Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Kangen


__ADS_3

Shela membuka mata nya perlahan karena merasa ada yang memeluk nya padahal semalam dia tidur sendiri,jadi siapa yang memeluk nya pikir Shela sedikit ketakutan.


"Mas Fahmi" gumam nya pelan melihat sang suami ada di samping nya, padahal Fahmi sendiri yang mengatakan tidak pulang tapi kenapa sekarang justru mereka tidur satu ranjang,ada apa?


Shela melirik jam di dinding kamar nya pukul lima subuh jadi jam berapa suaminya ini datang,Shela segera bangkit karena dia harus menyiapkan sarapan dan pakaian sang suami.


Pagi ini Shela ingin memasak nasi goreng seafood kesukaan Fahmi apalagi semalam banyak nasi yang dia masak karena menyangka Fahmi akan pulang.


Saat kebelakang Shela tak mendapati lagi nasi nya lauk pun juga sudah habis apa suaminya makan semalam? kenapa Fahmi tidak membangun kan nya?.


Shela hanya tersenyum kecil karena Fahmi tidak pernah mengabaikan masakan nya meskipun malam hari, suaminya selalu suka dengan masakannya.


Alhasil Shela memasak omlet saja dengan teh hangat untuk sang suami..


"Sayang" panggil Fahmi dengan suara serak khas bangun tidur


"Aku di dapur mas" pekik Shela, karena rumah mereka tidak begitu luas jadi Fahmi bisa mendengar jelas suara sang istri,Fahmi bangkit lalu menghampiri Shela dan memeluk sang istri dari belakang.


"Kenapa keluar?"


"Buat sarapan untuk kamu" jawab Shela singkat


Fahmi mencium tengkuk Shela bahkan meninggal kan tanda merah di sana

__ADS_1


"Mas,jangan di merah-merahin malu kan mau ke kantor"


"Biarin...aku suka"


"Semalam mas makan? kata nya nggak pulang? jam berapa mas datang ? kok nggak bangunin aku?" cecar Shela


"Aku harus jawab yang mana dulu nih,banyak banget pertanyaan nya"


"Terserah mau yang mana"


"Kangen" jawab Fahmi singkat


"Kangen apa nya, masakan aku atau aku nya?" tanya Shela mengadahkan pandangan nya pada Fahmi.


"Cup"


"Dua-duanya tapi lebih kangen sama kamu nya,sayang main bentar yuk" ajak Fahmi membuat Shela mengerutkan keningnya


"Ini sudah hampir jam enam loe mas,ntar telat lagi ke kantor nya"


"Sebentar saja sambil mandi juga bisa kan, setelah itu baru sarapan" bujuk Fahmi,Shela hanya menggeleng kecil dia tak bisa menolak keinginan sang suami, justru Shela merasa heran kenapa Fahmi sangat bergairah jika bersama nya apa dia tidak pernah mendapatkan dari bu Carla?.


*****

__ADS_1


"Dia sudah kelewatan ma,aku minta uang bilang nya nggak ada,aku minta beli ini rumah bilang nya juga nggak ada uang" kesal Carla


"Jadi Fahmi nggak mau beliin kamu rumah La?" tanya Mama Dina


"Bukan nggak mau ma, katanya belum ada uang,aku udah nyuruh dia korupsi eh dia nya sok alim ma, ganti mobil aja dia nggak mau" jawab Carla sambil meminum susu hamil nya


"Ancam aja La"


"Ancam gimana maksud mama?"


"Ancam aja minta cere terus hak asuh anak kamu yang ambil pasti Fahmi kelabakan karena nggak bisa lihat anak nya nanti" usul sang mama


Carla berpikir sejenak ide sang mama bagus juga,Nanti saat Fahmi pulang dia akan ancam suaminya itu biar Fahmi nggak berani macam-macam.


"Sekarang dia tidur di mana?" tanya Mama Dina


"Palingan pulang ke rumah mama nya ma,ngadu kali berantem sama aku, dikit-dikit ngadu, dikit-dikit pulang ke rumah mama nya, nggak gentle banget deh,tau gitu dulu aku nggak mau nikah sama dia"


"Kalau nggak nikah sama Fahmi siapa yang mau nikahin kamu dalam keadaan hamil" celetuk pak Bahtiar dia sedikit jengah dengan sikap anak tirinya ini merasa paling benar, padahal jelas-jelas Carla merebut Fahmi dari Nia untung saja sekarang rumah tangga anak nya Nia harmonis membuat Pak Bahtiar bahagia.


"Ya bisa di gugurin yah" jawab Carla santai


"La..ada kala nya perempuan yang harus mengalah dalam rumah tangga, perempuan harus bersikap manis dalam rumah tangga apalagi kamu akan menjadi seorang ibu, tidak boleh egois,Fahmi bisa saja pergi kemana pun,kapan pun dia mau karena dia seorang lelaki,kamu??? kamu perempuan la,sedang berbadan dua"

__ADS_1


"Maksud ayah mas Fahmi selingkuh gitu? nggak mungkin yah orang dia cinta mati sama aku,iya kan ma?" ujar Carla sombong


"Ayah berangkat ma" ucap pak Bahtiar,dia tidak ingin lebih lanjut menasehati anak tirinya ini karena Carla memang memiliki watak yang keras kepala, biarkan saja mama nya yang berbicara karena ibu dan anak itu terkadang sering klop jika sudah bertemu.


__ADS_2