
Seminggu sudah berlalu Carla di rumah Rendy ada saja kesalahan nya di mata sang mama mertua membuat Carla tiap hari harus mengeluh karena selalu saja salah.
"Jangan di sana,kamu ini jorok banget sih, sudah sana nanti ngadu lagi sama Rendy" ujar mama Veni membuat Carla menghela nafas berat
"Letakkan saja di sana nanti bibi yang beres kan kalau kamu yang bereskan nanti malah capek, ngeluh pada Rendy saya juga yang salah padahal kamu nya yang pemalas"
"Ma mesti berapa kali sih aku bilang kalau aku memang nggak bisa ma"jawab Carla
"Ya...ya....saya lupa kalau kamu berasal dari keluarga kaya raya,kamu itu princess jadi tidak bisa bekerja apapun hanya bisa duduk -duduk nonton tv sambil baca majalah shopping" sindir mama Veni lagi membuat Carla geram tapi tak bisa berbuat apa-apa, selama bersama Rendy belum ada Carla mendapatkan fasilitas apapun kecuali tempat tinggal dan makan untuk shopping hanya sekali saat Rendy mengajaknya ke rumah selebihnya Carla tak pernah menerima apapun dia pun tak menuntut apa-apa.
"Sudah kamu diam saja menonton televisi biar bibi yang bereskan kan,kamu kan Nyonya di rumah ini jadi harus di hormati"
"Terserah mama lah aku capek berdebat tiap hari, dengan mama! apa mama nggak capek ngomel mulu hanya dengan satu alasan ingin aku dan mas Rendy berpisah dan itu nggak mungkin terjadi" tegas Carla segera berdiri dan ingin beranjak ke dalam kamar tapi tiba-tiba kepala nya pusing, perutnya terlalu mual dan Carla memegang perut nya meringis kesakitan membuat Mama Veni yang melihat nya sedikit khawatir apa dia terlalu jahat dengan memasukkan obat pencuci perut dalam makanan Carla tadi.
Carla berjalan ke arah kamar mandi sambil memegang perut nya yang menegang.
Mama Veni terlihat sedikit cemas karena Carla tak kunjung keluar kamar mandi.
"Bik,coba kamu cek dulu dia di kamar mandi" Ujar mama Veni, tadinya dia ingin memberikan pelajaran pada Carla karena suka membantah ucapan nya tapi melihat Carla yang kesakitan membuat nya tidak tega takut terjadi apa-apa pada Carla.
__ADS_1
"Tok...tok...."
"Bu Carla" panggil sang pembantu
"Bu...apa ibu membutuhkan sesuatu?"
"Bu Carla " ujar pembantu nya lagi tapi tak ada jawaban
"Tidak ada jawaban bu" lapor sang pembantu
"Masa' bik"
"Iya bu kalau tidak percaya coba saja ibu ketuk sendiri"jawab nya membuat mama Rendy berdiri kearah kamar mandi dan mengecek dengan telinga di tempel kan di pintu tapi tak ada terdengar tanda-tanda orang di dalam kamar mandi,apa jangan-jangan.
"Carla........ kamu masih sadar kah?"
"Carla" panggil sang mertua tapi tak ada jawaban
"Ini bu"
__ADS_1
Mama Vena segera mencoba membuka dengan kunci cadangan ternyata sudah karena ada kunci di dalam sana membuat mereka mencoba membuang terlebih dahulu kunci yang ada di dalam tapi tetap tidak bisa.
"Bagaimana ini bi, nanti Rendy pulang dan dia akan marah besar"
"Kenapa mesti marah bu,kan ibu Carla sendiri yang masuk ke dalam kamar mandi ini" jawab sang bibi polos,dia tidak tau kalau ini semua perbuatan nyonya nya.
"Bik cari bantuan, panggil pak Udin bi"
"Iya bu"
"Carla apa kamu masih sadar?" pekik mama Veni sambil terus mencoba mengungkit pintu nya tapi tak ada jawaban membuat nya bertambah cemas dan merasa bersalah,dia hanya ingin memberikan efek jera pada Carla agar menurut pada nya tapi malah jadi begini
"Kenapa bu?" tanya pak Udin tukang kebun yang baru datang
"Pak,pakai alat apa saja agar pintu ini terbuka"
"Memang nya kenapa bu?"
"Ada Carla di dalam, terkunci"
__ADS_1
"Astaghfirullah...iya bu" jawab pak Udin segera mencari alat untuk membuka nya, mereka semua cemas karena Rendy sudah memerintahkan pada karyawan nya untuk menjaga Carla selama dia tidak ada di rumah.
"Bagaimana ini" batin Mama Veni cemas