baik,aku ingin rumah tangga yang damai tentram tanpa gangguan apapun mas" ucap Shela membuat Fahmi memeluk tubuh sang istri, perempuan cantik ini selalu menjadi penawar hati nya, Wajah Shela yang cantik selalu enak di pandang membuat hati Fahmi tenang.
"Aku ingin kita begini terus sayang sampai tua nanti dan hanya maut yang memisahkan kita"
"Amiin" ujar mereka serentak sambil tersenyum
"Hoek.....hoek...."
"Ya,ada gangguan sayang"
__ADS_1
"Anak kamu mas,kok gangguan sih"
"Maaf...maaf....baru juga mesra-mesraan ayah sama bunda nya dek udah nangis aja" ucap Fahmi.