
"Carla" pekik Mama Rendy saat melihat Carla tergeletak pingsan di lantai.
"Pak Udin tolong angkat ke kamar" perintah mana Rendy dan di anggukki pak Udin
"Ayo bi,kamu sekalian bantu pak Udin"
"Aduh bagaimana ini" Gumam nya pelan
"Tolong ganti pakaian nya bik ini sudah basah semua" ujar mama Rendy lagi
"Telpon saya pak Rendy nyonya takut nya bu Carla terjadi apa-apa" usul sang bibi
"Tidak!! Rendy bisa marah kalau lihat Carla begini"
"Kita tidak mungkin membiarkan bu Carla pingsan juga nyonya,kalau bu Carla kenapa-kenapa pak Rendy akan lebih marah lagi kan" jawab sang bibi membuat mama Veni terdiam sejenak.
Akhirnya dia menghubungi Rendy karena melihat Clara tak kunjung ada pergerakan.
****
"Sus,kenapa anak saja nggak datang-datang ya, bagaimana dengan biaya rumah sakit ini?" tanya mama Dina
"Bu, semua biaya rumah sakit ini sudah di bayarkan anak ibu di muka jadi ibu tidak perlu khawatir"
"Dari mana Carla punya uang untuk pengobatan ku, sedangkan uang nya saja tidak seberapa"
"Kalau boleh tau berapa ya sus biaya saya di sini?" tanya mama Dina
"Saya juga kurang tau kalau itu bu,tapi kalau di lihat dari tindakan operasi dan kamar perawatan ibu seperti nya hampir ratusan juta"
"Ratusan juta!!! gila itu uang semua kan sus?"
"Iya lah bu, nggak mungkin daun! rumah sakit kami bukan mainan"jawab sang suster sedikit ketus
"Ya mak-sud sa-ya dari mana uang nya sus?"
__ADS_1
"Saya juga tidak tau bu, yang jelas kami hanya menjalankan tugas semua nya sudah di selesaikan oleh anak ibu"
"Siapa lelaki yang dapat kamu taklukkan la,mama tidak yakin jika uang mu sendiri,atau jangan-jangan kamu memang banyak simpanan kamu nya saja yang pelit sama mama,anak nggak tau di untung kamu,selama ini aku yang membesar kan mu kamu pelit pada ku" gumam Mama Dina pelan
"Awas saja kalau ketemu,kamu harus berikan semua uang kamu"ujar nya lagi
****
"Carla kenapa ma?" tanya Rendy cemas
"Mama nggak tau Ren, tiba-tiba Carla pingsan saat di kamar mandi"
"Nggak mungkin bisa pingsan ma kalau nggak ada penyebabnya"
"Jadi kamu nuduh mama gitu ngapa-ngapain istri kamu??"
"Bukan begitu ma"Rendy tak meneruskan lagi ucapnya karena akan menjadi perdebatan dengan sang mama, dia tau sifat mama nya tidak akan mau mengalah, Rendy segera memeriksa Carla dan melihat denyut nadi Carla sangat pelan membuat nya khawatir.
Rendy segera menginfus Carla agar ada kekuatan.
"Tahan ya la,aku lihat kamu sudah sangat lemah jadi harus di infus dulu" ujar Rendy
"Ma-s"
"Iya,jangan banyak bergerak la"
"Perut ku sakit mas,aku mau pups" ujar Carla
"Tapi tubuh kamu lemah la,pakai pempes ya?"
"Nggak mau mas" geleng Carla karena memang dia tak biasa memakai nya
"Lalu?"
"Aku kuat ke toilet"
__ADS_1
"Ya temani lah Ren,kamu kan suami nya" ujar mama Veni membuat Rendy gugup sedangkan Carla memang tak memiliki tenaga lagi.
"Mati kan dulu infus nya la" ujar Rendy mendekat pada Carla dan berbisik
"Maaf ya la" sambil menggendong Carla menuju kamar mandi
"Mas di sini saja,aku bisa sendiri" ucap Carla
Rendy mendudukkan Carla diatas closed lalu segera keluar.
"Hey... masuk-masuk kenapa keluar nanti dia pingsan lagi di kamar mandi sendirian" ucap mama Veni yang trauma melihat Carla pingsan tadi
"Tapi ma Carla pups"
"Perkara pups aja, lebih dari itu kamu udah pernah kan,jadi temani dia" usir mama Veni masuk lagi ke dalam kamar mandi
"Mas,kenapa masuk lagi?" tanya Carla malu
"Mama yang minta"
"Bau mas, keluar aja"
"Sudah nggak papa dari pada mama curiga bisa gawat" ucap Rendy, dia seorang dokter jadi tidak akan jijik hanya melihat pups hanya saja Carla yang tidak nyaman.
"Sudah mas ayo" ujar Carla setelah selesai,rasa mulesnya hilang karena malu, tubuh Carla terlihat lemah
"Aku rasa ada yang aneh dengan kamu la"
"Maksud nya?"
"Kamu jadi lemah begini,apa yang kamu makan tadi?"
"Makanan biasa mas yang di masak bibi,tapi sekarang perut ku tegang"
"Baring biar aku periksa"ujar Rendy membantu Carla berbaring sedang kan mama Veni terlihat gelisah dia takut Rendy mengetahui nya.
__ADS_1