Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Hamil


__ADS_3

"Apa ini?" tanya Fahmi saat Shela melempar kan buku periksa nya di meja Fahmi


"Aku hamil!!"


"Jangan bercanda kamu Shel,saya sudah punya istri dan kamu tau juga kalau Carla sedang hamil"


"Apa saya kelihatan bercanda pak,itu lihat sendiri saya sudah mengandung 4 Minggu karena saat bapak melakukan nya pada saya saya baru selesai menstruasi dan pada masa subur" jelas Shela


"Saya tidak bisa Shel"


"Apa anda mau karir anda hancur hanya karena menghamili anak magang"ancam Shela


"Kamu mengancam ku?"


"Saya tidak mengancam bapak setidaknya nya bersikap lah gentleman,anda berani berbuat berani menanggung resiko nya"


"Tapi saya mabuk saat itu Shel,saya tidak tau kalau itu kamu"tegas Fahmi


"Apapun alasan bapak yang jelas saat ini saya hamil anak bapak,apa bapak ingin saya temui bu Carla dan menceritakan semua nya,bapak memperkosa saya sambil membayangkan Nia,saya tidak tau siapa wanita itu yang saya tau kalau ucapan yang keluar dari bibir bapak bukan nama bu Carla" ancam Shela lagi


Deg...


Fahmi serba salah saat ini,dia bingung apa yang harus dia perbuat.

__ADS_1


"Beri saya waktu untuk memikirkan nya Shel karena saya benar-benar tidak tau jalan apa yang harus saya ambil"pinta Fahmi


"Nikahi saya pak,anak ini butuh status ayah"


"Tapi saya sudah menikah Shel!"


"Saya tidak minta bapak menceraikan bu Carla saya hanya minta bapak nikahi saya agar anak ini lahir memiliki ayah,bukan anak haram"ucap Shela lagi lalu segera pergi meninggalkan Fahmi yang terdiam sendiri.


****


"Tambah romantis saja kalian ya Ni" goda Maya


"Iya Ni,aku nggak pernah lihat wajah om Ben secerah sekarang sejak Nikah sama kamu dia lebih posesif dan lebih muda" timpal Sari


"Itu lah perempuan yang nggak pernah bersyukur Ni,dulu om Ben nggak setajir sekarang,Ambar malah memiliki berselingkuh dan Om Ben mau nya punya anak eh Ambar malah minum kontrasepsi jadi nya ya cerai, kamu pernah ketemu sama Ambar lagi setelah reuni itu?" tanya Sari penasaran dan di anggukki Nia


"Gimana reaksi nya?"


"Saat di kafe dia bersama suaminya,dan kami belum menikah Ambar terlihat biasa saja tapi saat di Mall dia terlihat tidak suka sampai menyindir ku beberapa kali"jawab Nia jujur


"Terus kamu apakah dia Nia?" tanya Maya


"Ya aku sindir balik lah" jawab Nia santai

__ADS_1


"Wahh....udah berasa jadi istri konglomerat nih" goda Sari


"Sembarang saja kamu sar,Ntar di dengar orang malah di bilang aku halu lagi"


"Kenapa harus halu Ni, orang memang kenyataan kok,kamu aja yang belum tau seberapa kaya nya om Ben Ni, hampir separuh uang di sini milik Om Ben" ucap Sari setengah berbisik membuat Nia kaget


"Yang benar kamu Sar?" tanya Maya penasaran


"Bener,kalau nggak percaya tanya saja langsung sama Alan, pasti dia jawab"


"Wajar saja kalau Nia ingin libur di berikan pak Alan ternyata suaminya memiliki Investasi besar di sini" ucap Maya dengan suara tinggi membuat Nia menutup mulut sahabat nya itu.


"Jangan keras-keras May"


"Kenapa Ni... orang kenyataan kok"


"Iya tapi jangan keras-keras aku malu"


"Jadi istri konglomerat kok malu Ni" ucap Maya.


Nia memang tidak pernah tau kekayaan sang suami bahkan Nia tak pernah meminta apapun pada Om Ben, untuk belanja kebutuhan saja om Ben yang selalu membayarkan nya,Nia tidak pernah meminta uang atau pun kartu seperti kebanyakan istri pengusaha karena Om Ben tak membiarkan Nia pergi sendiri semua keinginan Nia dia yang beli kan.


Bukan karena Om Ben pelit tapi Om Ben pernah memberikan Nia kartu ATM Nia menolak dengan alasan dia memiliki beberapa kartu dia dompet nya jadi om Ben berinisiatif membayarkan semua kebutuhan Nia agar Nia tak memakai uang tabungan nya.

__ADS_1


__ADS_2