Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Trauma


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" tanya Ayah Bahtiar, tadi Nia menghubungi ayah nya mengatakan kalau Carla sudah sadar tapi seperti orang ketakutan.


"Aku juga tidak tau yah tadi Carla kedinginan begitu,yah takut yah terjadi apa-apa kasihan dia" cemas Nia


"Berdo'a saja Ni"


Rendy mengusap wajah nya kasar apa yang terjadi dengan Carla? biasanya pasien bangun dari koma ketakutan di karena kan trauma berat,apa Carla juga trauma? jika ia apa yang membuat nya trauma?.


"Bodoh....!!!" maki Rendy pada dirinya,dia sangat bodoh tidak bisa menjaga sang istri hingga membuat Clara sampai menderita seperti ini,andai saja dia bisa lebih peka ini tidak kan terjadi, istri nya sekarang ketakutan.


"Bagaimana dok"? tanya Nia saat melihat dokter keluar


"Pasien sedang istirahat, mungkin ada sesuatu yang membuat nya trauma jadi saat dia koma dia selalu mengingat hal tersebut hingga sampai ketakutan saat sadar" jelas sang dokter


"Apa dok?" tanya Nia


"Saya juga tidak tau bu, kita coba perlahan menenangkan pasien dan beri rasa nyaman agar pasien tenang bisa melupakan hal buruk yang sudah terjadi pada nya" ungkap sang dokter lagi dan di anggukki Nia.

__ADS_1


"Sebelum kejadian jatuh apa yang di lakukan Carla mbak?" tanya Rendy penasaran


"Carla di butik baik-baik saja,malam nya kami masih sempat telponan karena aku cemas Carla tidak bisa tidur malam-malam sebelumnya,mata nya selalu sembab di pagi hari mungkin menangis" jawab Nia


"Tapi tunggu dulu, sebelum dia jatuh Tina bilang dia bertemu ibu-ibu" ucap Nia lagi


"Ibu-ibu!"


"Ya, astaga apa mungkin itu mama kamu Ren?"ujar Nia menutup mulut nya.


"Mama? mbak punya bukti nya"


Jika benar mama nya yang datang kenapa Carla justru ketakutan apa mama nya tau semua ini,apa Carla sudah jujur pada mama nya? Astaga banyak sekali permasalahan yang harus dihadapi Rendy,apa ini ulah kebohongan nya jika ia, kenapa harus Carla yang menanggung semua nya dia juga bersalah bahkan dia yang membawa Carla masuk ke dalam kehidupan nya tidak adil jika Carla menanggung sendiri penderitaan ini.


"Ini Ren,coba kamu lihat apa wanita bermasker ini apa mama mu" tunjuk Nia pada layar ponsel nya dan benar saja itu mama Veni mama nya.


"Astaga mama!"

__ADS_1


"Jadi benar perempuan ini mama kamu Ren?"


"Iya mbak" jawab Rendy lemah


"Kata Tina mereka keluar bicara di kafe depan setelah itu Carla menangis saat kembali ke Butik dan langsung ke kamar mandi"


"Jadi mama yang membuat Carla sampai begini"gumam Rendy pelan


"Ren,kita tidak bisa main tuduh begitu saja,bisa saja mama mu meminta Carla pulang tapi Carla yang tidak mau,jangan langsung emosi tanyakan baik-baik apa tujuan mama mu datang menemui Carla" ujar Nia lembut,dia bisa melihat kilat amarah di mata Rendy dan Nia berusaha untuk menenangkan nya.


"Lebih baik kamu pulang dulu Ren, tanyakan pada mama mu apa yang terjadi,kalau hanya menerka tidak akan selesai" usul Ayah Bahtiar


"Iya yah,aku pamit dulu"


"Hati-hati Ren,jangan gegabah bagaimana pun juga kamu seorang anak tidak baik jika harus bertengkar dengan orang tua" nasehat ayah Bahtiar dan di anggukki Rendy patuh


"Titip Carla dan anak ku ya mbak,aku pulang dulu sebentar" pamit Rendy

__ADS_1


"Ingat pesan ayah Ren" ujar Nia, bagaimana pun juga Nia tidak ingin Rendy ribut dengan mama nya hanya karena Carla karena pasti nanti mama Rendy jadi membenci Carla.


__ADS_2