
"Brugk" bunyi pukulan meja di hadapan Fahmi yang sedang fokus pada laptop nya.
"Apa-apaan kamu la"
"Kamu yang apa-apaan mas,nggak pulang-pulang! pergi semau mu dan uang tidak kamu kirimkan untuk ku, sudah ada yang lain kamu mas" tuduh Carla
"La,ini kantor"
"Aku tau mas ini kantor, kamu aku hubungi nggak pernah di angkat dan setiap aku cari ke rumah mama mu tidak pernah kamu keluar,aku ini istri mu mas bukan selingkuhan mu" kesal Carla
"Mas aku ingat kan kamu kalau kamu nggak pulang ke rumah juga jangan salah kan aku kalau karir kamu hancur mas,aku nggak akan segan-segan buat bujuk Mr.Pieter buat pecat kamu"
"Kamu gila la"
"Ya aku gila,gila karena kamu mas! kamu terlalu perhitungan dengan ku" ujar Carla lalu pergi meninggalkan ruangan Fahmi, untung saja posisi Fahmi sekarang sebagai Manager jadi memiliki ruang sendiri jadi tidak ada yang melihat Carla datang ke dalam ruangan nya dengan marah-marah.
"Brugk"
"Aw....."
"Maaf"
"Bu Carla!! maaf bu saya tidak sengaja" ujar Shela memegang lengan Carla yang hampir terjatuh,Shela ingin masuk ke ruangan Fahmi karena Fahmi tadi menghubungi nya untuk membawa laporan pengeluaran dari ruangan Shela dan dia tidak melihat kalau Carla keluar dari ruangan Fahmi dengan tergesa-gesa hingga mereka bertabrakan.
"Kamu!!! kalau jalan hati-hati donk,saya lagi hamil besar kalau terjadi apa-apa dengan kandungan saya bisa-bisa kamu di pecat dengan suami saya!" kesal nya membuat Shela tertunduk
__ADS_1
"Kamu anak magang kan! kamu tau jabatan suami saya apa kan di sini! jadi harus hormati saya jangan asal nyelonong saja lihat-lihat kalau jalan "Ketus nya lagi
"Ya bu maaf,saya tidak sengaja bu tadi ibu keluar nya tiba-tiba jadi saya nggak lihat"
"Jadi kamu salah kan saya??"
"Tidak bu,,bukan itu-"
"Untung saja tidak apa-apa,kamu mau ke mana?"
"Ke dalam bu,mau ngasih laporan sama pak Fahmi"jawab Shela gugup
"Ya sudah masuk suami saya ada di dalam" ucap Carla sombong, dia meninggal kan Shela yang masih berdiri menunduk kan kepalanya.
"Tumben bu Ambar nggak ada, padahal tu nenek-nenek jarang banget nggak masuk kantor,apa Mr.Pieter juga nggak ada di dalam ya "gumam Carla pelan
"Tok...tok..." Carla mengetuk pintu ruangan Mr.Pieter dan terdengar suara sahutan dari dalam membuat Carla memberanikan diri buat masuk.
Bukan tanpa alasan Carla berani bertemu Mr.Pieter karena dulu mereka pernah dekat tapi karena kebencian Carla pada Nia membuat Carla lebih memilih mengganggu Fahmi apalagi Mr.Pieter sudah memiliki Ambar sebagai istri yang merangkap sebagai sekretaris nya jadi sangat sulit menggoda Mr Pieter karena selalu di awasi Ambar padahal Carla juga pernah berhubungan intim dengan Mr.Pieter satu kali sebelum Mr.Pieter menikah dengan Ambar.
"Maaf mengganggu mu Mr" ujar Carla
"Carla!!!! apa kabar baby" ucap Mr.Pieter kaget dengan kedatangan ibu hamil ini
"Seperti yang kanu lihat aku sedang hamil Mr.kamu apa kabar?" tanya Carla basa-basi
__ADS_1
"Buruk!! sejak tidak ada kamu di kantor jadi buruk" jawab Mr.Pieter dengan tersenyum
"Kamu semakin cantik,berisi membuat ku menjadi berfantasi pada wanita hamil" goda Mr.Pieter
"Bukan nya kamu tidak menginginkan seorang anak" jawab Carla karena memang Mr.Pieter tak menginginkan seorang anak untuk itu Carla tidak begitu tertarik pada lelaki ini, karena menurut Carla dia akan hidup do Fase bersenang-senang saja saat muda dan tak memiliki aset tua nya, karena anak akan menjadi pengikat seorang lelaki bagi Carla contoh saja Fahmi mau memberikan nya uang dengan alasan anak.
"Hanya wanita hamil bukan anak nya" jelas Mr.Pieter
"Di mana bodyguard mu, tidak kelihatan di luar"
"Ambar?" tanya Mr.Pieter
"Ya, siapa lagi kalau bukan Ambar" rengut Carla
"Ntah lah,aku tidak tau. Beberapa hari ini Ambar selalu berbuat semaunya bahkan dia menolak jika kau ajak bercinta"
"Terkadang aku berpikir kenapa bukan kamu saja yang menjadi istri ku dulu" goda Mr.pieter
"Gombal! tapi aku juga sempat berpikir begitu Mr, karena menikah dengan Fahmi tak seindah yang aku bayangkan"
"Kalau begitu kenapa kita tidak coba selingkuh saja" tawar Mr.Pieter sambil mendekat dan meraba Paha Carla membuat perempuan hamil tua ini sedikit terangsang.Apalagi dia dan Fahmi hampir satu bulan ini tidak melakukan *** karena sering nya bertengkar.
"Apa keuntungan untuk ku?"
"Banyak baby, apapun yang kau mau" rayu Mr.Pieter membuat Carla tersenyum dan mengangguk pelan.
__ADS_1