Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Teringat


__ADS_3

"Sial" pekik Pieter kesal karena semua pekerjaan nya terhambat dan terancam bangkrut.


"Kenapa bisa begini?"tanya Pieter marah


"Saya juga tidak tau tuan, penghitungan banyak yang tidak beres"


"Cek keuangan jika ada yang berani korupsi pecat" tegas Mr.Pieter pada asisten nya


Setelah Fahmi keluar memang banyak yang memanfaatkan kesempatan untuk bermain curang di perusahaan Pieter karena selama ini Fahmi orang yang paling teliti untuk keuangan hingga perusahaan terus mengalami keuntungan.


Mr Pieter memijat kepala nya sendiri merasakan pusing dengan perusahaan nya yang mulai kacau saat ini.


****


Carla menatap makanan dengan tangisan,hati nya hancur di perlakukan seperti ini oleh Pieter,dia ingin kebebasan bukan siksaan seperti ini.


Tubuh nya benar-benar sakit karena Mr.Peiter selalu memukuli nya terus menerus.


"Maafkan aku mas" isak Carla mengingat Fahmi, andai waktu bisa di putar kembali dia ingin memperbaiki diri dan menjadi istri Fahmi tapi semua sudah terlambat bahkan untuk kabur dari apartemen ini saja Carla tak punya kekuatan lagi.

__ADS_1


Fahmi selalu mengikuti semua keinginan Carla meskipun dengan cara berdebat tapi Fahmi selalu mengalah tidak seperti Pieter.


Sedangkan Mama Dina bingung karena Carla tak kunjung datang melihat nya di kost sedangkan pak Bahtiar dengan cepat mengurus perceraian nya bahkan Mama Dina sudah mendapatkan panggilan pertama karena memang Ben yang meminta untuk di urus perceraian sang mertua dengan cepat.


"Kenapa Carla tidak bisa di hubungi"


"Apa dia sedang bersenang-senang di luar negeri? tapi bukan nya dia sudah berjanji akan datang dulu sebelum berangkat" gumam nya kesal.


"Cepat sekali tua bangka itu ingin pisah dari ku, padahal belum satu Minggu! apa ini ulah Nia,dia pikir aku sudi menemani ayah nya hingga tua, miskin saja belagu kamu" umpat nya untuk pak Bahtiar.


***


Ambar menyetujui nya karena dia tidak akan mampu membeli Apartemen, untuk makan saja nanti dia akan berpikir panjang seperti nya Ambar sudah bisa berdamai dengan keadaan dia cukup tau diri untuk tidak mengganggu Ben lagi.


***


"Mas,siang ini aku ingin bertemu Sari dan Maya apa boleh? aku udah kangen banget sama mereka mas" tanya Nia karena dua sahabat nya itu memang sudah lama tak di temui Nia


"Sayang untuk saat ini jangan keluar dulu ya"

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Nia bingung, suaminya memang sering melarang Nia untuk keluar karena keadaan sedang tidak baik-baik saja


"Aku takut hal yang kemarin terjadi lagi,nanti kalian bertemu di pernikahan Sari dan Alan saja"


"Mereka akan menikah mas?"


"Iya, mungkin awal bulan"


"Yah....aku ketinggalan berita deh,kok kamu tau mas?"


"Alan sudah mengatakan pada ku kalau dia akan melamar Sari bulan ini, untuk acara bukan depan"


Nia sedikit kecewa karena sang suami tidak mengizinkan nya keluar tapi Nia tau jika Ben tak memberikan nya izin berarti ada suatu hal yang serius,dia mencoba menerima keputusan sang suami.


"Maaf ya sayang, untuk sementara waktu kamu di rumah saja dulu jika keadaan sudah membaik kamu boleh berkumpul dengan sahabat mu lagi" jelas Ben dan di anggukki Nia patuh


"Untuk perceraian ayah sudah di urus oleh pengacara ku,pekan ini kita ke rumah ayah sayang"


"Iya ayah juga rindu Juna mas"sahut Nia, untuk saat ini Ben mengizinkan Nia keluar rumah hanya bersama nya karena Pieter bisa saja menyakiti Nia jika memiliki kesempatan,Ben harus berhati-hati saat ini karena Pieter bukan lawan yang mudah,dia cukup licik.

__ADS_1


__ADS_2