
"Tahan dia dan sekap jangan sampai dia lolos,aku akan segera ke sana" ujar Ben saat mendengar kabar dari anak buah nya kalau sudah menemukan si penabrak sang istri.
Ben bergegas pergi karena ingin segera menghajar orang nya.
"Mas mau ke mana?" tanya Nia heran karena Ben buru-buru
"Sayang ada yang harus aku kerjakan segera,aku berangkat dulu ya,kamu di rumah saja jangan kemana-mana" Pesa Ben dan diangguki Nia patuh,tak biasanya suaminya ini sangat buru-buru mungkin saja sedang banyak pekerjaan pikir Nia.
Mobil Ben melaju kencang ke arah yang sudah di kirim kan oleh anak buah nya.
***
"Mas bagaimana jika kamu menyewa pembantu?" usul Carla dia tidak bisa melayani Pieter di ranjang dan juga mengurus apartemen nya karena memang Carla sudah terbiasa manja.
"Kenapa harus pembantu,ini apartemen kecil la,kamu bisa sendiri lah di sini,kalau ada pembantu justru kita tidak akan bebas terkadang aku ingin bermain di luar, dia dapur bahkan di balkon jika ada orang lain malah tidak leluasa" jelas Pieter
"Tapi aku lelah mas jika mengurus ini sendirian,aku ingin shopping,ke salon dan melayani mu di ranjang saja bukan menjadi babu begini"protes Carla
"Jangan manja, biasakan diri mu untuk melakukan semua nya"
"Mas aku ini istri mu!" bentak Carla
__ADS_1
"Jadi kalau kau istri ku tidak mau melakukan pekerjaan rumah,kamu tau aku sudah bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mu dan sekarang kau banyak pinta, jangan buat aku muak Carla" balas Mr.Pieter tak kalah membentak membuat Carla terdiam,ada sisi yang tidak di ketahui Carla dari sang suami mungkin karena memang tak mengenal Mr.Pieter lebih dalam lagi.
"Mas kau membentak ku!" ujar Carla tak percaya karena selama ini Mr.Pieter selalu bersikap baik pada nya.
"Aku bisa membentak siapa saja Carla bahkan kamu sekali pun jika emosi ku di pancing"
Carla menghentak kaki nya lalu masuk ke dalam kamar dan mengurung diri, selama ini apa yang dia mau selalu di dapat nya,apa yang dia lakukan selalu benar di mata nya,Carla orang yang selalu ingin di prioritaskan tapi dia tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.
Mr.Pieter melempar kan sendok dan garpu nya di atas meja lalu segera pergi,kali ini dia tidak akan menampakkan taring tajam nya karena masih ada pekerjaan untuk mencari Ambar yang paling utama, biarkan saja Carla dengan kemarahan nya terlebih dahulu.
***
"Brugk.... siapa yang membayar mu?" tanya Ben setelah melayang kan tinju nya
"Jadi kau anjing peliharaan yang sangat baik dan patuh pada majikan mu hingga kau tidak mau mengaku,oke aku akan menyiksa mu sampai mati" ancam Ben
"Siram tubuh nya dan lepas kan satu persatu kuku nya dari jari tangan nya itu,jika tidak juga mengaku patah kan kaki nya" perintah Ben
Tubuh lelaki itu sudah penuh dengan darah dan di siram beberapa kali dengan air hingga terasa perih.
"Aaaaakkkkkk" teriak nya
__ADS_1
"Katakan saja dari pada kau tersiksa" ujar salah satu anak buah Ben
"Tidak!" kekeh nya membuat salah satu anak buah Ben menarik ujung kuku nya hingga terlepas.
"Aaaakkkkkk,,sakit"ringis nya
"Kau masih bertahan dengan tuan mu"
"Baik,, tolong lepaskan a-ku,ak-u akan mengatakan nya"
"Cepat katakan jangan banyak berpikir!"
"Ambar! Ambar yang memerintah kan ku membunuh istri mu" ujar nya membuat Ben mengepalkan tangan kesal karena sudah pasti Ambar yang akan menjadi kambing hitam nya sesuai dengan cerita Ambar.
"Plak....." satu tamparan melayang di pipi lelaki itu
"Kau berani bermain-main dengan ku! setelah kalian lepaskan semua kuku nya,cari keluarga nya dan bunuh satu persatu" perintah Ben membuat lelaki itu ketakutan
Ben hendak bergerak pergi tetapi lelaki itu berteriak.
"Pieter.....Mr.Pieter yang menginginkan kematian istri mu" pekik nya membuat Ben menarik sudut bibirnya kecil, ancaman nya ternyata berhasil,Ben membisik kan sesuatu pada anak buah nya lalu pergi.
__ADS_1
"Lepaskan aku!! lepas" teriak lelaki itu
Kali ini Ben benar-benar sudah bisa membuat keputusan,dia akan menghancurkan Pieter terlebih dahulu, untuk kerja sama yang di tawarkan perusahaan Pieter semua nya akan di batalkan oleh Ben lalu dia ingin meminta pada Fahmi untuk rahasia perusahaan Pieter,jika Fahmi mau membantu nya perusahaan Pieter akan segera bangkrut dan dia akan di jebloskan ke penjara dengan kasus penganiyaan terhadap Ambar.