
"Mas kapan kita pulang?" tanya Carla
"Kenapa,kamu sudah bosan di sini?"
"Buk-an! hanya saja aku rindu Jakarta mas" alasan Carla padahal dia merasa sangat malu jika terlalu intim bersama Rendy.
"Lusa kita pulang,aku juga ada pekerjaan penting"
"Kalau penting pulang hari ini saja mas,aku bisa siapkan semua pakaian kita dengan cepat "
"Tidak masalah, aku sudah izin pada pak Direktur semalam dan beliau mengizinkan untuk pulang lusa jadi tidak perlu buru-buru"
Carla diam sejenak jadi semalam bukan Bianca yang menghubungi Rendy melainkan bos nya.
Carla tersenyum tipis dan mengalihkan pandangannya malu-malu,dia sudah berpikir kalau Bianca.
"Hari ini kita belanja untuk keperluan debay"
"Pamali mas"tolak Carla
"Ini sudah jalan enam bulan kan jadi tidak masalah kalau di guyur dari sekarang agar nanti kamu tidak terlalu lelah jika sudah hamil tua, nggak akan kerasa lah,bulan depan sudah masuk tujuh"
__ADS_1
"Tapi-"
"Siap-siap kita berangkat sebentar lagi" tegas Rendy, seperti biasa Carla tidak akan bisa menolak keputusan Rendy jika dokter muda ini sudah memberikan keputusan nya.
****
"Seperti nya ini bagus la,kamu suka?"
"Mas kita kan belum tau cewek atau cowok debay nya,masa warna pink sih"
"Tapi lucu deh la, langsung ada pita rambut nya gitu, pasti rambut nya juga warna coklat kaya kamu, apalagi bola mata nya kalau biru persis bule"ujar Rendy membuat Carla terdiam, bagaimana jika benar yang di ucapkan Rendy sudah pasti anak nya mewarisi darah Pieter seorang bule.
"Kalau yang ini?"
"Ini identik banget laki-laki nya,tu ada gambar kartun cowok nya mas"
"Terus yang gimana? gambar Upin Ipin biar cewek cowok bisa pakai gitu!" kesal Rendy
"Ya nggak gitu juga mas,kan bisa ambil yang polos warna kuning atau ambil warna biru, lagi pula itu baju untuk ukuran satu tahun mas, nggak bisa langsung dia pakai kalau dia sudah lahir"
Seperti biasa perdebatan kecil yang sering terjadi di antara mereka tapi justru ini yang membuat mereka satu sama lain menjadi tumbuh rasa, karena kebawelan Rendy dan sabar nya Carla membuat mereka bisa menyatu,Carla jauh berubah dia lebih berhati-hati dalam menjelaskan segala sesuatu nya agar Rendy bisa menerima masukan darinya.
__ADS_1
"Nanti kalau cowok kan nggak mungkin di gendong dengan baju pink itu mas" jelas Carla lagi
"Kalau kita sudah tau dia cewek apa cowok baru deh kamu belanja lagi" bujuk Carla
"Gitu aja ngambek, senyum donk biar tampan nya kelihatan" ucap Carla menarik pipi Rendy gemas agar suaminya ini tersenyum, Rendy mencium pipi Carla dengan wajah yang masih cemberut tapi hal itu berhasil membuat mood nya kembali baik, sejauh ini Carla tidak menolak perlakuan Rendy jika masih batas wajar toh mereka sudah suami istri juga pikir Carla tapi untuk berhubungan badan memang Carla yang belum siap karena masih ada Bianca di tengah-tengah mereka,Carla belum berani untuk lebih jauh lagi.
"Ya sudah sekalian aja beli Kasur bayi nya biar pulang nanti aku rombak kamar buat dia"
"Susah bawa nya mas"
"La, sekarang nggak ada yang susah,ini zaman canggih bisa di kirim pake cargo kok"
"Tapi ini luar negeri mas"
"Bisa!" Kekeh Rendy
"Palingan nunggu seminggu lah, nggak masalah,jadi kamu nggak repot lagi"
"Ya sudah terserah kamu saja" kali ini Carla yang mengalah dia tidak mau suasana belanja mereka jadi buruk.
Puas berbelanja hari ini membuat Carla kelelahan sebenarnya dia bingung dengan sikap Rendy saat ini, Rendy tidak pernah menegaskan status mereka tapi seolah Rendy lah pemilik anak di dalam perut nya, semakin hari Rendy semakin dekat dengan anak dalam kandungan nya bahkan tak jarang Rendy mencium perut Carla membuat reaksi anak dalam kandungan nya merasakan kalau Rendy ayah nya.
__ADS_1