
"Di mana ayah ma? tumben rumah nya di gembok biasanya jam segini sudah pulang kantor" ujar Carla yang datang ke rumah pak Bahtiar dan melihat rumah nya di gembok.
"Mungkin belum pulang la"
"Tapi nggak biasanya di gembok gini ma"
"Mungkin sejak mama nggak ada di takut maling jadi di gembok deh, tunggu aja ya"
"Ini sudah mau magrib ma,kok belum pulang apa ayah pindah rumah?"
"Nggak mungkin pindah rumah,mau pindah ke mana dia, orang ini rumah dia kok" jawab mama Dina
"Bisa aja ma"
"Alah tunggu aja jangan berpikir macam-macam,duduk saja kamu di sini" ujar Mama Dina menunjuk kursi di teras, memang rumah pak Bahtiar tidak memiliki pagar jadi mereka bisa langsung ke rumah tapi pintu nya di gembok dan garasi nya juga terkunci tidak seperti biasanya.
"Apa ayah pulang kampung ma,coba di hubungi dulu ntar capek-capek nunggu malah nggak ada"
"nomer mama udah di blokir sama dia, nggak bisa di hubungi lagi"
__ADS_1
Carla mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi ternyata nomer Carla juga di blokir membuat Carla lesu.
"Bisa?"
"Nggak ma,di blokir juga! kok ayah sampai segitu nya ya"
"Tau tuh si tua bangka sok marah gitu" sahut mama Dina.
***
"Aku berikan apartemen ini untuk mu karena aku tau kau tidak memiliki tempat tinggal lagi tapi untuk kebutuhan mu yang lain aku tidak bisa jamin,aku punya istri yang harus ku jaga perasaan nya dan kamu hanya masa lalu ku, cukup sudah aku membantu mu sampai di sini dan sekarang kamu juga sudah bisa bebas karena Pieter di penjara" ujar Ben
"Tapi Ben beri aku pekerjaan"mohon Ambar
"Aku janji tidak akan mengganggu mu Ben,aku hanya butuh makan karena tempat tinggal sudah kau berikan"
Ben terdiam sejenak lalu menarik nafas panjang.
"Aku harus bicara kan pada istriku dulu karena semua keputusan ada pada dia,aku tidak mau dia cemburu ataupun curiga karena aku sangat menyayangi keluarga ku"jawab Ben membuat Ambar tertunduk, andai saja dulu dia tak pergi dari Ben sudah pasti dia yang akan di ratu kan oleh Ben tapi sekarang semua berbalik, hidup nya hancur oleh Pieter, kesenangan Semu.
__ADS_1
"Aku tau Ben,aku tau itu! aku tidak akan mengganggu mu lagi,aku sudah ikhlas kan kamu Ben,aku ingin hidup lebih baik sekarang,aku ingin menata hidup ku"
"Baiklah aku tidak bisa janji besok akan ku berikan kau Jawaban nya, hidup lah lebih baik Ambar karena milik orang lain belum tentu baik untuk mu" ucap Ben lalu segera pamit, dia memberikan kabar kalau Pieter sudah di tahan dan hanya tunggu sidang lebih lanjut, semoga Pieter lebih lama di penjara agar bisa menyadari kesalahannya.
****
"Yuk ma pulang ke kost di sini banyak nyamuk seperti nya ayah tidak pulang"rengek Carla
"Ke mana si tua itu"
"Besok saja mama cari di kantor ayah"
"Mana bisa la,dia satu kantor dengan Ben, tidak akan mudah menemui nya karena akan di halangi oleh menantu rese nya itu"
"Lalu bagaimana ma"
"Mama juga Bingung bagaimana,besok mama harus ke kantor Pieter terlebih dahulu,mama akan coba bicara baik-baik siapa tau dia luluh saat mendengar kamu hamil, minimal mobil kamu yang dulu di jual saja agar bisa untuk kehidupan kita"
"Sudah aku katakan ma Pieter tak menginginkan anak ini,mana bisa luluh dia,soal mobil ada di apartemen aku yang tidak berani pulang"
__ADS_1
"Kenapa kamu yang kekeh dengan anak ini kalau ayah nya saja cuek, lebih baik lepaskan dan kamu bisa bebas"
"Tidak! aku tidak mau ma, sudah ayo pulang makin lama mama makin ngaco saja" kesal Carla mengajak mama nya pulang