Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda
Teman mertua


__ADS_3

"Total semua nya jadi 2.350.000 bu"ucap Carla sesudah menghitung belanjaan pelanggan toko


"Hey bukan nya kamu menantu jeng Veni" ujar pengunjung butik tersebut pada Carla


"Iya kan kamu menantu jeng Veni?" ucap nya lagi


"Buk-an bu, mungkin ibu salah orang,mirip saja kali" ujar Carla mengelak


"Nggak saya yakin kamu menantu nya jeng Veni, kamu lupa sama saya waktu acara fashion show itu kita duduk sebelahan dan sempat bicara,saya teman mertua kamu loe,kok kamu kerja di sini bukan nya jeng Veni kaya raya,kenapa menantu nya bekerja?"


"Saya hanya karyawan bu bukan menantu seperti yang ibu katakan"


"Ya sudah kalau kamu kekeh bilang nggak mungkin kembaran kamu" ujar pengunjung tersebut lalu segera membayar dan pergi.


Carla menghela nafas lega akhirnya ibu itu pergi tapi bagaimana jika dia mengatakan dengan mama Rendy, Carla sudah memblokir semua kontak yang berhubungan dengan Rendy karena dia tidak mau lagi memikirkan itu biarlah Rendy bahagia dengan Bianca.


"La, sudah makan?" tanya Nia yang baru datang


"Tadi sudah minum susu hamil mbak,masih kenyang"

__ADS_1


"Makan dulu la, kasihan anak mu biar aku yang gantikan,tadi aku sudah beli batagor dengan buah kupas la,itu di taruh di meja dalam makan dulu ya,ada sayur bayam juga tadi mertua ku masak di rumah jadi aku bawa untuk kamu, meskipun sedikit tetap harus ada asupan yang masuk la"


"Makasih ya mbak,kamu selalu baik sama aku padahal-"


"Sudah,jangan berpikir aneh-aneh, sana makan dulu! ibu hamil harus banyak gizi nya la"


"Iya mbak" jawab Carla patuh.


****


"Pak,ada tamu"


"Bilang saya tidak mau di ganggu bik"


Rendy menghela nafas berat,jika bukan urusan pekerjaan dia enggan sekali bertemu orang saat ini, tubuh lelaki tampan ini semakin kurus tak terurus, untuk mandi pun Rendy malas melakukan nya.


"Ada apa?" tanya Rendy pada perempuan yang sedang duduk di ruang tamu nya saat ini.


"Maaf mengganggu pak,ini ada beberapa hal yang harus bapak tandatangani sebagai penanggung jawab anak magang pak"jelas nya

__ADS_1


"Sini"


"Terimakasih pak" ujar nya melihat kiri kanan karena tidak ada perempuan seperti yang di cerita kan orang-orang rumah sakit, berarti dokter tampan ini masih lajang.


"Ada lagi?" tanya Rendy ketus karena perempuan itu tak kunjung pergi


"I-tu... hmm bapak kenapa tidak masuk kerja, banyak yang menanyakan bapak" ujar perempuan bernama Lusi itu


"Bukan urusan kamu"


"Tapi tidak ada yang membimbing anak magang pak"


"Mereka sudah besar,bukan anak kecil yang harus di suap kan"


"Benar tapi tetap saja harus ada yang mengarahkan pak, biasanya tiap tahun bapak yang melakukan nya jadi pak Direktur tidak memberikan pada dokter lain"


Rendy terdiam sejenak dia punya tanggung jawab tapi tubuh nya enggan untuk bergerak.


"Besok saya masuk" jawab Rendy membuat perempuan itu tersenyum manis

__ADS_1


"Terimakasih pak,saya permisi dulu" ujar nya, ingin berlama-lama tapi dokter Rendy terlalu cuek membuat nya pamit saja.


Rendy mengusap wajah nya kasar kehilangan Carla membuat nya kehilangan segalanya, bahkan untuk bergerak pun dia malas karena tidak ada yang mengantarkan nya pergi dan menyambutnya pulang.


__ADS_2