
"Lelah?" tanya Rendy saat mereka sampai di hotel dan di anggukki Carla pelan.
Hari ini mereka jalan-jalan cukup lama membuat Carla benar-benar kelelahan.
Terlihat Carla sesekali meringis dan memijat kaki nya mungkin terasa kram karena terlalu lama berjalan membuat Rendy berinisiatif mengambil ember dan mengisi dengan air hangat.
"Rendam kaki nya" ujar Rendy tapi Carla hanya terdiam tak mengerti
"Agar kram nya berkurang,ayo rendam cepat"
Carla menurun kan kaki nya dan memasukan ke dalam ember lalu Rendy menaikan lengan baju nya dan mengusap kaki Carla.
"Mas tidak usah,aku bisa sendiri"
"Tidak apa-apa,aku yang mengajak kamu jalan-jalan terlalu lama,jadi aku harus bertanggung jawab atas itu"ucap Rendy sambil menggosok kaki Carla
"Tapi mas-"
"Ini akan membuat kamu tidur lebih nyenyak nanti kalau tidak kamu akan terus kesakitan semalaman dan mempengaruhi kandungan kamu" jelas Rendy membuat Carla mengangguk pelan, sebenarnya dia sedikit sungkan karena Rendy terlalu perhatian pada nya padahal ini bukan anak Rendy.
"Bagaimana,apa ada perubahan?" tanya Rendy setelah 10 menit menggosok kaki Carla
"Lumayan enak mas"
__ADS_1
"Ya sudah kamu langsung tidur ya,besok saja mandi nya"
"Tapi mas-"
"Takut bau? tidak ada siap-siap di sini kecuali aku! jadi tidak perlu malu la" potong Rendy membuat Carla lagi-lagi mendengar kan ucapan sang suami patuh.
Rendy beranjak membawa ember bekas air cucian kaki Carla ke kamar mandi dan dia pun segera mandi karena merasa gerah,bukan karena kepanasan tapi saat menggosok kaki Carla tadi Rendy tidak sengaja beberapa kali melihat ke arah dalaman Carla yang tersingkap membuat nya harus meredam nafsu nya malam ini.
"Iya ma,aku tidak apa-apa hanya sedikit kelelahan saja besok juga sudah membaik"
"Rendy mana?"
"Lagi mandi ma,tadi kami habis jalan-jalan,aku tidak di perbolehkan mas Rendy untuk mandi karena sudah malam"
"Ya sudah istirahat yang cukup ya jangan malah melelahkan di sana,jangan ladeni Rendy kalau minta macam-macam" ingat sang mertua
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Rendy saat keluar kamar mandi sambil mengusap kepala nya dengan handuk.
"Eh.... it-u ma-ma mas,mama telpon"
"Ada yang lucu?"
"Biasa lah mama selalu saja kepo"
__ADS_1
"Maaf jika kamu merasa risih dengan mama ya"
"Tidak mas justru sekarang aku merasa nyaman dengan mama,dia sangat perhatian tapi-"
"Tapi apa?" tanya Rendy cepat
"Aku masih merasa bersalah,aku takut jika mama mengetahui siapa aku dan anak ini"
"Sudah lah jangan terlalu di pikirkan,mama tidak akan tau jika bukan kamu yang buka suara" ujar Rendy menenangkan Carla
"Sekarang kamu tidur ya sudah malam tidak baik ibu hamil bergadang"
"Iya mas,aku tidur duluan ya"
"Hmmm" jawab Rendy
Rendy mengambil ponselnya dan berjalan ke arah balkon dia ingin menghubungi Bianca tapi sekarang sudah pukul 11 malam dan dia tidak tau perbedaan warna dia tempat nya dan Bianca saat ini, karena takut mengganggu Rendy memutuskan tidak menghubungi Bianca tapi dia malah membuka galeri ponsel nya yang berisi foto dirinya dan Carla tadi, Foto dia memeluk Carla, Mencium pipi Carla dan Carla tersenyum manis.
"Cantik" gumam Rendy tanpa sadar lalu menggeleng kan kepala nya pelan.
"Kenapa Carla begitu cantik dia sini" Ujar nya lagi memperhatikan foto Carla, senyum Carla begitu lepas padahal dia sedang menanggung beban pikiran.
Pertahanan Rendy seperti nya mulai goyah karena terbiasa bersama Carla setiap hari nya.
__ADS_1
Rendy menutup ponselnya dan masuk kedalam melihat Carla yang sudah tertidur lelap dia ikut bergabung masuk kedalam selimut Carla,ntah kenapa Rendy ingin sekali memeluk Carla dan memegang lagi perut nya.
"Kasihan kamu nak,masih di dalam perut sudah tidak memiliki ayah,jangan nakal ya kasihan mama mu sudah kelelahan" gumam Rendy sambil mengusap pelan agar Carla terbangun.