
"Terimakasih atas jamuan nya pak,saya benar-benar tidak menyangka seorang pak Ben pengusaha besar bisa makan bersama kami"
"Jangan terlalu berlebihan,Saya juga manusia biasa" ucap Ben
Nia dan Shela sudah mulai akrab dengan perbincangan mereka apalagi Shela memang ramah dan Nia baik membuat mereka lebih klop lagi.
Setelah makan malam Nia mengajak Shela untuk duduk di ruang keluarga bermain bersama Juna sedangkan Fahmi dan Ben sengaja duduk berdua,Ben ingin membicarakan sesuatu yang serius.
"Saya ingin kamu membantu saya Fahmi" ujar Ben mengutarakan maksud nya
"Maksud bapak?" tanya Fahmi tidak mengerti karena dia tidak tertarik jika bekerja di kantor Ben,dia sudah berjanji pada papa nya untuk memajukan kantor.
"Saya ingin menghancurkan hidup Pieter bahkan di titik terakhir nya"
Fahmi terkejut dengan pernyataan Ben.
"Kenapa?"
Ben menceritakan kalau Pieter lah dalang di balik kecelakaan yang menimpa Nia dan Shela Tempo hari,Fahmi sangat terkejut mendengar cerita Ben.
"Apa motif nya pak? bukan nya kalian bekerja sama selama ini? saya rasa tidak ada yang merasa di rugikan dengan kerjasama perusahaan kalian"
"Ambar! Ambar istri Pieter adalah mantan istri saya dan dia tidak suka karena Ambar menemui saya meminta perlindungan"
"Maksud nya?"
"Ambar mengatakan kalau Pieter cemburu pada saya jadi gelap mata mencelakai istri saya"
__ADS_1
"Anda percaya?"
"Ya, saya rasa itu bisa saja terjadi mengingat Pieter saat ini menikahi Carla untuk membalas dendam pada Ambar" jawab Ben membuat Fahmi mengingat kembali tentang Carla yang mengkhianati nya dengan Pieter.
"Bagaimana, kamu bersedia membantu ku?"tanya Ben
"Saya ingin hidup damai pak tanpa gangguan karena saya tidak ingin memiliki dendam dengan siapa pun" jawab Fahmi yang memang sudah berjanji pada Shela untuk hidup bersama, mereka tidak ingin lagi ada cerita lama.
Ben sedikit kecewa dengan tanggapan Fahmi.
"Saya tidak bisa memaksa jika itu keputusan mu"
"Tapi saya bisa memberikan beberapa salinan tentang perusahaan Pieter dan anda pelajari sendiri di mana kelemahan nya tanpa melibatkan saya langsung karena saya tidak ingin ads kaitannya dengan Pieter apalagi Carla,saya sudah bahagia hidup bersama Shela" jawab Fahmi lagi membuat Ben tersenyum kecil masih ada harapan untuk membuat Pieter jatuh.
"Terimakasih Fahmi,saya berhutang banyak pada kamu"
"Anggap saja ini penebus dosa saya dengan Nia tempo hari dan saat ini saya benar-benar sudah melupakan Nia"
"Pasti....! jika ada undangan selanjutnya kami pasti akan datang dengan senang hati,oh ya untuk tawaran anda tempo hari apa masih berlaku pak?" tanya Fahmi
"Tawaran yang mana?"
"Kerja!"
"Hahaha, apakah kamu mau pindah ke kantor ku?"
"Bukan untuk saya tapi untuk kakak ipar saya,OB pun tidak masalah"
__ADS_1
"Bisa, datang saja bawa CV nya dan langsung akan di interview"
"Terimakasih pak,sekali lagi terimakasih"
"Saya yang seharusnya berterima kasih pada kalian karena sudah banyak membantu saya mulai dari istri saya dan tentang Pieter,kamu beruntung dapat istri seperti Shela baik hati"puji Ben
"Benar pak,dia yang merubah dunia saya,dia bisa mengerti akan keadaan saya itu yang membuat saya nyaman bersama dia psk meskipun kami tidak bergelimang harta tapi kami tenang,kami saling mencintai" aku Fahmi dan diangguki Ben pelan dia suka dengan Fahmi yang sekarang rendah hati dari pada dulu saat bersama Carla, meskipun Carla adik ipar nya tapi Ben lebih mendukung Fahmi bersama Shela pengaruh baik dari perempuan itu sangat kuat menurut Ben.
Berbincang tanpa lelah membuat mereka larut hingga waktu yang terus berputar tidak terasa, sudah pukul 23:00 wib membuat Shela menguap,Bumil itu mulai merasakan kantuk yang sedikit berat.
"Kalau begitu kami pamit dulu ya pak, sudah malam"
"Iya keasikan ngobrol sama mbak Nia jadi lupa waktu ya"
"Sering-sering main ke sini Shel nanti aku ajari yang lain nya ya"
"Ajarkan apa sayang?" tanya Fahmi pada Shela
"Kepo deh, urusan wanita" sahut Nia dan di anggukki Shela membuat Fahmi dan Ben saling pandang
"Nggak boleh tau mas" jawab Shela mengiyakan
"Biar jadi urusan perempuan Mi,kita tunggu hasil nya aja" ujar Ben dan diiringi tawa mereka, sungguh harmonis keluarga ini membuat sejuk hati siapa pun yang berada di tengah-tengah mereka.
"Aku pulang dulu ya mbak lain kali aku mampir sendiri deh ke sini,tapi beneran ya di kasih pelajaran yang lain"
"Iya, tenang aja" jawab Nia tersenyum manis sambil cepika-cepiki pada Shela
__ADS_1
Setelah berpamitan mereka segera pulang Nia dan Ben mengantar kan mereka sampai ke depan gerbang rumah.
"Masuk sayang sudah malam " ajak Ben merangkul pinggang Nia dan mencium pipi istri nya ini.