
"Lepas mas,aku mau beres-beres belanjaan ini" Ujar Nia saat Om Ben memeluk nya dari belakang
Bukan tanpa alasan Nia tak ingin di peluk sang suami karena rasa cemburu nya pada Ambar tadi.
"Kamu marah sayang?" tanya Om Ben
"Tidak!"
"Kamu cemburu?"
"Tidak!"
"Terus kenapa jutek gitu? nggak mau di peluk"
"Aku lelah lagi pula aku sedang membereskan ini" jawab Nia singkat
"Padahal aku berharap kamu cemburu dan marah loe sayang" ucap Om Ben membuat Nia mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Bukan nya orang cemburu itu tandanya cinta" jelas om Ben
__ADS_1
"Jadi aku harus marah? aku harus cemburu dulu baru bisa di katakan cinta? apa keperawanan ku tidak cukup membuktikan semua nya mas" jawab Nia,tangan nya masih sibuk menata belanja nya di kulkas dan meletakkan cemilan di rak lemari gantung.
"Siapa saja bisa memberikan keperawanan nya sayang meski pun tanpa cinta dan ikatan apapun,tapi jika rasa cemburu dan marah mendominasi tandanya dia benar-benar cinta tak ingin kehilangan orang tersebut" terang om Ben lagi
"Bagiku keperawanan sangat penting mas,hanya suami yang bisa mendapatkan nya tidak dengan orang lain tanpa ikatan"jawab Nia
"Tapi awal menikah kita tidak saling cinta kenapa kamu bisa memberikan nya untuk ku?" tanya Om Ben membuat Nia terdiam
"Apa jangan-jangan sewaktu aku mengajakmu menikah kamu sudah mencintai ku? ayo ngaku!!!" goda Om Ben membuat Nia menutup kulkas dan pergi meninggalkan om Ben sendiri ntah kenapa justru Nia yang terjebak dengan ucapan nya sendiri padahal saat menikah Nia memang tidak memiliki perasaan apapun selain kagum.
"Ngaku sayang" pekik Om Ben mengejar Nia yang masuk kedalam kamar
"Mas,aku mau mandi,gerah!" ucap Nia memberi alasan,dia terlalu malu terus-terusan di goda sang suami
"Nanti saja sayang, nanti juga berkeringat lagi"
"Mas..ini masih sore" ujar Nia yang tau maksud sang suami yang ingin mengajak nya bercinta sore ini.
"Sore atau malam sama saja sayang, sama-sama nikmat bukan dan sama-sama berkeringat"
__ADS_1
"Tapi mas- hmmmpp " belum selesai Nia menerus kan ucapan nya om Ben sudah membungkam mulut Nia dengan ciuman nya membuat Nia tak bisa mengelak lagi, tangan nya dengan lihai meraba gundukan kenyal itu dengan lembut membuat Nia kegelian.
Lama-lama ciuman itu mendalam dan menuntun Ben untuk membuka semua pakaian sang istri,sore hari yang seharusnya jadi istirahat untuk Nia justru menjadi sore yang panas bagi pasangan halal ini.
Kali ini Om Ben mengajari Nia untuk memimpin permainan,Nia yang masih terbakar api cemburu karena Ambar justru berinisiatif ingin memuaskan sang suami,dia lebih mendominasi permainan sore ini hingga sama-sama bergumul dengan keringat panas.
Nia terus memompa di atas tubuh sang suami dengan Om Ben terus memainkan squisy kesukaan nya, tubuh mulus sang istri membuat nya candu.
Om Ben sangat menyukai ******* Nia diatas tubuh nya.Lenguhan panjang terdengar menggema di kamar apartemen ini.
"Mas lebih dalam,aku suka" racau Nia saat posisi kini sudah berganti
Om Ben mempercepat gerakan pinggulnya hingga membuat Nia beberapa kali meremas sprei karena merasa sensasi nikmat dari tusukan sang suami,nafas memburu dari kedua nya membuat suasana semakin panas.
"Aaah........."
Tubuh Nia menggelinjang hebat saat kedua nya mendapatkan pelepasan mereka.
Rasa puas di dapat oleh Om Ben, istri nya sangat hebat jika sedang cemburu.
__ADS_1