Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Mual


__ADS_3

Fahmi berpikir sejenak bagaimana cara menghadapi Shela besok,dia harus memberikan jawaban apa atas permintaan Shela.


"Mas, kenapa di luar? angin tidak baik untuk tubuh mu nanti malah masuk angin lagi,ayo masuk" ujar Carla


"Aku gerah"


"Di dalam kan ada Ac mas,jangan banyak alasan deh,kamu sudah mulai bosan tidur dengan ku karena aku hamil" ketus Carla membuat Fahmi bangkit,Carla memang selalu memancing keributan saat dia rumah.


Fahmi berjalan masuk dan Carla menutup pintu rumah nya.


"Mas,bulan depan aku mau ikut ke Singapura mas dengan teman-teman ku"


"Kamu hamil La,jangan yang aneh-aneh deh"


"Tapi teman-teman ku pergi semua mas, bilang saja kamu pelit!!"


"Terserah kamu lah aku capek, percuma saja. kamu izin pada ku kalau ujung-ujungnya tidak bisa di bantah"


"Aku tidak izin tapi aku hanya mengatakan pada mu"


"Uang nya tetap dari aku kan?"

__ADS_1


"Jadi kamu sekarang sudah hitung-hitungan dengan ku mas, ingat mas aku ini istri mu bukan hanya sekedar pemuas nafsu"


"Bukan begitu La,kamu sedang hamil ingat kondisi mu sekarang"


"Teman ku juga ada yang hamil dia juga ikut"


"Terserah.... terserah kamu,capek ngomong sama kamu" marah Fahmi lalu menarik selimut nya untuk tidur, kepalanya serasa mau pecah tiap kali bicara dengan Carla selalu ribut tak bisa akur.


Carla memunggungi sang suami, akhir-akhir ini Fahmi sering kali emosi pada nya, tidak pernah lagi bermanja-manja.


****


Seperti biasa setelah sarapan pasangan pengantin baru ini keluar dengan bergandengan tangan.


"Tidak masalah kan?" tanya om Ben dan di anggukki Nia pelan,ntah kenapa Nia justru merasa sedikit sedih padahal terkadang dia yang meminta om Ben tidak datang karena ingin makan siang bersama Sari dan Maya tapi kali ini justru dia merasa mewek sang suami tidak bisa menemani nya.


Nia merasa enggan turun dari mobil membuat Om Ben heran melihat sikap sang istri.


"Kenapa sayang,ada yang kelupaan?" tanya om Ben dan di jawab gelengan oleh Nia


"Lalu?"

__ADS_1


"Tidak apa-apa mas,aku kerja dulu ya" pamit Nia mencium pipi sang suami dan tangan om Ben lalu turun,om Ben memperhatikan sang istri pergi lalu mobil nya melesat keluar parkiran Bank.


Saat masuk ke dalam ruangan nya Nia merasa sedikit mual mencium bau parfum dari Maya.


"Kamu ganti parfum May,bau nya nggak enak"ujar Nia membuat Maya mencium bau tubuh nya sendiri


"Nggak,ini Parfum yang sama,yang biasa Ko Aceng bawa ke Bank"jawab Maya Karimata memang ada penjual Parfum yang sering menjajah kan jualan nya ke Bank dan kantor-kantor.


"Kok wangi nya beda May"


"Sama Ni, hidung kamu aja kali yang buntu"


"Nggak ah,aku lagi nggak pilek" jawab Nia


"Sar,kamu cium deh, wanginya enak kan?" tanya Maya memberikan tubuh nya untuk di cium Sari.


Sari mengendus-endus di baju Maya dan mengangguk kecil.


"Kenapa?"


"Si Nia tu lagi flu" jawab Maya lalu duduk kembali ke kursi nya

__ADS_1


"Enak kok Ni,kamu nya lagi nggak enak badan mungkin"


"Iya kali" jawab Nia yang memang akhir-akhir ini merasa sering cepat lelah dan lapar, mungkin efek stres dengan pekerjaan.


__ADS_2