
"Mas, becanda nya nggak lucu deh kok ngomong gitu sama mama dan Ayah" ucap Nia sedikit cemberut
"Terus mau ngomong apa sayang,mau bilang aku nggak cinta sama kamu,terus aku nggak mau ngasih harta aku buat kamu,kan itu fitnah" jawab om Ben dengan santai nya
"Mas kamu nggak perlu sampai segitu nya bohong sama ayah dan mama"
"Kok bohong sayang, semua yang aku katakan memang benar,aku sudah melihat beberapa rumah dan jika kamu setuju kita akan pindah secepat nya, untuk nama dari sertifikat nya itu nama kamu sebagai hadiah karena sudah mau menikah dengan duda ini" ucap Om Ben membuat Nia terdiam
"Kalau untuk hotel di Bali memang hadiah pernikahan kita sayang dan itu juga atas nama kamu, sebagian saham kita untuk anak ku nanti" jelas om Ben membuat Nia speechless,suami nya ini sudah mempersiapkan segala nya untuk dia.
"Memang nya kamu tidak takut kalau aku melakukan kesalahan mas?" tanya Nia
"Aku percaya kamu sayang,aku percaya kamu akan setia dengan ku,kita akan menua bersama hingga masa tua kita nanti" ujar Om Ben memeluk tubuh Nia erat membuat Nia menangis
"Kenapa nangis,aku memeluk mu terlalu erat?" tanya om Ben dan di jawab Nia dengan gelengan
__ADS_1
"Lalu apa yang sakit sayang,ada yang sakit?"
"Tidak!!"
"Kenapa menangis?" tanya om Ben heran
"Aku terharu mas,aku merasa menjadi perempuan paling beruntung bisa menikahi duda seperti kamu" isak Nia membuat om Ben tersenyum gemas
"Cup....cup....sudah sayang,aku tidak bisa melihat kamu menangis, rasanya pengen aku bawa ke tempat tidur" goda om Ben sambil menaikkan satu alisnya
"Mas,,aku lagi sedih loe malah di goda gitu"
****
"Yah,kamu gimana sih kok malah nolak jabatan yang di berikan Ben" oceh mama Dina
__ADS_1
"Nolak gimana ma?" tanya Carla menimpali
"Ayah kamu nih nggak pernah pintar sudah punya menantu kaya justru tidak di manfaatkan nya, jelas-jelas Ben tadi minta dia menjadi Manager tapi malah di tolak nya" kesal mama Dina
"Kenapa di tolak yah,jadi manager itu susah loe terus juga uang nya kan lumayan bisa buat tambah-tambah" ucap Carla yang juga ikut kecewa dengan keputusan sang ayah tiri
"Bukan ayah tidak mau,usia ayah sudah tidak sepantasnya lagi menjadi Manager masih banyak yang lebih muda dan pintar dari ayah,Ben memberikan jabatan hanya karena ayah mertua nya jadi ayah rasa tidak perlu untuk uang kita sudah cukup lah,di usia tua ini tidak perlu mengejar dunia lagi" jawab pak Bahtiar
"Yah,makan butuh uang,ke mall butuh uang,mau jalan-jalan butuh uang jadi jangan di kata tidak butuh yah, semua butuh uang!" ketus mama Dina
"Ma,ayah sudah tua menjadi Manager itu bukan gampang kalian bisa tanyakan pada Fahmi bagaimana sulitnya di kantor jadi jangan mengincar gaji nya saja kalau pekerjaan nya juga menuntut untuk selalu sempurna" jawab pak Bahtiar lagi
"Saat ini untuk berteduh kita sudah punya rumah, untuk makan sudah ada jadi tidak ada lagi yang di pikirkan kalau Carla sudah ada Fahmi dan Nia sudah ada Ben jadi untuk hidup kita berdua sudah cukup lah ma"
"Bicara sama ayah ceramah terus nggak ada habisnya,bosan mama!! kita itu hidup butuh refreshing yah, sesekali butuh ketenangan Jangan yang di hadapi pekerjaan mulu, butuh keluar lihat dunia orang"
__ADS_1
"Cukup dunia kita saja ma, sebentar lagi kita mau punya cucu,dua sekaligus jadi tidak ada lagi yang perlu di cari" jawab pak Bahtiar membuat mama Dina semakin kesal
"Bisa-bisa nya dia menolak menjadi Manager karena hanya takut tidak enak pada orang lain, justru ini kesempatan emas mendapatkan menantu kaya raya,kalau begini terus bisa pusing kepala ku melihat orang gonta-ganti mobil, perhiasan sedangkan aku apa?? cuma kebagian mengurus dia saja" gumam mama Dina dalam hati.